Korban Kebakaran di Kampung Bandan Berharap Diberi Rumah Sementara

Kompas.com - 13/05/2019, 15:14 WIB
Dua orang warga, Senin (13/5/2019), mengamati puing-puing bekas rumah mereka  yang terbakar di Kampung Bandan, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Api melalap sejumlah rumah di RT 011, 012, dan 013 RW 005 di kawasan itu pada Sabtu lalu. Kompas.com / Tatang GuritnoDua orang warga, Senin (13/5/2019), mengamati puing-puing bekas rumah mereka yang terbakar di Kampung Bandan, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Api melalap sejumlah rumah di RT 011, 012, dan 013 RW 005 di kawasan itu pada Sabtu lalu.

JAKARTA, KOMPAS.com - Sejumlah warga Kampung Bandan, Jakarta Utara, yang rumahnya terbakar Sabtu (11/5/2019) lalu, tampak kembali ke bekas rumah mereka untuk melakukan pembersihan dan mengais sisa barang atau dokumen yang masih bisa diselamatkan pada Senin siang ini.

Pada sekitar pukul 12.00 WIB, sejumlah warga, mayoritas pria, membersihkan bekas bangunan rumah milik mereka dari puing-puing serta mengumpulkan besi tua untuk dijual.

Sutrisno (29), salah seorang warga, menyatakan, ia mencari besi bekas reruntuhan di rumahnya untuk dijual.

Baca juga: Cerita Korban Kebakaran Kampung Bandan Berdesakan di Gang Sempit Saat Selamatkan Diri


"Cari-cari besi bekas material rumah saya, ya rencananya nanti dikumpulin terus dijual. Alhamdulilah dapat beberapa," ungkapnya.

Warga lain, Diding (38), kembali ke lokasi rumahnya hanya untuk melihat situasi. Ia mengatakan barang di dalam rumahnya sebagian besar ludes terbakar.

"Saya hanya bawa beberapa pakaian, surat-surat penting dan sepeda motor, sementara barang lainnya ludes terbakar," kata Diding.

Saat dijumpai Kompas.com, Diding sedang berada di sekitar bangunan mushala yang terbakar dengan beberapa warga lainnya.

"Ya main ke sini sekalian mengingat kenangan-kenangan yang ada di sini. Sekarang semua sudah ludes, saya hanya berharap pemerintah bisa kasih bantuan dalam proses pembangunan rumah nantinya," harap dia.

Harapan serupa  disampaikan Reno (37) yang membuat tenda kecil di sekitar puing rumahnya untuk beristirahat bersama ayahnya Madi (73). Dia berharap, pemerintah setidaknya membangunkan rumah semi permanen untuk warga.

Baca juga: Anies Minta Korban Kebakaran Kampung Bandan Tak Khawatirkan Dokumen yang Terbakar

"Rumah semi permanen enggak apa-apa yang penting ada dulu. Karena kasian warga kalau tidur di tenda terus. Apalagi seperti saya kedua orang tua sudah berumur, ibu saya bahkan di evakuasi ke Rusun Marunda karena sakit stroke," kata dia.

Di siang hari Reno memilih berada di sekitar puing-puing rumahnya untuk berjaga-jaga.

"Kalau sore baru saya sama Bapak kembali ke tenda, siang begini kami di sini saja. Takutnya ada yang menggeser patok batas rumah. Ya memastikan saja bahwa wilayah rumah kami lebar dan panjangnya tetap sesuai sama seperti sebelum terbakar," kata dia. 

Kondisi RT 011, RW 005, Kelurahan Ancol, Kecamatan Pademangan, Jakarta Utara, usai dilanda kebakaran pada Sabtu (11/5/2019) malam.KOMPAS.com/DEAN PAHREVI Kondisi RT 011, RW 005, Kelurahan Ancol, Kecamatan Pademangan, Jakarta Utara, usai dilanda kebakaran pada Sabtu (11/5/2019) malam.
Api melalap 450 rumah di kawasan Kampung Bandan, Ancol, Pademangan, Jakarta Utara tepatnya di wilayah RT 011, 012, dan 013 RW 005, Sabtu sore lalu.

Akibat kebakaran tersebut sebanyak 3.500 warga dari 400 KK harus mengungsi.

Hingga kini penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan pihak kepolisian.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pintu Masuk Stasiun MRT Bendungan Hilir Depan Intiland Ditutup Sementara

Pintu Masuk Stasiun MRT Bendungan Hilir Depan Intiland Ditutup Sementara

Megapolitan
Pantau Pengamanan Pelantikan Presiden-Wapres, Panglima TNI: Semua Sudah Siap

Pantau Pengamanan Pelantikan Presiden-Wapres, Panglima TNI: Semua Sudah Siap

Megapolitan
Harapan Warga kepada Jokowi-Ma'ruf, Lindungi Pengusaha Kecil hingga Buka Lapangan Kerja

Harapan Warga kepada Jokowi-Ma'ruf, Lindungi Pengusaha Kecil hingga Buka Lapangan Kerja

Megapolitan
Jelang Pelantikan Jokowi-Ma'ruf, Jalan Sekitar Monas Ditutup

Jelang Pelantikan Jokowi-Ma'ruf, Jalan Sekitar Monas Ditutup

Megapolitan
Amankan Pelantikan Presiden, TNI Kerahkan Helikopter hingga Drone

Amankan Pelantikan Presiden, TNI Kerahkan Helikopter hingga Drone

Megapolitan
Situasi Jakarta Kondusif Jelang Pelantikan Presiden-Wapres

Situasi Jakarta Kondusif Jelang Pelantikan Presiden-Wapres

Megapolitan
[JABODETABEK SEPEKAN] Pengakuan Wanita Pengancam Jokowi | Anies Gubernur Rasa Presiden | Tipu Muslihat Djeni

[JABODETABEK SEPEKAN] Pengakuan Wanita Pengancam Jokowi | Anies Gubernur Rasa Presiden | Tipu Muslihat Djeni

Megapolitan
Jelang Pelantikan Presiden-Wapres, Belakang Kompleks Parlemen Senayan Dijaga Ketat

Jelang Pelantikan Presiden-Wapres, Belakang Kompleks Parlemen Senayan Dijaga Ketat

Megapolitan
Ini Pengalihan Lalu Lintas di Seputar Istana Jelang Pelantikan Jokowi-Ma'ruf

Ini Pengalihan Lalu Lintas di Seputar Istana Jelang Pelantikan Jokowi-Ma'ruf

Megapolitan
Ini Lokasi Layanan SIM Keliling Hari Ini, Buka Mulai Pukul 6.00 WIB

Ini Lokasi Layanan SIM Keliling Hari Ini, Buka Mulai Pukul 6.00 WIB

Megapolitan
Jelang Pelantikan Presiden-Wapres, Jalan Seputar Istana Ditutup

Jelang Pelantikan Presiden-Wapres, Jalan Seputar Istana Ditutup

Megapolitan
Ada Pelantikan Presiden-Wapres, CFD Sudirman-Thamrin Ditiadakan Hari Ini

Ada Pelantikan Presiden-Wapres, CFD Sudirman-Thamrin Ditiadakan Hari Ini

Megapolitan
Petugas Damkar Lepas Cincin Mainan dari Jari Seorang Ibu

Petugas Damkar Lepas Cincin Mainan dari Jari Seorang Ibu

Megapolitan
Yusril Enggan Tanggapi Kemungkinan Jadi Menteri Kabinet Jokowi

Yusril Enggan Tanggapi Kemungkinan Jadi Menteri Kabinet Jokowi

Megapolitan
Perwakilan Pengusaha Sebut Rencana Kenaikan UMP DKI Jadi Rp 4,2 Juta Memberatkan

Perwakilan Pengusaha Sebut Rencana Kenaikan UMP DKI Jadi Rp 4,2 Juta Memberatkan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X