Trotoar di Median Jalan Raya Kalimalang Tidak Akan Dibongkar

Kompas.com - 19/09/2019, 14:51 WIB
Petugas Dinas Perhubungan DKI Jakarta tampak mengatur arus lalu lintas dari trotoar di median Jalan Raya Kalimalang, Duren Sawit, Jakarta Timur, Senin (16/9/2019). Dokumentasi Sudinhub Jakarta TimurPetugas Dinas Perhubungan DKI Jakarta tampak mengatur arus lalu lintas dari trotoar di median Jalan Raya Kalimalang, Duren Sawit, Jakarta Timur, Senin (16/9/2019).
Penulis Dean Pahrevi
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Trotoar di median Jalan Raya Kalimalang, Duren Sawit, Jakarta Timur, tidak jadi dibongkar.

Kepastian ini diketahui setelah terjadi pertemuan antara Dinas Bina Marga DKI Jakarta dan pengembang Tol Becakayu terkait permasalahan trotoar tersebut.

Kepala Seksi Lalu Lintas Suku Dinas Perhubungan Jakarta Timur Andreas Eman mengatakan, jalur lambat yang terletak di belakang trotoar tersebut akan dijadikan taman.

Baca juga: Jalur di Belakang Trotoar di Kalimalang Bakal Dibuat Taman

"Hasil forum rapat kemarin, tidak dibongkar, cuma dibagusin, nah yang tadinya jalan lambat itu jalur lambat dijadikan taman, jadi lebih indah, lebih asri lebih hijau, jadi tidak boleh dilewatin," kata Eman saat dikonfirmasi wartawan, Kamis (19/9/2019).

Eman menambahkan, hal itu sesuai Detailed Engineering Design (DED) atau perencanaan pengembang Tol Becakayu terkait kompensasi jalan tersebut yang terkena dampak pembangunan infrastruktur Tol Becakayu sebelumnya.

"Jadi (pengembang) Tol Becakayu mengklaim dia sudah mengembalikan apa yang sudah dia pakai. jadi kompensasi, istilahnya sesuai dengan existing lah," ujar Eman.

Baca juga: Pembongkaran Trotoar di Tengah Jalan Raya Kalimalang, Tak Semudah yang Dibayangkan...

Adapun rencana pembangunan taman di jalur lambat tersebut masih menunggu kesiapan pengembang Tol Becakayu.

Sebelumnya, trotoar di Jalan Raya Kalimalang yang terletak di tengah jalan itu dikeluhkan pengendara karena membahayakan.

Trotoar juga dinilai mempersempit jalan dan kerap menimbulkan macet saat jam sibuk.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Begini Cara MRT Jakarta Relokasi Pohon di Monas dan Thamrin yang Terkena Proyek

Begini Cara MRT Jakarta Relokasi Pohon di Monas dan Thamrin yang Terkena Proyek

Megapolitan
Gumpalan Minyak di Perairan Pulau Pari Diduga Berasal dari Kapal yang Melintas

Gumpalan Minyak di Perairan Pulau Pari Diduga Berasal dari Kapal yang Melintas

Megapolitan
Dirut Sebut Pengerjaan MRT Fase 2A Bagian dari Pemulihan Ekonomi

Dirut Sebut Pengerjaan MRT Fase 2A Bagian dari Pemulihan Ekonomi

Megapolitan
Perairan Pulau Pari Dibersihkan dari Limbah Gumpalan Minyak, Terkumpul 380 Karung

Perairan Pulau Pari Dibersihkan dari Limbah Gumpalan Minyak, Terkumpul 380 Karung

Megapolitan
Dituduh Culik Anak hingga Fotonya Disebar, Pria di Bogor Lapor Polisi

Dituduh Culik Anak hingga Fotonya Disebar, Pria di Bogor Lapor Polisi

Megapolitan
40 Truk Keliling Tangerang Semprot Disinfektan, Wakil Walkot Sebut untuk Ingatkan Pandemi Belum Usai

40 Truk Keliling Tangerang Semprot Disinfektan, Wakil Walkot Sebut untuk Ingatkan Pandemi Belum Usai

Megapolitan
UPDATE 10 Agustus: 17 RW di 15 Kelurahan Kota Bekasi Masuk Zona Merah

UPDATE 10 Agustus: 17 RW di 15 Kelurahan Kota Bekasi Masuk Zona Merah

Megapolitan
UPDATE 11 Agustus: Bertambah 10, Kasus Covid-19 di Kota Tangerang Kini Ada 647

UPDATE 11 Agustus: Bertambah 10, Kasus Covid-19 di Kota Tangerang Kini Ada 647

Megapolitan
Dituding Lecehkan Anak-anak secara Seksual, Pria di Citayam Nyaris Diamuk Warga

Dituding Lecehkan Anak-anak secara Seksual, Pria di Citayam Nyaris Diamuk Warga

Megapolitan
Perairan Pulau Pari Tercemar Gumpalan Minyak Berwarna Hitam

Perairan Pulau Pari Tercemar Gumpalan Minyak Berwarna Hitam

Megapolitan
Zona Merah Covid-19 di Kota Tangerang Kembali Bertambah

Zona Merah Covid-19 di Kota Tangerang Kembali Bertambah

Megapolitan
Hujan Deras dan Saluran Air Tersumbat, Kawasan Lenteng Agung Sempat Terendam

Hujan Deras dan Saluran Air Tersumbat, Kawasan Lenteng Agung Sempat Terendam

Megapolitan
Setelah Anji, Polisi Panggil Hadi Pranoto Terkait Video Temuan Obat Covid-19

Setelah Anji, Polisi Panggil Hadi Pranoto Terkait Video Temuan Obat Covid-19

Megapolitan
Tak Ada Dana, Insentif Tukang Gali Kubur dan Sopir Ambulans Khusus Covid-19 di Jakarta Tertunda

Tak Ada Dana, Insentif Tukang Gali Kubur dan Sopir Ambulans Khusus Covid-19 di Jakarta Tertunda

Megapolitan
Sejumlah Warga Mengamuk Saat Razia Masker, Banting Dompet hingga Minta Dipenjara

Sejumlah Warga Mengamuk Saat Razia Masker, Banting Dompet hingga Minta Dipenjara

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X