Warga Berebut Berdoa dan Selfie di Tepi Makam Habibie di TMP Kalibata

Kompas.com - 12/09/2019, 16:10 WIB
Warga melayat sekaligus berswafoto dengan makam BJ Habibie di TMP Kalibata usai upacara pemakaman, Kamis (12/9/2019). KOMPAS.com / VITORIO MANTALEANWarga melayat sekaligus berswafoto dengan makam BJ Habibie di TMP Kalibata usai upacara pemakaman, Kamis (12/9/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Warga berduyun-duyun memasuki area Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta Selatan, usai berakhirnya upacara pemakaman Presiden ketiga RI BJ Habibie, Kamis (12/9/2019) siang.

Presiden Joko Widodo memimpin upacara pemakaman yang digelar secara militer.

Presiden kelima RI Megawati Soekarnoputri dan Presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono hadir dalam prosesi. Hadir pula, para pejabat dan tokoh nasional.

Setelah para tokoh meninggalkan lokasi, warga yang hadir lalu menghampiri makam Habibie.

Makam Habibie berada tepat di samping makam istrinya, Hasri Ainun Habibie.

Baca juga: Jokowi: Habibie Ilmuwan yang Meyakini, Tanpa Cinta Kecerdasan itu Berbahaya

Area makam Habibie yang dinaungi tenda berornamen merah-putih tak pelak disesaki massa.

Sebagian membawa keranjang berisi kembang untuk ditabur di atas pusara.

"Jangan dorong-dorong! Jangan ngelangkahin makam!" seru seseorang berupaya mengendalikan situasi.

"Ini makam jangan diinjak-injak, Bapak-bapak, Ibu-ibu!" seru yang lain.

"Ayo maju yang sudah foto gantian!"

Baca juga: Berkerumun Sepanjang Jalan, Warga Melambaikan Tangan hingga Hormat Saat Mobil Jenazah BJ Habibie Melintas

Beberapa pelayat memang tak melewatkan kesempatan berfoto di makam Habibie. Hampir seluruh warga yang datang menyentuh makam sang begawan teknologi itu.

Mereka juga melayangkan doa sembari duduk di tepi makam Habibie.

"Penghargaan terakhir, Mas. Kita rakyat biasa, Pak Habibie rendah hati, kita belum pernah ketemu. Walaupun Pak Habibie presiden, tapi kita ngerasa dekat," ujar Karim (46), pelayat asal Bogor, Jawa Barat.

Baca juga: Fakta BJ Habibie Tutup Usia, Penyebab hingga Kesan Presiden Jokowi

Lusiana (40), warga lain, mengaku hadir di TMP karena Habibie merupakan mantan presiden yang pertama dimakamkan di Jakarta.

"Soekarno di Blitar, Soeharto di mana saya lupa tapi kalau enggak salah kan di Jawa. Gus Dur di Tebuireng. Baru Pak Almarhum Habibie yang di Jakarta," ujar dia.

BJ Habibie meninggal dunia di RSPAD Gatot Soebroto pada Rabu (11/9/2019) malam. Ia meninggal usai menjalani perawatan intensif di rumah sakit sejak 1 September 2019.

Menurut putra Habibie, Thareq Kemal Habibie, sang ayahanda wafat karena faktor usia dan masalah pada jantungnya.

"Karena penuaan tersebut, organ-organ tubuh mengalami degradasi, menjadi tidak kuat lagi. Jantungnya menyerah," kata Thareq Kemal.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Terpidana Jadi Dirut Transjakarta, Ombudsman Pertanyakan Fit and Proper Test Pemprov DKI

Terpidana Jadi Dirut Transjakarta, Ombudsman Pertanyakan Fit and Proper Test Pemprov DKI

Megapolitan
8 Korban Kecelakaan Bus di Subang Masih Dirawat di RSUI Depok

8 Korban Kecelakaan Bus di Subang Masih Dirawat di RSUI Depok

Megapolitan
Virus Corona Bisa Dicegah, Ini Tips dari Sudin Kesehatan Jaktim

Virus Corona Bisa Dicegah, Ini Tips dari Sudin Kesehatan Jaktim

Megapolitan
Sidak ke Lokasi Revitalisasi Monas, Ketua DPRD DKI Minta Proyek Dihentikan

Sidak ke Lokasi Revitalisasi Monas, Ketua DPRD DKI Minta Proyek Dihentikan

Megapolitan
Bajing Loncat di Cilincing Manfaatkan Kemacetan Saat Beraksi

Bajing Loncat di Cilincing Manfaatkan Kemacetan Saat Beraksi

Megapolitan
Ini Kronologi Penemuan Mayat WN Austria di Kamar Indekos di Setiabudi

Ini Kronologi Penemuan Mayat WN Austria di Kamar Indekos di Setiabudi

Megapolitan
Kronologi Penumpang Transjakarta yang Diserang Perempuan hingga Leher Tersayat

Kronologi Penumpang Transjakarta yang Diserang Perempuan hingga Leher Tersayat

Megapolitan
Gugatan Reklamasi Pulau M, Gubernur Anies Menang di Tingkat Banding

Gugatan Reklamasi Pulau M, Gubernur Anies Menang di Tingkat Banding

Megapolitan
Warga BPI Keluhkan Tandon yang Dangkal, Camat Pamulang Ajukan Pengerukan Ke Dinas PU

Warga BPI Keluhkan Tandon yang Dangkal, Camat Pamulang Ajukan Pengerukan Ke Dinas PU

Megapolitan
PTUN Batalkan SK Anies soal Pencabutan Izin Reklamasi Pulau F

PTUN Batalkan SK Anies soal Pencabutan Izin Reklamasi Pulau F

Megapolitan
Dua Remaja di Cilincing Jadi Bajing Loncat untuk Main Game Online

Dua Remaja di Cilincing Jadi Bajing Loncat untuk Main Game Online

Megapolitan
Polisi Sebut Pria yang Tewas di Kamar Kost Setiabudi Merupakan Warga Austria

Polisi Sebut Pria yang Tewas di Kamar Kost Setiabudi Merupakan Warga Austria

Megapolitan
Beraksi di Ruang Publik, Eksibisionis Bisa Dijerat UU Pornoaksi tanpa Aduan Korban

Beraksi di Ruang Publik, Eksibisionis Bisa Dijerat UU Pornoaksi tanpa Aduan Korban

Megapolitan
Kamera ETLE Identifikasi Pelat Nomor Jakarta, Bagaimana dengan Pelanggaran oleh Plat Nomor Pendatang?

Kamera ETLE Identifikasi Pelat Nomor Jakarta, Bagaimana dengan Pelanggaran oleh Plat Nomor Pendatang?

Megapolitan
Dinkes DKI Minta Seluruh Petugas Medis Siapkan Alat Pelindung Diri Hadapi Pasien Corona

Dinkes DKI Minta Seluruh Petugas Medis Siapkan Alat Pelindung Diri Hadapi Pasien Corona

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X