Bus-bus Transjakarta Terbengkalai di Ciputat Dipastikan Milik INKA

Kompas.com - 29/07/2019, 16:35 WIB
Puluhan bus Transjakarta tidak terpakai di Perum Pengangkutan Penumpang Djakarta (PPD) Ciputat, Tangerang Selatan, Banten, Kamis (25/7/2019) KOMPAS.com - Walda MarisonPuluhan bus Transjakarta tidak terpakai di Perum Pengangkutan Penumpang Djakarta (PPD) Ciputat, Tangerang Selatan, Banten, Kamis (25/7/2019)
Penulis Nursita Sari
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Sejumlah bus transjakarta yang terbengkalai di Perum Pengangkutan Penumpang Djakarta (PPD) Ciputat, Tangerang Selatan, dipastikan milik PT Industri Kereta Api Indonesia (INKA).

Senior Manager Humas, Sekretariat, dan Protokoler INKA Hartono mengatakan, bus-bus itu merupakan bagian dari pengadaan tahun 2013 yang diketahui bermasalah.

"Secara aset, karena belum ada serah terima, memang masih milik INKA. Iya, (pengadaan tahun) 2013," ujar Hartono saat dihubungi Kompas.com, Senin (29/7/2019).

Baca juga: Teka Teki Mangkraknya 300 Bus Transjakarta, Milik Perusahaan Pailit hingga Jadi Sorotan Warga

Hartono belum bisa memastikan nasib bus- bus transjakarta yang dititipkan di Perum PPD Ciputat. Dia menyebut, INKA masih menunggu penyelesaian pembatalan kontrak dengan Pemprov DKI Jakarta.

"Kami menunggu penyelesaian kontraknya mau seperti apa. Kalau mau dibatalkan, harus batal dengan aman juga kan supaya tidak ada yang dirugikan," kata Hartono.

Sebelumnya diberitakan, Perum PPD Ciputat menjadi kuburan bus-bus transjakarta yang tak terpakai.

Bus-bus tersebut terparkir di sana sejak lima tahun lalu dan hingga saat ini tidak pernah dioperasikan.

Baca juga: Buntut Masalah Pengadaan Bus Transjakarta 2013, DKI Berencana Gugat Pemasok Bus

Dari pantauan Kompas.com pada Jumat (26/7/2019), terlihat sekitar 14 sampai 15 bus terparkir di lahan yang dipenuhi rumput liar itu.

Pengadaan bus transjakarta tahun 2013 diketahui bermasalah. Kejaksaan Agung menemukan adanya korupsi dalam proyek pengadaan bus transjakarta tahun itu.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta saat itu, Udar Pristono, dinyatakan bersalah dalam kasus terkait pengadaan tersebut.

Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) juga telah menyatakan bahwa terjadi persekongkolan dalam pengadaan bus itu.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X