TNI AD Redam Massa di Sekitar Markas FPI Petamburan

Kompas.com - 22/05/2019, 23:57 WIB
Massa dari arah Tanah Abang, Jakarta Pusat, kembali melempat batu dan meneriaki polisi di Petamburan, Jakarta Barat, Rabu (22/05/2019) KOMPAS.com/ VERRYANA NOVITA NINGRUMMassa dari arah Tanah Abang, Jakarta Pusat, kembali melempat batu dan meneriaki polisi di Petamburan, Jakarta Barat, Rabu (22/05/2019)
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Massa di depan Markas Front Pembela Islam, Petamburan, Jakarta Barat, tak lagi melakukan perlawanan setelah bernegosiasi dengan pasukan gabungan TNI Angkatan Darat.

Adapun negosiasi dilakukan oleh prajurit gabungan dari Brigade Infantri 15 Kujang II Cimahi, Bandung, TONI 312/Kala Hitam Subang, dan Yonif 413 Kostrad Solo.

Prajurit gabungan TNI AD yang melakukan negosiasi dengan massa adalah Kolonel Adi Purboyo.

"Kami akan membangun posko di sekitar Petamburan untuk menjaga masyarakat," kata Adi Purboyo.

Baca juga: Massa Bentrok dengan Warga Sekitar Asrama Polisi di Petamburan

Dalam pantauan Kompas.com pukul 23.43 WIB di Petamburan, saat ini massa dari arah Tanah Abang dan sekitar markas FPI tak lagi melakukan penyerangan.

Sementara itu, sekitar 200 meter dari Asrama Brimob dari arah Palmerah, massa masih melakukan penyerangan dengan melempar batu dan petasan ke petugas kepolisian.

Baca juga: Polisi Temukan Batu dan Busur Panah Tertata di Pinggir Jalan Petamburan

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wanita Penyebar Video Ancam Bunuh Jokowi Mengaku Tak Ditengok Teman-temannya

Wanita Penyebar Video Ancam Bunuh Jokowi Mengaku Tak Ditengok Teman-temannya

Megapolitan
PAN Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Rencana Pembangunan Kampung Akuarium

PAN Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Rencana Pembangunan Kampung Akuarium

Megapolitan
Sopir Truk yang Tabrak Pemotor hingga Tewas Serahkan Diri ke Polisi

Sopir Truk yang Tabrak Pemotor hingga Tewas Serahkan Diri ke Polisi

Megapolitan
Kode dari Airin untuk Benyamin Terkait Pilkada Tangsel

Kode dari Airin untuk Benyamin Terkait Pilkada Tangsel

Megapolitan
Anies Minta Pembahasan APBD 2020 Dikebut

Anies Minta Pembahasan APBD 2020 Dikebut

Megapolitan
Rumah Kontrakan di Bekasi Dirampok, Penghuni Disekap dan Uang Rp 50 Juta Raib

Rumah Kontrakan di Bekasi Dirampok, Penghuni Disekap dan Uang Rp 50 Juta Raib

Megapolitan
Ketua DPRD DKI: Gerindra dan PKS Harus Duduk Bareng Bahas Wagub

Ketua DPRD DKI: Gerindra dan PKS Harus Duduk Bareng Bahas Wagub

Megapolitan
Satu Kamera Pemantau Gunung Merapi Rusak Akibat Awan Panas Letusan

Satu Kamera Pemantau Gunung Merapi Rusak Akibat Awan Panas Letusan

Megapolitan
Setelah Divonis Bebas, Ina Ingin Kembali Bersama Tiga Anaknya

Setelah Divonis Bebas, Ina Ingin Kembali Bersama Tiga Anaknya

Megapolitan
Terkait Jumat Bergamis Hitam, Pemkot Tangsel Periksa Camat Ciputat

Terkait Jumat Bergamis Hitam, Pemkot Tangsel Periksa Camat Ciputat

Megapolitan
RAPBD DKI Dinilai Tak Transparan, Anies: Itu Penggiringan Opini Tak Sehat

RAPBD DKI Dinilai Tak Transparan, Anies: Itu Penggiringan Opini Tak Sehat

Megapolitan
Pengendara Motor Tewas Terlindas Truk di Graha Bintaro, Sopir Kabur

Pengendara Motor Tewas Terlindas Truk di Graha Bintaro, Sopir Kabur

Megapolitan
Prasetio Edi Janji Akan Langsung Bahas Alat Kelengkapan DPRD

Prasetio Edi Janji Akan Langsung Bahas Alat Kelengkapan DPRD

Megapolitan
Cegah Pungli, Kamera Tubuh Petugas PJR Dilengkapi Fitur GPS dan Live Streaming

Cegah Pungli, Kamera Tubuh Petugas PJR Dilengkapi Fitur GPS dan Live Streaming

Megapolitan
Polisi: Pengendara Motor yang Tewas Terlindas Truk di Bintaro Tanpa Identitas

Polisi: Pengendara Motor yang Tewas Terlindas Truk di Bintaro Tanpa Identitas

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X