Kompas.com - 12/06/2019, 21:28 WIB
Jembatan penghubung Stasiun Velodrome dan Halte Pemuda di Rawamangun, Rabu (12/6/2019). KOMPAS.com/Ardito Ramadhan DJembatan penghubung Stasiun Velodrome dan Halte Pemuda di Rawamangun, Rabu (12/6/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta M Taufik menilai Light Rail Transit (LRT) Jakarta merupakan proyek gagal DKI. Pasalnya, proyek itu dinilai memakan banyak biaya tetapi tak efektif dan terlambat beroperasi.

"LRT proyek gagal. Pertama, gagal waktu. Kedua, gagal fungsi. Ketiga, gagal efisien anggaran," kata Taufik di DPRD DKI Jakarta, Rabu (12/6/2019).

Menurut Taufik, kegagalan waktu sudah terbukti dari sejak Asian Games 2018. LRT yang tadinya dibangun untuk mendukung acara Asian Games 2018, batal beroperasi pada waktu yang diharapkan.

LRT juga dianggap telah gagal memenuhi fungsinya.

Baca juga: Menebak Kepastian Waktu LRT Jakarta Beroperasi Komersial...

"Fungsinya dulu buat apa, buat ngangkut atlet enggak ada. Kedua buat mengurangi kemacetan, menurut saya enggak berfungsi di situ. Itukan daerah yang sangat dekat sekali (Velodrome-Kelapa Gading)," kata politikus Partai Gerindra itu.

Soal kegagalan anggaran, Taufik menyinggung APBD senilai Rp 5,8 triliun yang telah dikucurkan untuk membangun proyek tersebut. Sementara  panjang lintasan LRT hanya 5,8 kilometer.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Karena itu, Taufik menyarankan kepada Pemprov DKI agar melaporkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) soal kegagalan itu. 

"Paling efektif, paling baik, paling bijak adalah dilaporkan. Uang ini 5,8 triliun. Makanya kemarin enggak aneh buat saya ada uji coba sepi," ujar dia.

LRT Jakarta mulai diujicobakan ke publik sejak Selasa lalu. Uji coba digelar sembari mempersiapkan LRT beroperasi secara komersial.

Baca juga: Tarif LRT Jakarta Rp 5.000, Apa Kata Penumpang?



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Misteri Kematian Pemuda di Teluknaga, Berawal Dendam Pelaku hingga Pengeroyokan

Misteri Kematian Pemuda di Teluknaga, Berawal Dendam Pelaku hingga Pengeroyokan

Megapolitan
Pemkot Depok Kebut Normalisasi Situ Jatijajar, Bojongsari, dan Pengarengan Jelang Musim Hujan

Pemkot Depok Kebut Normalisasi Situ Jatijajar, Bojongsari, dan Pengarengan Jelang Musim Hujan

Megapolitan
Hampir Seluruh PAUD di Depok Diklaim Siap Sekolah Tatap Muka

Hampir Seluruh PAUD di Depok Diklaim Siap Sekolah Tatap Muka

Megapolitan
Prakiraan Cuaca BMKG Rabu: Sebagian Jakarta dan Bodebek Kemungkinan Hujan Jelang Sore

Prakiraan Cuaca BMKG Rabu: Sebagian Jakarta dan Bodebek Kemungkinan Hujan Jelang Sore

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Viani Limardi Tuntut PSI Rp 1 Triliun | Komplotan Perampok Beraksi di Cilandak KKO

[POPULER JABODETABEK] Viani Limardi Tuntut PSI Rp 1 Triliun | Komplotan Perampok Beraksi di Cilandak KKO

Megapolitan
Tak Ditilang, Perempuan di Tangerang Diminta Nomor Telepon Lalu Terus Dihubungi Polisi

Tak Ditilang, Perempuan di Tangerang Diminta Nomor Telepon Lalu Terus Dihubungi Polisi

Megapolitan
UPDATE: Tambah 73 Kasus di Depok, 2 Pasien Covid-19 Meninggal

UPDATE: Tambah 73 Kasus di Depok, 2 Pasien Covid-19 Meninggal

Megapolitan
UPDATE: Tambah 8 Kasus di Kota Tangerang, 94 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

UPDATE: Tambah 8 Kasus di Kota Tangerang, 94 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Megapolitan
Hippindo: Kalau Sertifikasi CHSE Gratis Tanpa biaya, Kami Tak Masalah

Hippindo: Kalau Sertifikasi CHSE Gratis Tanpa biaya, Kami Tak Masalah

Megapolitan
Sidang Hoaks Babi Ngepet di Depok, Saksi Mulanya Tak Tahu Barang yang Diambilnya Babi

Sidang Hoaks Babi Ngepet di Depok, Saksi Mulanya Tak Tahu Barang yang Diambilnya Babi

Megapolitan
ART di Kebon Jeruk Curi Brankas Majikannya Saat Ditinggal ke Luar Negeri

ART di Kebon Jeruk Curi Brankas Majikannya Saat Ditinggal ke Luar Negeri

Megapolitan
UPDATE 28 September: Tambah 15 Kasus Covid-19 dan 10 Pasien Sembuh di Tangsel

UPDATE 28 September: Tambah 15 Kasus Covid-19 dan 10 Pasien Sembuh di Tangsel

Megapolitan
Pengakuan Pencuri Motor di Bekasi: Gaji Rp 2 Juta Kurang buat Kebutuhan Sehari-hari

Pengakuan Pencuri Motor di Bekasi: Gaji Rp 2 Juta Kurang buat Kebutuhan Sehari-hari

Megapolitan
Merasa Aman Beraktivitas di Tangsel, Manusia Silver Hanya Ditahan 2 Hari jika Terjaring Razia

Merasa Aman Beraktivitas di Tangsel, Manusia Silver Hanya Ditahan 2 Hari jika Terjaring Razia

Megapolitan
Keluarga Napi Tewas akibat Kebakaran Lapas Tangerang Akan Gugat Pemerintah ke PTUN

Keluarga Napi Tewas akibat Kebakaran Lapas Tangerang Akan Gugat Pemerintah ke PTUN

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.