Sejak Perluasan Ganjil Genap, Kecepatan Kendaraan Diklaim Naik 9 Persen

Kompas.com - 23/08/2019, 14:39 WIB
Kendaraan bermotor melambat akibat terjebak kemacetan di kawasan Gatot Subroto, Jakarta Pusat, Kamis (8/8/2019). Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memutuskan untuk memperluas sistem pembatasan kendaraan bermotor berdasarkan nomor polisi ganjil dan genap. Sosialisasi perluasan ganjil genap dimulai dari 7 Agustus hingga 8 September 2019. Kemudian, uji coba di ruas jalan tambahan dimulai pada 12 Agustus sampai 6 September 2019. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGKendaraan bermotor melambat akibat terjebak kemacetan di kawasan Gatot Subroto, Jakarta Pusat, Kamis (8/8/2019). Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memutuskan untuk memperluas sistem pembatasan kendaraan bermotor berdasarkan nomor polisi ganjil dan genap. Sosialisasi perluasan ganjil genap dimulai dari 7 Agustus hingga 8 September 2019. Kemudian, uji coba di ruas jalan tambahan dimulai pada 12 Agustus sampai 6 September 2019.
Penulis Nursita Sari
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengklaim, uji coba perluasan aturan pembatasan kendaraan bermotor berdasarkan nomor polisi ganjil dan genap telah meningkatkan kecepatan dan waktu tempuh kendaraan.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo mengatakan, kecepatan kendaraan meningkat sembilan persen.

"Kecepatannya itu dari semula 25,65 kilometer/jam meningkat menjadi 28 kilometer/jam atau naik 9 persen. Waktu tempuhnya juga naik 10 persen," ujar Syafrin saat dihubungi, Jumat (23/8/2019).

Selain itu, Syafrin menyebut pengguna transjakarta juga meningkat setelah Pemprov DKI melakukan uji coba perluasan aturan ganjil genap.

Baca juga: Perluasan Ganjil Genap, Hunian Dekat Transportasi Umum Makin Diminati

"Untuk angkutan umum, (pengguna) transjakarta, juga naik 20 persen," kata dia.

Dengan adanya perluasan aturan ganjil genap, lanjut Syafrin, kualitas udara Jakarta juga meningkat.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Andono Warih sebelumnya menyampaikan, perbaikan kualitas udara diukur dari menurunnya konsentrasi polutan jenis PM 2,5 berdasarkan hasil pemantauan Stasiun Pemantauan Kualitas Udara (SPKU) Bundaran Hotel Indonesia.

"Perbaikan kualitas udara rerata 18,9 persen. Perluasan ganjil genap signifikan," ujar Andono, Selasa (20/8/2019).

Satu pekan sebelum perluasan ganjil genap, konsentrasi PM 2,5 rata-rata 63,29 mikrogram per meter kubik. Sementara satu pekan setelah ganjil genap diperluas, konsentrasi PM 2,5 menurun jadi 51,29 mikrogram per meter kubik.

Baca juga: Pengemudi Taksi Online Unjuk Rasa di Balai Kota Tuntut Pengecualian Ganjil Genap

Sementara itu, SPKU Kelapa Gading mencatat adanya penurunan konsentrasi PM 2,5 sebesar 7,57 mikrogram per meter kubik atau 13,51 persen dibandingkan satu pekan sebelum penerapan ganjil genap.

Aturan ganjil genap diperluas di 16 ruas jalan di Jakarta. Uji coba perluasan ganjil genap dimulai 12 Agustus 2019. Kebijakan itu rencananya akan diberlakukan pada 9 September 2019.



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Berenang Tanpa Pelampung, Seorang Kakek Tewas Tenggelam di Pantai Ancol

Berenang Tanpa Pelampung, Seorang Kakek Tewas Tenggelam di Pantai Ancol

Megapolitan
PPSU Disuruh Berendam di Saluran Air, Ketua DPRD DKI Minta Lurah Jelambar Dicopot

PPSU Disuruh Berendam di Saluran Air, Ketua DPRD DKI Minta Lurah Jelambar Dicopot

Megapolitan
Warga yang Rumahnya Ambruk di Matraman Mengadu ke Anggota DPRD DKI

Warga yang Rumahnya Ambruk di Matraman Mengadu ke Anggota DPRD DKI

Megapolitan
Puluhan Perempuan Demo DPRD Kota Bekasi, Minta Program Kartu Sehat Dilanjutkan

Puluhan Perempuan Demo DPRD Kota Bekasi, Minta Program Kartu Sehat Dilanjutkan

Megapolitan
Satpol PP Masih Berjaga di Kawasan Senen, Cegah PKL Jualan di Bahu Jalan Lagi

Satpol PP Masih Berjaga di Kawasan Senen, Cegah PKL Jualan di Bahu Jalan Lagi

Megapolitan
Selidiki Kasus Bayi Dibuang di Kolong Flyover Ciputat, Polisi Periksa CCTV

Selidiki Kasus Bayi Dibuang di Kolong Flyover Ciputat, Polisi Periksa CCTV

Megapolitan
Dirawat Setelah Digigit Ular, Pedagang di Pasar Kemirimuka Akhirnya Diizinkan Pulang

Dirawat Setelah Digigit Ular, Pedagang di Pasar Kemirimuka Akhirnya Diizinkan Pulang

Megapolitan
Mahasiswa Jayabaya Meninggal Saat Pendidikan Bela Negara

Mahasiswa Jayabaya Meninggal Saat Pendidikan Bela Negara

Megapolitan
Lurah Jelambar Disebut Masih Ikut Rapat Usai PPSU Berendam di Got

Lurah Jelambar Disebut Masih Ikut Rapat Usai PPSU Berendam di Got

Megapolitan
Kebakaran di Pabrik Tahu Bekasi, Seluruh Bangunan Ludes Dilalap Api

Kebakaran di Pabrik Tahu Bekasi, Seluruh Bangunan Ludes Dilalap Api

Megapolitan
Pemkot Minta PD Pasar Jaya Percepat Penataan Pasar Baru Metro Atom untuk PKL Senen

Pemkot Minta PD Pasar Jaya Percepat Penataan Pasar Baru Metro Atom untuk PKL Senen

Megapolitan
Kelompok Ormas Nyaris Bentrok di Jalan Raya Lenteng Agung

Kelompok Ormas Nyaris Bentrok di Jalan Raya Lenteng Agung

Megapolitan
Jadi Tersangka Penganiayaan, Gathan Saleh Masih Diburu Polisi

Jadi Tersangka Penganiayaan, Gathan Saleh Masih Diburu Polisi

Megapolitan
Jelang Natal dan Tahun Baru Harga Daging Ayam Naik di Kota Tangerang

Jelang Natal dan Tahun Baru Harga Daging Ayam Naik di Kota Tangerang

Megapolitan
Polisi Cari Identitas Pemalak Sopir Truk di Kawasan Jakpus yang Viral di Medsos

Polisi Cari Identitas Pemalak Sopir Truk di Kawasan Jakpus yang Viral di Medsos

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X