Lagi, Anggota Ormas di Bekasi Ditangkap karena Bawa Golok untuk Intimidasi Korban

Kompas.com - 08/11/2019, 21:05 WIB
Wakapolres Metro Bekasi Kota, AKBP Eka Mulyana, menunjukkan golok yang dipakai oleh MA (43), seorang anggota ormas di Kota Bekasi, untuk memalak uang para pedagang di pertokoan Harapan Baru, Medansatria. Ormas tempat MA bernaung diketahui tengah berpolemik dengan Pemkot Bekasi karena masalah jatah parkir minimarket. KOMPAS.COM/VITORIO MANTALEANWakapolres Metro Bekasi Kota, AKBP Eka Mulyana, menunjukkan golok yang dipakai oleh MA (43), seorang anggota ormas di Kota Bekasi, untuk memalak uang para pedagang di pertokoan Harapan Baru, Medansatria. Ormas tempat MA bernaung diketahui tengah berpolemik dengan Pemkot Bekasi karena masalah jatah parkir minimarket.

BEKASI, KOMPAS.com - Seorang anggota ormas berinisial Y (39) ditangkap polisi pada Kamis (7/11/2019) di depan sebuah bengkel las di bilangan Pedurenan, Mustikajaya, Kota Bekasi.

Insiden ini menambah panjang deretan kasus intimidasi bahkan kriminal yang melibatkan ormas di Bekasi.

Terakhir, seorang anggota ormas di pertokoan Harapan Baru, Medansatria dicokok polisi juga karena memalak pedagang menggunakan golok.

Ia juga membawa-bawa nama ormasnya guna mengintimidasi korban.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Bekasi Kota, Kompol Arman mengatakan, Y ditangkap lantaran membawa golok ketika datang ke lokasi keributan antara kawan-kawannya sesama anggota ormas dengan pengusaha bengkel las.

"Kemudian digeledah oleh anggota, ternyata salah satu anggota ormas itu yaitu si inisial Y itu membawa golok. Setelah diintrogasi, ternyata sebelumnya dia mendapat telepon dari ketua ormas," ujar Arman kepada Kompas.com di Mapolres Metro Bekasi Kota, Jumat (8/11/2019) sore.

"Dia datang karena ya itu, dengan pembicaraan di telepon bahwa, 'cepat ke sini, ada gesekan ke sini'," imbuhnya.

Arman menyebut, gesekan belum sampai baku fisik antara kedua pihak. Y langsung digelandang polisi ke rumah tahanan.

"Motifnya membawa senjata tajam masih didalami. Ngapain dia bawa-bawa golok kalau enggak ada tujuannya," ujar dia.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

APBD Defisit, Mengapa Pembebasan Tanah untuk Normalisasi Ciliwung Dikorbankan?

APBD Defisit, Mengapa Pembebasan Tanah untuk Normalisasi Ciliwung Dikorbankan?

Megapolitan
Bangunan SD yang Roboh di Tangerang Pernah Dua Kali Direnovasi

Bangunan SD yang Roboh di Tangerang Pernah Dua Kali Direnovasi

Megapolitan
4 Tips Berburu Baju Bekas di Pasar Baru

4 Tips Berburu Baju Bekas di Pasar Baru

Megapolitan
Rezeki Nomplok Tukang Foto Copy Gara-gara Tingginya Permohonan SKCK

Rezeki Nomplok Tukang Foto Copy Gara-gara Tingginya Permohonan SKCK

Megapolitan
Lantai JPO GBK yang Patah Gara-gara GrabWheels Telah Diperbaiki

Lantai JPO GBK yang Patah Gara-gara GrabWheels Telah Diperbaiki

Megapolitan
Disdik Duga Bangunan SDN Malangnengah II Tangerang Ambruk Karena Pancaroba

Disdik Duga Bangunan SDN Malangnengah II Tangerang Ambruk Karena Pancaroba

Megapolitan
Tertipu Arisan Online Tanpa Riba, Warga Bekasi  Dijanjikan Uang Tanpa Kocok

Tertipu Arisan Online Tanpa Riba, Warga Bekasi Dijanjikan Uang Tanpa Kocok

Megapolitan
Bima Arya Anggap Pilkada Langsung yang Terbaik, Cukup Perbaiki Sistemnya

Bima Arya Anggap Pilkada Langsung yang Terbaik, Cukup Perbaiki Sistemnya

Megapolitan
Polisi Tangkap 5 Tersangka Pencuri Truk di Jakarta

Polisi Tangkap 5 Tersangka Pencuri Truk di Jakarta

Megapolitan
Desember 2019, Pemprov DKI Rampungkan Regulasi Jalur Skuter Listrik

Desember 2019, Pemprov DKI Rampungkan Regulasi Jalur Skuter Listrik

Megapolitan
Pesepeda yang Masuk Lajur Jalan Biasa Tak Akan Dikenai Sanksi

Pesepeda yang Masuk Lajur Jalan Biasa Tak Akan Dikenai Sanksi

Megapolitan
Anggaran Konsultan Penataan 76 RW Kumuh Dipangkas Lebih dari Setengah

Anggaran Konsultan Penataan 76 RW Kumuh Dipangkas Lebih dari Setengah

Megapolitan
Dishub DKI Larang GrabWheels Melintas di JPO, Trotoar, dan Saat CFD

Dishub DKI Larang GrabWheels Melintas di JPO, Trotoar, dan Saat CFD

Megapolitan
Kisah Elin Si Pedagang Baju Bekas, Bangkit Pasca Kebakaran hingga Dapat Pelanggan Artis

Kisah Elin Si Pedagang Baju Bekas, Bangkit Pasca Kebakaran hingga Dapat Pelanggan Artis

Megapolitan
William PSI Terancam Sanksi Teguran Tertulis karena Buka Anggaran Janggal ke Publik

William PSI Terancam Sanksi Teguran Tertulis karena Buka Anggaran Janggal ke Publik

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X