Menit Demi Menit Demo Mahasiswa Ricuh di DPR, Demonstran Melawan hingga Kehadiran Oknum Perusuh

Kompas.com - 25/09/2019, 10:27 WIB
Sejumlah mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia berunjuk rasa di depan gedung DPR, Jakarta, Selasa (24/9/2019). Aksi demonstrasi di DPR kembali digelar hari ini sebagai bentuk penolakan segala upaya pelemahan terhadap pemberantasan korupsi serta mendesak pemerintah dan DPR mencabut UU KPK yang sudah disahkan. ANTARA FOTO/MUHAMMAD ADIMAJASejumlah mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia berunjuk rasa di depan gedung DPR, Jakarta, Selasa (24/9/2019). Aksi demonstrasi di DPR kembali digelar hari ini sebagai bentuk penolakan segala upaya pelemahan terhadap pemberantasan korupsi serta mendesak pemerintah dan DPR mencabut UU KPK yang sudah disahkan.
Penulis Jessi Carina
|

Barikade polisi terpaksa mundur setelah massa melawan dengan melempari bambu, batu, hingga petasan.

Saat itu, polisi hanya berlindung di bawah tameng yang dibawa. Empat mobil water cannon kemudian dikerahkan untuk menyemprotkan air ke arah massa.

Setelah mundur sekitar 300 meter, pasukan Brimob kemudian melawan dengan menembakan gas air mata lagi.

Kericuhan yang sama juga terjadi di sekitar Jakarta Convention Center pada pukul 18.35 WIB. Mahasiswa berusaha mengepung polisi yang sedang berada di dalam JCC. Polisi sempat meminta para mahasiswa untuk mundur, tetapi mereka bergeming.

Polisi pun melempar flare untuk membubarkan mereka.

Pukul 20.30 WIB, pasukan marinir turun

Selepas magrib, kericuhan terus terjadi di sejumlah titik. Tembakan gas air mata terdengar di mana-mana. Pada pukul 20.30 WIB, pasukan TNI dari kesatuan Marinir Kodam Jaya mulai turun untuk membantu mengamankan demo.

Baca juga: Pasukan Marinir Mendekati Massa di Senayan, Mahasiswa Berhenti Melawan

Massa yang semula melempari Brimob dengan batu kemudian berhenti melakukan pelemparan. Mereka menyambut baik kedatangan Marinir.

Puluhan Marinir tersebut berada di dekat barisan mahasiswa untuk meredam amarah massa.

Pukul 21.30 WIB, pembakaran pos polisi oleh oknum

Pukul 21.30 WIB, situasi di sejumlah titik sudah mulai terkendali. Namun di titik lain suasana masih panas. Massa yang entah berasal dari mana membakar sejumlah pos polisi, salah satunya Pos Polisi Palmerah.

Berdasarkan siaran Kompas TV, massa masih bentrok dengan aparat Kepolisian pukul 22.45 WIB. Massa berkumpul di jalan selepas flyover menuju simpang Slipi. Sementara aparat Kepolisian membentuk barikade di atas flyover.

Meski polisi menembakan gas air mata berkali-kali, massa tidak bubar.

Mereka melawan dengan melempari polisi dengan batu. Massa juga membakar barang-barang di tengah jalan.

Tidak semua orang yang terlibat kerusuhan tersebut adalah mahasiswa yang berdemo di depan Kompleks Parlemen Senayan. Sebagian orang tidak memakai jaket almamater.

Pukul 22.15 WIB, Jalan Gatot Subroto dibuka

Sementara pembakaran berlangsung, suasana di Jalan Gatot Subroto berangsur normal. Pukul 22.15 WIB, jalan yang menjadi lokasi utama demo itu sudah bisa dilalui kendaraan.

Baca juga: Massa Pendemo Bubar, Jalan Gatot Subroto Berangsur-angsur Dapat Dilalui

Beberapa pengendara yang melintas di kawasan itu tampak merasakan efek gas air mata yang masih tersisa. Ada yang bersin, mengucek mata, bahkan ada yang mencuci muka

Pukul 23.10 WIB, bentrokan oknum perusuh

Suasana kondusif tidak berlangsung lama malam itu. Bentrokan tidak lagi murni antara mahasiswa dengan polisi. Hal ini terlihat dari pakaian massa yang terlibat dalam bentrokan itu.

Massa tidak memakai jas almamater seperti yang dikenakan mahasiswa sejak pagi. Sebagian mengenakan sandal jepit. Bahkan, ada yang hanya mengenakan celana pendek. Banyak pula yang mengenakan masker wajah, kain penutup wajah hingga jaket dengan tudung kepala.

Bentrokan itu salah satunya terjadi di sepanjang Jalan Tentara Pelajar atau di belakang Kompleks Parlemen Senayan.

Pukul 23.10 WIB, polisi berkumpul di sekitar Lapangan Tembak. Massa melempar polisi dengan batu.

Mereka berteriak mencaci aparat polisi dan memberi instruksi sesama mereka agar tetap waspada. Tidak ada lagi seruan tentang tuntutan yang sejak pagi disuarakan pemuda-pemudi berjaket almamater di depan Gedung DPR.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

KRL Padat, Masih Ada Penumpang yang Belum Gunakan Masker

KRL Padat, Masih Ada Penumpang yang Belum Gunakan Masker

Megapolitan
Tak Ada Siaran Langsung, Masyarakat Tak Bisa Saksikan Pemilihan Wagub DKI

Tak Ada Siaran Langsung, Masyarakat Tak Bisa Saksikan Pemilihan Wagub DKI

Megapolitan
Pandemi Covid-19, Wali Kota Minta Restoran dan Rumah Makan di Depok Tak Layani Makan di Tempat

Pandemi Covid-19, Wali Kota Minta Restoran dan Rumah Makan di Depok Tak Layani Makan di Tempat

Megapolitan
1.151 Pasien Positif Covid-19 di Jakarta, Ini 14 Kelurahan dengan Kasus Terbanyak

1.151 Pasien Positif Covid-19 di Jakarta, Ini 14 Kelurahan dengan Kasus Terbanyak

Megapolitan
Pemkot Klaim Kampung Siaga Covid-19 Sudah Jangkau 80 Persen Wilayah Depok

Pemkot Klaim Kampung Siaga Covid-19 Sudah Jangkau 80 Persen Wilayah Depok

Megapolitan
Begini Mekanisme Pemilihan Wagub DKI di Tengah Pandemi Covid-19

Begini Mekanisme Pemilihan Wagub DKI di Tengah Pandemi Covid-19

Megapolitan
Polisi Tindak Warga Berkerumun meski Belum Ditetapkan PSBB, Ini Penjelasan Kepolisian

Polisi Tindak Warga Berkerumun meski Belum Ditetapkan PSBB, Ini Penjelasan Kepolisian

Megapolitan
11 Pasar Tradisional Kota Bekasi Segera Terapkan Sistem Jual Beli Online

11 Pasar Tradisional Kota Bekasi Segera Terapkan Sistem Jual Beli Online

Megapolitan
Gedung Bekas Rumah Sakit Akan Dijadikan Ruang Isolasi Kasus Covid-19, Warga Kedaung Pamulang Menolak

Gedung Bekas Rumah Sakit Akan Dijadikan Ruang Isolasi Kasus Covid-19, Warga Kedaung Pamulang Menolak

Megapolitan
1.151 Pasien Positif Covid-19 Tersebar di 202 Kelurahan, Ini Rinciannya

1.151 Pasien Positif Covid-19 Tersebar di 202 Kelurahan, Ini Rinciannya

Megapolitan
[UPDATE] Covid-19 di Jakarta: 1.151 Positif, 64 Sembuh, 123 Meninggal

[UPDATE] Covid-19 di Jakarta: 1.151 Positif, 64 Sembuh, 123 Meninggal

Megapolitan
Kisah Kevin, Jadi Petugas Misa Live Streaming untuk Pelayanan Umat yang Berada di Rumah

Kisah Kevin, Jadi Petugas Misa Live Streaming untuk Pelayanan Umat yang Berada di Rumah

Megapolitan
Di Tengah Pandemi Corona, Pemilihan Wagub DKI Tetap Dilaksanakan Siang Ini

Di Tengah Pandemi Corona, Pemilihan Wagub DKI Tetap Dilaksanakan Siang Ini

Megapolitan
Awas, Lupa Pakai Masker Bakal Dilarang Naik MRT

Awas, Lupa Pakai Masker Bakal Dilarang Naik MRT

Megapolitan
Pemkot Bekasi Akan Tangkap Masyarakat yang Nekat Nongkrong di Luar Rumah

Pemkot Bekasi Akan Tangkap Masyarakat yang Nekat Nongkrong di Luar Rumah

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X