Kompas.com - 29/10/2019, 05:39 WIB
Foto ilustrasi pelecehan seksual Josephus PrimusFoto ilustrasi pelecehan seksual

AM hanya segelintir dari deretan korban pelecehan seksual di ruang publik yang berani melawan balik.

Dalam beberapa keadaan, korban pelecehan seksual seperti tak sanggup melawan karena begitu terguncang.

Keberanian tersebut timbul setelah ia, menurut pengakuannya, acapkali mendapatkan pelecehan seksual secara verbal di ruang-ruang publik.

"Saya tuh enggak sekali atau dua kali di-catcalling. Awal-awal saya takut kalau di-catcall atau dipanggil yang aneh-aneh. Tapi, makin hari makin ngerasa, ngapain gue takut? Kalau misalkan takut, dia (pelaku) makin menjadi-jadi, terpuaskan, (berpikir) 'oh, korbannya malah takut'," anggap dia.

Beberapa kali dilecehkan secara verbal bahkan sampai membuat AM seperti tak mempersoalkannya, kendati tindakan seperti itu tak layak dijadikan lazim.

Maka, ketika pelecehan seksual menimpa dirinya melalui kontak fisik, AM melawan.

Ia menghardik pelaku, memintanya balik badan, menuduhnya penjahat kelamin, dan tanpa takut mengancam akan memfoto tampangnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baginya, perlawanan ini sama besarnya dengan perlawanan kalangan perempuan mendobrak hegemoni budaya patriarki di Indonesia yang kerap meminggirkan kalangan perempuan dan menjadikannya objek semata.

"Ya enggak bisa, gue harus berani. Enggak mau tahu, gue harus ngomong kalau ini enggak benar. Bodo amat orang-orang melihat gue aneh. Ini kan sudah ranah privasi gue banget," ujar AM

Ke depan, AM mengaku belum akan menyiapkan peralatan guna menyerang pelaku pelecehan seksual.

"Lebih aware saja, benda-benda memang diperlukan. Tali, kalau masih bisa diverbalin, masih mempan, ya diverbalin saja," tutupnya.

Halaman:


Video Rekomendasi

25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rumah Makan Seafood di Tambora Kemalingan, Laptop dan Motor Dicuri

Rumah Makan Seafood di Tambora Kemalingan, Laptop dan Motor Dicuri

Megapolitan
3.390 Jenazah Dimakamkan dengan Protokol Covid-19 di TPU Padurenan Bekasi

3.390 Jenazah Dimakamkan dengan Protokol Covid-19 di TPU Padurenan Bekasi

Megapolitan
Pandemi Covid-19 Belum Reda, Pemkot Larang Warga Tangsel Gelar Perlombaan 17 Agustus

Pandemi Covid-19 Belum Reda, Pemkot Larang Warga Tangsel Gelar Perlombaan 17 Agustus

Megapolitan
Gelar Balap Liar di Jalan Asia Afrika, Polisi Amankan 25 Kendaraan

Gelar Balap Liar di Jalan Asia Afrika, Polisi Amankan 25 Kendaraan

Megapolitan
Temuan BPK, Pemprov DKI Salurkan KJP Plus Rp 2,3 Miliar ke Siswa yang Sudah Lulus

Temuan BPK, Pemprov DKI Salurkan KJP Plus Rp 2,3 Miliar ke Siswa yang Sudah Lulus

Megapolitan
Sudah Tidak Ada Lagi Antrean Jenazah Psien Covid-19 di Krematorium Cilincing

Sudah Tidak Ada Lagi Antrean Jenazah Psien Covid-19 di Krematorium Cilincing

Megapolitan
PPKM Level 4 Diperpanjang hingga 9 Agustus, Ini Aturan Shalat Jumat di Jabodetabek

PPKM Level 4 Diperpanjang hingga 9 Agustus, Ini Aturan Shalat Jumat di Jabodetabek

Megapolitan
Ada Aksi Balap Liar di Senayan Saat PPKM Level 4, Polisi Bakal Gencarkan Patroli

Ada Aksi Balap Liar di Senayan Saat PPKM Level 4, Polisi Bakal Gencarkan Patroli

Megapolitan
Hari Ini, Kualitas Udara di Jakarta Ada di Peringkat 9 Terburuk di Dunia

Hari Ini, Kualitas Udara di Jakarta Ada di Peringkat 9 Terburuk di Dunia

Megapolitan
17 Posko Vaksinasi Merdeka Dibuka di Kecamatan Kalideres

17 Posko Vaksinasi Merdeka Dibuka di Kecamatan Kalideres

Megapolitan
UPDATE 6 Agustus: Pasien di RS Wisma Atlet Kini Tersisa 2.002 Orang

UPDATE 6 Agustus: Pasien di RS Wisma Atlet Kini Tersisa 2.002 Orang

Megapolitan
Kemendagri dan Polisi Selidiki Kasus Vaksinasi Covid-19 Pakai NIK Orang Lain di Tangsel

Kemendagri dan Polisi Selidiki Kasus Vaksinasi Covid-19 Pakai NIK Orang Lain di Tangsel

Megapolitan
Anggaran Penanganan Covid-19 Jakarta Bocor Rp 7 Miliar akibat Pemborosan Pengadaan Alat Kesehatan

Anggaran Penanganan Covid-19 Jakarta Bocor Rp 7 Miliar akibat Pemborosan Pengadaan Alat Kesehatan

Megapolitan
Polres Jaksel Buka Layanan Vaksinasi Covid-19 Kolektif, Ini Cara Daftarnya..

Polres Jaksel Buka Layanan Vaksinasi Covid-19 Kolektif, Ini Cara Daftarnya..

Megapolitan
Pungutan Bansos Tunai di Beji untuk Servis Ambulans, Polisi Sebut Tak Ada Unsur Pidana

Pungutan Bansos Tunai di Beji untuk Servis Ambulans, Polisi Sebut Tak Ada Unsur Pidana

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X