Para Anggota DPRD DKI Terpilih Nilai Pin Emas Boroskan Anggaran

Kompas.com - 20/08/2019, 16:52 WIB
Suasana rapat paripurna pemandangan umum fraksi tentang RAPBD-P 2019 di ruang rapat paripurna, Gedung DPRD DKI, Jakarta Pusat, Senin (19/8/2019) KOMPAS.COM/RYANA ARYADITA UMASUGISuasana rapat paripurna pemandangan umum fraksi tentang RAPBD-P 2019 di ruang rapat paripurna, Gedung DPRD DKI, Jakarta Pusat, Senin (19/8/2019)
Penulis Nursita Sari
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Anggota baru DPRD DKI Jakarta periode 2019-2024 dari Partai Amanat Nasional (PAN) Zita Anjani menilai, pengadaan pin emas untuk anggota DPRD DKI memboroskan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) DKI.

Anggota DPRD DKI periode 2019-2024 akan mendapatkan dua pin emas.

"Menurut kami, itu pemborosan dan tidak penting dan tidak ada kaitannya dengan kinerja Dewan," ujar Zita saat dihubungi Kompas.com, Selasa (20/8/2019).

Zita mengaku sudah berdiskusi dengan anggota DPRD DKI terpilih dari PAN soal pin emas itu.

Fraksi PAN DPRD DKI periode 2019-2024, kata Zita, berharap pin emas yang mereka terima nantinya tidak dianggap sebagai citra negatif.

Baca juga: Anggaran Pin Emas untuk Anggota DPRD DKI Periode 2019-2024 Hampir Rp 1 Miliar

Sebab, mereka hanya menerima dan tidak ikut terlibat dalam pembahasan pengadaan pin emas tersebut.

Saat duduk sebagai anggota DPRD nantinya, Zita dan teman-teman fraksinya akan menolak pengadaan pin emas.

"We'll refuse (kami akan menolak). Anggaran pada prinsipnya harus yang berdampak langsung pada manfaat masyarakat," kata Zita.

Baca juga: Sampai Ratusan Juta, Berapa Penghasilan Anggota DPRD DKI Jakarta?

Sementara itu, Anggota baru DPRD DKI Jakarta periode 2019-2024 dari PDI-P Ima Mahdiah menyampaikan hal senada. Menurut dia, pin emas sebaiknya diganti menggunakan bahan lain.

"Menurut saya, ke depannya perlu dievaluasi, karena pin kuningan juga sudah oke, tidak mengurangi esensi sebagai Dewan. Lebih baik anggarannya dialihkan untuk rakyat," ucap Ima saat dihubungi terpisah.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sopir Transjakarta Akui Keluar Jalur Saat Kecelakaan yang Tewaskan Penumpang Bajaj

Sopir Transjakarta Akui Keluar Jalur Saat Kecelakaan yang Tewaskan Penumpang Bajaj

Megapolitan
Anies Sebut 25 Juta Warga Berusaha Turunkan Penularan Covid-19, Berharap Tak Sia-sia

Anies Sebut 25 Juta Warga Berusaha Turunkan Penularan Covid-19, Berharap Tak Sia-sia

Megapolitan
Kualitas Udara Jakarta Saat Lebaran 2020 Jadi yang Terbaik sejak 5 Tahun Terakhir

Kualitas Udara Jakarta Saat Lebaran 2020 Jadi yang Terbaik sejak 5 Tahun Terakhir

Megapolitan
Anies: Hampir 60 Persen Warga Jakarta Tak Berpergian Selama PSBB

Anies: Hampir 60 Persen Warga Jakarta Tak Berpergian Selama PSBB

Megapolitan
Warga Masuk Jakarta Harus Kantongi Izin, Anies: Antisipasi Gelombang Kedua Covid-19

Warga Masuk Jakarta Harus Kantongi Izin, Anies: Antisipasi Gelombang Kedua Covid-19

Megapolitan
Anies: Mereka yang Tak Punya SIKM Tak Diizinkan Masuk Jakarta

Anies: Mereka yang Tak Punya SIKM Tak Diizinkan Masuk Jakarta

Megapolitan
Anies: Jakarta Hadapi Gelombang Kedua Covid-19 bila Kita Mulai Bebas Bepergian

Anies: Jakarta Hadapi Gelombang Kedua Covid-19 bila Kita Mulai Bebas Bepergian

Megapolitan
37.642 Pengendara Tercatat Mencoba Keluar Jadetabek Selama PSBB

37.642 Pengendara Tercatat Mencoba Keluar Jadetabek Selama PSBB

Megapolitan
Sudah Dua Hari Satpol PP Halau PKL yang Berdagang di Kota Tua

Sudah Dua Hari Satpol PP Halau PKL yang Berdagang di Kota Tua

Megapolitan
53 Persen Penghuni Rutan di Depok Dapat Remisi Idul Fitri

53 Persen Penghuni Rutan di Depok Dapat Remisi Idul Fitri

Megapolitan
Rem Blong, Bajaj Tabrak Bus Transjakarta, 1 Penumpang Tewas

Rem Blong, Bajaj Tabrak Bus Transjakarta, 1 Penumpang Tewas

Megapolitan
PSBB Bogor, Depok, Bekasi untuk Sementara Diperpanjang sampai 29 Mei, Sesuai PSBB Jabar

PSBB Bogor, Depok, Bekasi untuk Sementara Diperpanjang sampai 29 Mei, Sesuai PSBB Jabar

Megapolitan
275 Pengendara Tercatat Langgar PSBB pada Hari Lebaran

275 Pengendara Tercatat Langgar PSBB pada Hari Lebaran

Megapolitan
PSBB Depok Diperpanjang 3 Hari

PSBB Depok Diperpanjang 3 Hari

Megapolitan
Hari Pertama Lebaran, 2.727 Kendaraan Mencoba Keluar Jadetabek

Hari Pertama Lebaran, 2.727 Kendaraan Mencoba Keluar Jadetabek

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X