Percepat ITF, Alasan Anies Gabungkan Dinas Lingkungan Hidup dengan Energi

Kompas.com - 24/06/2019, 20:26 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedab usai upacara peringatan HUT ke-492  Jakarta di Monas, Sabtu (22/6/2019). KOMPAS.com/Ardito Ramadhan DGubernur DKI Jakarta Anies Baswedab usai upacara peringatan HUT ke-492 Jakarta di Monas, Sabtu (22/6/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bakal membubarkan Dinas Perindustrian dan Energi dan digabungkan dengan Dinas Lingkungan Hidup.

Anies menjelaskan penggabungan ini dilakukan untuk mempercepat terwujudnya Intermediate Treatment Facility (ITF) arau Fasilitas Pengolahan Sampah Antara (FPSA).

"Materi muatan usulan revisi Perda Nomor 3 Tahun 2013 tentang Pengelolaan Sampah adalah meliputi penambahan FPSA dalam batang tubuh," kata Anies dalam pidatonya di DPRD DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Senin (24/6/2019).

Baca juga: Anies Akan Bubarkan Dinas Perindustrian dan Energi

Keberadaan ITF mendesak sebab Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang nyaris mencapai kapasitas maksimal.

Diperkirakan, TPST Bantargebang hanya mampu beroperasi sampai 2021 atau dua tahun lagi.

"TPST Bantargebang memiliki daya tampung maksimal sebesar 49 juta ton, telah beroperasi selama 30 tahun, dan menampung sampah sebanyak kurang lebih 39 juta ton. Rata-rata volume sampah dari wilayah Provinsi DKI Jakarta yang terkirim ke TPST Bantargebang pada Tahun 2018 sebesar 7.452,60 ton per hari," ujarnya. 

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Usai CFD, Sampah Berserakan di Jalan MH Thamrin

Dengan pembangunan ITF, sampah DKI ditargetkan bakal tereduksi hingga 80 persen. Dengan demikian, usia TPST Bantargebang bisa lebih lama lagi.

"Namun, terobosan dan inovasi ini memerlukan dukungan regulasi, kelembagaan dan finansial yang memadai, oleh karenanya Pemprov DKI memandang penting merevisi Perda Nomor 3 Tahun 2013 tentang Pengelolaan Sampah," kata Anies.

Selain mengganti nomenklatur Dinas Kebersihan menjadi Dinas Lingkungan Hidup dan Energi, Anies juga akan memasukkan unsur baru ke dalam perda.

Baca juga: Perayaan Ultah DKI di HI Hasilkan 73 Ton Sampah

Unsur yang dimaksud yakni Anggaran Biaya Pengelolaan Sampah, Biaya Layanan Pengolahan Sampah, hingga penambahan aturan soal tanggung jawab Biaya Pengelolaan Sampah.

ITF Sunter nantinya dapat mengolah 2.200 ton sampah per hari. Sampah-sampah itu dikonversi menjadi 35 megawatt energi listrik.

Pembangunan ITF Sunter dikerjakan BUMD PT Jakarta Propertindo dan sebuah perusahaan asal Finlandia, Fortum Power. Proyek tersebut menghabiskan dana sebesar 250 juta dollar AS.



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Taman Margawatwa Ragunan Tunggu Instruksi untuk Dibuka bagi Wisatawan

Taman Margawatwa Ragunan Tunggu Instruksi untuk Dibuka bagi Wisatawan

Megapolitan
Korupsi Dana Damkar Depok Naik ke Penyidikan, Kejaksaan Sebut Unsur Pidana Ditemukan

Korupsi Dana Damkar Depok Naik ke Penyidikan, Kejaksaan Sebut Unsur Pidana Ditemukan

Megapolitan
Kota Tua Jakarta Dibuka untuk Olahraga pada Sabtu-Minggu Pukul 06.00 - 10.00 WIB

Kota Tua Jakarta Dibuka untuk Olahraga pada Sabtu-Minggu Pukul 06.00 - 10.00 WIB

Megapolitan
Polisi: Kebocoran Pipa Gas Margo City yang Berujung Ledakan Bukan akibat Kelalaian Manusia

Polisi: Kebocoran Pipa Gas Margo City yang Berujung Ledakan Bukan akibat Kelalaian Manusia

Megapolitan
Kejar Herd Immunity, Pemkot Bekasi Ajak Masyarakat Vaksinasi Covid-19

Kejar Herd Immunity, Pemkot Bekasi Ajak Masyarakat Vaksinasi Covid-19

Megapolitan
Cerita Keluarga Korban Kebakaran Lapas Tangerang: Api Menjalar Perlahan, Narapidana Coba Selamatkan Diri

Cerita Keluarga Korban Kebakaran Lapas Tangerang: Api Menjalar Perlahan, Narapidana Coba Selamatkan Diri

Megapolitan
Usai Jalani Perawatan di RS, 1 Napi Korban Kebakaran Kembali ke Lapas Tangerang

Usai Jalani Perawatan di RS, 1 Napi Korban Kebakaran Kembali ke Lapas Tangerang

Megapolitan
Penggugat Polusi Udara Jakarta: Alasan Pemerintah Tak Masuk Akal, Jangan Sampai Banding Hanya untuk Ego

Penggugat Polusi Udara Jakarta: Alasan Pemerintah Tak Masuk Akal, Jangan Sampai Banding Hanya untuk Ego

Megapolitan
TMII Mulai Dibuka untuk Wisata, Baru 2 Wahana yang Beroperasi

TMII Mulai Dibuka untuk Wisata, Baru 2 Wahana yang Beroperasi

Megapolitan
Makna Warna Ondel Ondel Laki-laki dan Perempuan

Makna Warna Ondel Ondel Laki-laki dan Perempuan

Megapolitan
Beda Jokowi dan Anies Sikapi Vonis Bersalah atas Polusi Udara Jakarta

Beda Jokowi dan Anies Sikapi Vonis Bersalah atas Polusi Udara Jakarta

Megapolitan
Pemberlakuan Ganjil Genap di Jakarta Selama PPKM Level 3

Pemberlakuan Ganjil Genap di Jakarta Selama PPKM Level 3

Megapolitan
Bioskop Kembali Buka, Pegawai Senang Bisa Layani Pembelian Tiket Nonton Lagi

Bioskop Kembali Buka, Pegawai Senang Bisa Layani Pembelian Tiket Nonton Lagi

Megapolitan
XXI BSD Plaza Kembali Buka, Pengelola: Penonton Antusias Banget

XXI BSD Plaza Kembali Buka, Pengelola: Penonton Antusias Banget

Megapolitan
Menanti Hasil Bersolek Taman Ismail Marzuki

Menanti Hasil Bersolek Taman Ismail Marzuki

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.