Ini Tiga Trotoar di Jakarta Pusat yang Akan Ditata untuk Berbagi dengan PKL

Kompas.com - 08/10/2019, 09:18 WIB
Kondisi Jalan Kramat Raya, Senen, Jakarta Pusat, Selasa (10/9/2019). KOMPAS.com/CYNTHIA LOVAKondisi Jalan Kramat Raya, Senen, Jakarta Pusat, Selasa (10/9/2019).
Penulis Cynthia Lova
|


JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Wali Kota Jakarta Pusat Irwandi berujar akan menata tiga trotoar untuk pedagang kaki lima ( PKL) di Jakarta Pusat.

Tiga trotoar yang nantinya akan ditata untuk berbagi dengan lapak PKL adalah trotoar Cikini, Agus Salim, dan Senen.

Trotoar itu nantinya akan dilebarkan menjadi delapan meter. Jadi trotoar bisa digunakan pedagang dua setengah meter sisanya buat pejalan kaki,” ucap Irwandi saat dikonfirmasi, Selasa (8/10/2019).

Irwandi mengatakan, trotoar itu nantinya akan ditata layaknya trotoar di luar negeri.

Bahkan, nantinya gerobak-gerobak PKL yang berjualan di atas trotoar akan dihias. Sehingga trotoar itu terlihat rapi dan sedap dipandang.

Baca juga: Wakil Walkot Jakpus Pastikan PKL Tak Akan Ganggu Pejalan Kaki di Trotoar

“Jadi gerobaknya kios nanti kecil yang indah ada lampunya jadi hiasan kota. Pedagangnya kami akurasi, nantinya seperti di luar negeri,” ucap Irwandi.

Saat ini Pemkot Jakarta Pusat juga sedang menyusun detail engineering design (DED) bersama dengan Bank DKI.

“Sudah mulai kami persiapkan gambar desainnya. Karena persetujuan Pak Gubernur, kami sudah minta tolong Bank DKI untuk siapkan,” katanya.

Baca juga: Gubernur Anies: PKL di Trotoar demi Kesetaraan

Menurut dia, dengan adanya para PKL di trotoar akan memudahkan pejalan kaki ketika mencari makan maupun minuman.

“Jadi kalau jalan belum ada tempat buat minum kan kaget. Jadi kalau ada yang ribut kok trotoar dipakai lagi berarti dia enggak paham. Biasanya orang itu jalan enak kalau bisa belanja di satu meter, dua meter trotoar,” katanya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Surat Suara yang Diterima KPU Tangsel Kurang 1.035 Lembar

Surat Suara yang Diterima KPU Tangsel Kurang 1.035 Lembar

Megapolitan
Direksi RS Ummi dan MER-C Penuhi Panggilan Polisi soal Kontroversi Tes Swab Rizieq Shihab

Direksi RS Ummi dan MER-C Penuhi Panggilan Polisi soal Kontroversi Tes Swab Rizieq Shihab

Megapolitan
Pemkot Bekasi Akan Tambah Tempat Tidur Pasien Covid-19 di Stadion Patriot

Pemkot Bekasi Akan Tambah Tempat Tidur Pasien Covid-19 di Stadion Patriot

Megapolitan
854 Surat Suara Pilkada Tangsel Cacat, Bakal Dimusnahkan Jelang Pencoblosan

854 Surat Suara Pilkada Tangsel Cacat, Bakal Dimusnahkan Jelang Pencoblosan

Megapolitan
Polisi Tangkap Komplotan Begal Pesepeda, Pemimpinnya Ditembak Mati

Polisi Tangkap Komplotan Begal Pesepeda, Pemimpinnya Ditembak Mati

Megapolitan
Positif Covid-19, Wagub DKI Disebut OTG

Positif Covid-19, Wagub DKI Disebut OTG

Megapolitan
Total Kasus Terkonfirmasi Covid-19 di Kota Bekasi Tembus 10.000, Pemkot: Tidak Ada Masalah

Total Kasus Terkonfirmasi Covid-19 di Kota Bekasi Tembus 10.000, Pemkot: Tidak Ada Masalah

Megapolitan
Wisma Atlet Dikhawatirkan Penuh Jika Tak Ada Penurunan Kasus Covid-19

Wisma Atlet Dikhawatirkan Penuh Jika Tak Ada Penurunan Kasus Covid-19

Megapolitan
Kontroversi Kepulangan Rizieq Shihab dari RS Ummi Bogor Saat Hasil Tes Swab Belum Diketahui

Kontroversi Kepulangan Rizieq Shihab dari RS Ummi Bogor Saat Hasil Tes Swab Belum Diketahui

Megapolitan
Wagub DKI Positif Covid-19, Pejabat Pemprov DKI Bakal Dites Swab

Wagub DKI Positif Covid-19, Pejabat Pemprov DKI Bakal Dites Swab

Megapolitan
Jelang Masa Tenang, Muhamad-Sara Bakal Sering Blusukan di Tangsel

Jelang Masa Tenang, Muhamad-Sara Bakal Sering Blusukan di Tangsel

Megapolitan
Ular Kobra Jawa Sepanjang 1,5 Meter Ditemukan di Dalam Tong

Ular Kobra Jawa Sepanjang 1,5 Meter Ditemukan di Dalam Tong

Megapolitan
Pengurus Gereja di Depok yang Cabuli Anak-anak Bimbingannya Dituntut 11 Tahun Penjara

Pengurus Gereja di Depok yang Cabuli Anak-anak Bimbingannya Dituntut 11 Tahun Penjara

Megapolitan
94 Keluarga di Cipinang Besar Selatan Hidup Berdampingan dengan TPU

94 Keluarga di Cipinang Besar Selatan Hidup Berdampingan dengan TPU

Megapolitan
2 Polisi Gadungan Ditangkap di Bekasi, Nenteng Pistol Korek Api Peras 3 Korban

2 Polisi Gadungan Ditangkap di Bekasi, Nenteng Pistol Korek Api Peras 3 Korban

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X