4 Terduga Anggota Geng Motor Kabur Saat Hendak Ditangkap Polisi

Kompas.com - 02/09/2019, 17:03 WIB
Ilustrasi geng motor KOMPAS.com / ABDUL HAQIlustrasi geng motor

JAKARTA, KOMPAS.com - Empat orang terduga anggota geng motor berusaha melarikan diri dari polisi. Empat orang itu kabur saat polisi hendak menangkap mereka di depan pesantren Miftahul Ulum, Cilandak, Jakarta Selatan, Sabtu (31/8/2019) lalu.

Yayat (34), pengajar pondok pesantren yang juga jadi saksi mata saat peristiwa itu terjadi, membenarkan peristiwa itu. Yayat mengatakan, semula terduga anggota geng motor itu terdiri dari lima orang. Ketika berpapasan dengan polisi, empat orang berusaha kabur.

"Yang ditangkap tapi nggak kabur satu , yang berusaha kabur tiga. Yang satu nggak ketangkap," kata Yayat di lokasi kejadian, Senin.

Baca juga: Kelompok Diduga Geng Motor Ditangkap Polisi di Depan Pesantren

Tiga orang tersebut sempat lari dari depan pesantren menuju arah Radio Dalam. Polisi yang datang dari arah Gandaria City mengejar mereka. Polisi sempat memberi tembakan peringatan agar tiga orang tersebut tidak kabur.

Petugas sekuriti setempat juga berusaha menghadang ketiga orang yang berusaha kabur tersebut.

Ketiga orang itu akhirnya ditangkap polisi tidak jauh dari pesantren.

Mereka ditangankap lantaran melakukan aksi tawuran di kawasan Jalan Antasari, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.  Mereka kabur karena polisi datang membubarkan aksi tersebut.



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sewa GrabWheels Dini Hari, Dua Pengguna Skuter Listrik Tewas Ditabrak Mobil

Sewa GrabWheels Dini Hari, Dua Pengguna Skuter Listrik Tewas Ditabrak Mobil

Megapolitan
Video Senonoh Diputar di Dalam Bus, Transjakarta Minta Maaf

Video Senonoh Diputar di Dalam Bus, Transjakarta Minta Maaf

Megapolitan
Sepekan Lalu Berjalan Pincang, Nunung Kini Siap Jalani Sidang Tuntutan

Sepekan Lalu Berjalan Pincang, Nunung Kini Siap Jalani Sidang Tuntutan

Megapolitan
Baju Bekas di Pasar Baru Tetap Eksis di Tengah Menjamurnya Online Shop

Baju Bekas di Pasar Baru Tetap Eksis di Tengah Menjamurnya Online Shop

Megapolitan
Polisi Gelar Rekonstruksi Perencanaan Bom Molotov oleh Dosen IPB

Polisi Gelar Rekonstruksi Perencanaan Bom Molotov oleh Dosen IPB

Megapolitan
DPRD DKI Hapus Anggaran untuk Rehabilitasi Rumah Dinas Lurah

DPRD DKI Hapus Anggaran untuk Rehabilitasi Rumah Dinas Lurah

Megapolitan
Bantah Tebang Pilih, Kuasa Hukum Kemenag Klaim Akan Ratakan Seluruh Bangunan di Lahan Proyek UIII

Bantah Tebang Pilih, Kuasa Hukum Kemenag Klaim Akan Ratakan Seluruh Bangunan di Lahan Proyek UIII

Megapolitan
JPO Akan Dipasang Alat yang Menonaktifkan Skuter Listrik Secara Otomatis

JPO Akan Dipasang Alat yang Menonaktifkan Skuter Listrik Secara Otomatis

Megapolitan
Rumah Aparat Lolos Penertiban Lahan untuk UIII, Warga Minta Keadilan

Rumah Aparat Lolos Penertiban Lahan untuk UIII, Warga Minta Keadilan

Megapolitan
Pemkot Tangsel Tolak Prioritaskan Pegawai Honorer dalam Pendaftaran CPNS

Pemkot Tangsel Tolak Prioritaskan Pegawai Honorer dalam Pendaftaran CPNS

Megapolitan
Penertiban Kampung Bulak, Warga: Bongkar Juga RS Sentra Medika!

Penertiban Kampung Bulak, Warga: Bongkar Juga RS Sentra Medika!

Megapolitan
Polemik Penebangan Pohon Angsana di Trotoar, Dianggap Rusak Drainase dan Diganti Tabebuya

Polemik Penebangan Pohon Angsana di Trotoar, Dianggap Rusak Drainase dan Diganti Tabebuya

Megapolitan
Pembuatan SKCK untuk CPNS di Polres Jakbar Naik Tiga Kali Lipat

Pembuatan SKCK untuk CPNS di Polres Jakbar Naik Tiga Kali Lipat

Megapolitan
220 Pelamar di Kota Bogor Sudah Mendaftar CPNS pada Hari Pertama

220 Pelamar di Kota Bogor Sudah Mendaftar CPNS pada Hari Pertama

Megapolitan
Diduga Mengantuk, Pengendara Motor Kecelakaan Tunggal di Klender

Diduga Mengantuk, Pengendara Motor Kecelakaan Tunggal di Klender

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X