Sidang Ditunda, Keluarga 29 Karyawan Sarinah Terdakwa Kerusuhan 21-22 Mei Kecewa

Kompas.com - 17/09/2019, 22:21 WIB
Para terdakwa kerusuhan 21-22 Mei di pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Selasa (17/9/2019). KOMPAS.com/CYNTHIA LOVAPara terdakwa kerusuhan 21-22 Mei di pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Selasa (17/9/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Sidang pembacaan tuntutan terhadap 29 karyawan Sarinah yang jadi terdakwa kerusuhan 21-22 Mei 2019 ditunda dan dijadwalkan akan digelar pada Kamis (19/9/2019) lusa.

Hal itu membuat keluarga dan kerabat para terdakwa yang datang untuk melihat sidang berlangsung jadi kecewa. 

“Kok bisa-bisanya sih ditunda. Ini gimana sih jaksanya, sudah nunggu lama juga,” ujar salah satu keluarga terdakwa.

Para anggota keluarga langsung memeluk erat para terdakwa sambil menangis saat keluar ruang sidang.


Baca juga: Jaksa Belum Siap, Tuntutan 29 Karyawan Sarinah Terkait Kerusuhan 21-22 Mei Ditunda

Nita (38), istri salah satu 29 karyawan Sarinah yang jadi terdakwa, mengaku sudah menunggu dari pukul 13.00 WIB. Namun, sidang itu ternyata harus ditunda. Nita mengaku kecewa dengan hal itu.

“Saya sudah tunggu dari jam 11.00 WIB terus diundur jam 14.00 WIB terus mundur lagi. Kalau tidak bisa ngomong dari tadi dong. Kecewalah saya,” kata Nita.

Fahmi (40) juga mengatakan hal yang sama. Ia mengatakan, suaminya telah ditahan selama empat bulan di rumah tahanan Polda Metro Jaya.

Menurut dia, penundaan sidang membuat dirinya semakin lama untuk bisa bertemu dengan suaminya.

“Bagi saya itu seminggu itu kaya setahun gak ketemu. Kalau ini ditunda gimana jadinya, jadi semakin lama,” ucapnya.

Sebanyak 29 karyawan gedung Sarinah didakwa ikut membantu para perusuh saat kerusuhan 21-22 Mei. Mereka disebut telah mengizinkan para perusuh masuk ke dalam gedung, memberi mereka minum dan air untuk cuci muka sehingga para perusuh itu jadi segar dan kembali melanjutkan aksi melawan aparat.

Para terdakwa didakwakan dengan Pasal 214 jo 56 KUHP dan Pasal 216 ayat 1 atau Pasal 218 KUHP.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Besok, Pembahasan APBD DKI 2020 Akan Dimulai di Masing-masing Komisi

Besok, Pembahasan APBD DKI 2020 Akan Dimulai di Masing-masing Komisi

Megapolitan
Rencana Kenaikan UMP DKI Jadi Rp 4,2 Juta Ditanggapi Pesimistis Jurnalis

Rencana Kenaikan UMP DKI Jadi Rp 4,2 Juta Ditanggapi Pesimistis Jurnalis

Megapolitan
NP, Ibu yang Bunuh Anaknya di Kebon Jeruk Dikenal sebagai Sosok Tertutup

NP, Ibu yang Bunuh Anaknya di Kebon Jeruk Dikenal sebagai Sosok Tertutup

Megapolitan
Pemprov DKI Siapkan 4 Desain Penataan Trotoar

Pemprov DKI Siapkan 4 Desain Penataan Trotoar

Megapolitan
52 Rumah di Bidara Cina Terbakar

52 Rumah di Bidara Cina Terbakar

Megapolitan
Jadi Ajudan Ma'ruf, Kombes Sabilul Dikenal sebagai Polisi Santri yang Dekat dengan Warga

Jadi Ajudan Ma'ruf, Kombes Sabilul Dikenal sebagai Polisi Santri yang Dekat dengan Warga

Megapolitan
Minta Bertemu Jokowi, Ini Isi 9 Pesan yang Akan Disampaikan BEM SI

Minta Bertemu Jokowi, Ini Isi 9 Pesan yang Akan Disampaikan BEM SI

Megapolitan
Soal Kampung Akuarium, Ketua DPRD DKI Minta Anies Teruskan Kebijakan Ahok

Soal Kampung Akuarium, Ketua DPRD DKI Minta Anies Teruskan Kebijakan Ahok

Megapolitan
Bunga Bangkai Muncul di Tanah Lapang Hebohkan Warga Ciputat

Bunga Bangkai Muncul di Tanah Lapang Hebohkan Warga Ciputat

Megapolitan
Kenangan Tetangga akan Sosok Ma'ruf Amin, Pengajian Rutin hingga Lari Pagi

Kenangan Tetangga akan Sosok Ma'ruf Amin, Pengajian Rutin hingga Lari Pagi

Megapolitan
Ahmad Syaikhu Harus Mundur dari DPR Setelah Sah Jadi Cawagub DKI

Ahmad Syaikhu Harus Mundur dari DPR Setelah Sah Jadi Cawagub DKI

Megapolitan
Besi Keropos dan Kelebihan Beban Kabel Diduga Jadi Penyebab Tiang Listrik Roboh di Kebon Jeruk

Besi Keropos dan Kelebihan Beban Kabel Diduga Jadi Penyebab Tiang Listrik Roboh di Kebon Jeruk

Megapolitan
Pemprov DKI: Baru 16 Persen Trotoar di Jakarta yang Ditata

Pemprov DKI: Baru 16 Persen Trotoar di Jakarta yang Ditata

Megapolitan
Nadiem Jadi Menteri, Pengemudi Ojol: Semoga Keluh Kesah Kita Mudah Didengar Pemerintah

Nadiem Jadi Menteri, Pengemudi Ojol: Semoga Keluh Kesah Kita Mudah Didengar Pemerintah

Megapolitan
Mahasiswa Bubar, Arus Lalu Lintas Sekitar Istana Merdeka Normal Kembali

Mahasiswa Bubar, Arus Lalu Lintas Sekitar Istana Merdeka Normal Kembali

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X