Kompas.com - 30/09/2019, 19:11 WIB
Pukul 16.38 WIB situasi palmerah pecah, massa mulai melempari aparat dengan botol plastik berisi air juga dengan batu kerikir pinggir rel. Polisi membalas dengan coba memberi peringatan lewat tembakan gas air mata. KOMPAS.com/BONFILIO MAHENDRA WAHANAPUTRA LADJARPukul 16.38 WIB situasi palmerah pecah, massa mulai melempari aparat dengan botol plastik berisi air juga dengan batu kerikir pinggir rel. Polisi membalas dengan coba memberi peringatan lewat tembakan gas air mata.

JAKARTA, KOMPAS.com - Kereta rel listrik (KRL) tujuan akhir Stasiun Serpong pecah kaca karena dilempari batu oleh sekelompok massa yang tak dikenal.

Peristiwa itu terjadi di lintasan antara Stasiun Kebayoran–Stasiun Pondok Ranji. Pelemparan ini terjadi pada Senin (30/9/2019) sore.

"Kaca yang pecah di kedua sisi kanan dan kirim mengindikasikan pelemparan ini sengaja dilakukan oleh sekelompok orang tersebut terhadap KRL yang melintas," ujar Vice President Corporate Communications PT KCI, Anne Purba dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Senin (30/9/2019).

Menurut Anne, tindakan tersebut sangat berbahaya untuk penumpang di dalam. Bahkan perlakuan tersebut mengancam keselamatan para pengguna dan petugas yang berada di dalam KRL.

Baca juga: Akibat Demo, KRL Tak Berhenti di Stasiun Tanah Abang dan Palmerah

Hal tersebut sudah dijelaskan dalam Undang-Undang 23 tahun 2007 tentang Perkeretaapian. Undang-Undang tersebut dengan tegas mengatur larangan bagi setiap orang untuk berada di ruang manfaat jalur kereta api dan melakukan perbuatan yang mengakibatkan rusaknya sarana dan prasarana perkeretaapian.

"Ini perlu dipahami bersama, termasuk oleh mereka yang beraktifitas di sekitar jalur rel kereta api," tuturnya.

Anne mengimbau, para penumpang yang menaiki KRL tetap menjaga keselamatan.

"Kita juga mengajak semua pihak untuk tetap menjaga keselamatan dan ketertiban bersama," katanya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Street Race Perdana di Ancol Rampung, Pebalap: Dulu Kucing-kucingan dengan Polisi, Sekarang Difasilitasi

Street Race Perdana di Ancol Rampung, Pebalap: Dulu Kucing-kucingan dengan Polisi, Sekarang Difasilitasi

Megapolitan
Belasan Sekolah Ditutup akibat Covid-19, Disdik DKI Jakarta: Tak Ada Perubahan Kebijakan PTM 100 Persen

Belasan Sekolah Ditutup akibat Covid-19, Disdik DKI Jakarta: Tak Ada Perubahan Kebijakan PTM 100 Persen

Megapolitan
Guncangan Gempa Magnitudo 5,4 di Bayah Banten Pagi Ini Terasa hingga Jakarta Timur

Guncangan Gempa Magnitudo 5,4 di Bayah Banten Pagi Ini Terasa hingga Jakarta Timur

Megapolitan
Mengapa Pemprov DKI Ngotot Gelar PTM meski Sudah Muncul Kasus Covid-19 di 15 Sekolah? Ini Alasannya

Mengapa Pemprov DKI Ngotot Gelar PTM meski Sudah Muncul Kasus Covid-19 di 15 Sekolah? Ini Alasannya

Megapolitan
Anggota TNI AD Tewas Dikeroyok di Jakarta Utara, Polisi Amankan Seorang Pelaku

Anggota TNI AD Tewas Dikeroyok di Jakarta Utara, Polisi Amankan Seorang Pelaku

Megapolitan
Kronologi Melesatnya Omicron di Jakarta, Capai 720 Kasus dalam Sebulan

Kronologi Melesatnya Omicron di Jakarta, Capai 720 Kasus dalam Sebulan

Megapolitan
Rencana Kenaikan Tarif KRL Rp 2.000 untuk 25 Kilometer Pertama Tuai Pro dan Kontra

Rencana Kenaikan Tarif KRL Rp 2.000 untuk 25 Kilometer Pertama Tuai Pro dan Kontra

Megapolitan
UPDATE 16 Januari: Tambah 24 Kasus di Kota Tangerang, 150 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

UPDATE 16 Januari: Tambah 24 Kasus di Kota Tangerang, 150 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Megapolitan
Usai Giring Terperosok ke Kubangan Lumpur, Gubernur Anies Undang Nidji Check Sound di JIS

Usai Giring Terperosok ke Kubangan Lumpur, Gubernur Anies Undang Nidji Check Sound di JIS

Megapolitan
Omicron di Jakarta Meluas, Gejala Ringan tapi Tak Boleh Dianggap Enteng

Omicron di Jakarta Meluas, Gejala Ringan tapi Tak Boleh Dianggap Enteng

Megapolitan
Kasus Covid-19 Terus Meluas ke Sekolah-sekolah di Jakarta, Belajar Tatap Muka Masih Berjalan

Kasus Covid-19 Terus Meluas ke Sekolah-sekolah di Jakarta, Belajar Tatap Muka Masih Berjalan

Megapolitan
Pemkot Tangsel Kirim Bantuan 200 Paket Sembako untuk Korban Gempa Sumur Banten

Pemkot Tangsel Kirim Bantuan 200 Paket Sembako untuk Korban Gempa Sumur Banten

Megapolitan
Alarm Bahaya dari Jakarta, Kasus Covid-19 Meningkat Signifikan dan Jadi Medan Perang Pertama Hadapi Omicron

Alarm Bahaya dari Jakarta, Kasus Covid-19 Meningkat Signifikan dan Jadi Medan Perang Pertama Hadapi Omicron

Megapolitan
Acungkan Sajam ke Arah Warga Cimanggis, Pelaku Disebut Masih Berkaitan dengan Geng Tipar dan KM29

Acungkan Sajam ke Arah Warga Cimanggis, Pelaku Disebut Masih Berkaitan dengan Geng Tipar dan KM29

Megapolitan
Lanjutan Sidang Kasus Terorisme Munarman Hari Ini, JPU Hadirkan Saksi

Lanjutan Sidang Kasus Terorisme Munarman Hari Ini, JPU Hadirkan Saksi

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.