Satpol PP dan Warga Kampung Bulak Sepakat Berdialog soal Penggusuran untuk Lahan UIII

Kompas.com - 11/11/2019, 10:13 WIB
Kabid Penegakan Perda Satpol PP Kota Depok, Taufik (memegang microphone) saat berdialog dengan warga Kampung Bulak, di Kampung Bulak, Depok, Jawa Barat, Senin (11/11/2019). KOMPAS.com/SINGGIH WIRYONOKabid Penegakan Perda Satpol PP Kota Depok, Taufik (memegang microphone) saat berdialog dengan warga Kampung Bulak, di Kampung Bulak, Depok, Jawa Barat, Senin (11/11/2019).

DEPOK, KOMPAS.com - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Depok sepakat untuk berdialog dengan warga terdampak penggusuran di Kampung Bulak, Depok, Jawa Barat.

Kepala Bidang Penegakan Perda Satpol PP Kota Depok Taufik mengatakan bahwa Satpol PP akan menunda eksekusi penggusuran selama beberapa saat untuk berdialog terlebih dahulu dengan perwakilan warga.

"Kami tidak pernah menelantarkan warga, keputusan dialog," ujar dia saat negosiasi dengan warga di Kampung Bulak, Depok, Senin (11/11/2019).

Pernyataan tersebut disambut meriah oleh kerumunan warga. Namun, riuh ribut warga kembali terdengar saat alat berat masuk ke lokasi kampung.

Baca juga: Adang Penggusuran untuk Proyek UIII, Warga Kampung Bulak di Depok Gelar Demo

Warga berteriak agar Satpol PP menarik mundur alat berat itu dahulu sebelum didapat kesepakatan kedua pihak.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Backhoe (alat berat) dimundurkan dulu, kami meminta agar memundurkan backhoe. Agar tidak terjadi yang tidak kami inginkan," teriak salah seorang warga.

Saat ini Satpol PP dan kuasa hukum warga sedang melakukan dialog di salah satu ruangan di lokasi proyek pembangunan Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII).

Warga Kampung Bulak, Depok, Jawa Barat melakukan aksi demonstrasi untuk menolak penggusuran permukiman mereka, pada pagi ini.

Permukiman mereka digusur untuk pembangunan Universitas Islam Internasional Indonesia ( UIII).

Baca juga: Protes Penggusuran Lahan untuk UIII, Warga Merasa Tak Pernah Diajak Berdialog

Kuasa hukum warga, Erham mengatakan, ada sekitar 1.000 orang warga yang ikut dalam aksi demonstrasi menolak penggusuran tersebut.

"Ada sekitar 1.000 orang turun untuk mempertahankan lahan warga hari ini," ujar dia saat ditemui di Kampung Bulak, Senin.

Aksi demonstrasi tersebut merupakan aksi lanjutan dari penolakan warga terhadap penggusuran lahan UIII. Penggusuran sebelumnya sudah terjadi, lima rumah warga di kawasan tersebut.

Baca juga: Kalla Desak Ridwan Kamil dan Mohammad Idris Selesaikan Persoalan Lahan UIII



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Curhat WNA Kesulitan Dapatkan Vaksin Covid-19 di Jakarta

Curhat WNA Kesulitan Dapatkan Vaksin Covid-19 di Jakarta

Megapolitan
Kasus Korupsi Dana BOS SMKN 53 Jakarta, Pihak Swasta Bantu Buat SPJ Fiktif

Kasus Korupsi Dana BOS SMKN 53 Jakarta, Pihak Swasta Bantu Buat SPJ Fiktif

Megapolitan
Perlihatkan Pistol Saat Sedang Cekcok, Seorang Pria Dilaporkan ke Polisi

Perlihatkan Pistol Saat Sedang Cekcok, Seorang Pria Dilaporkan ke Polisi

Megapolitan
Lokasi dan Kuota Vaksinasi Covid-19 di Wilayah DKI Jakarta 19-30 Juli 2021

Lokasi dan Kuota Vaksinasi Covid-19 di Wilayah DKI Jakarta 19-30 Juli 2021

Megapolitan
Berikut Daftar Lokasi Vaksinasi Covid-19 untuk KTP Non-DKI Jakarta Periode Juli 2021

Berikut Daftar Lokasi Vaksinasi Covid-19 untuk KTP Non-DKI Jakarta Periode Juli 2021

Megapolitan
11.532 Anak Usia 0-18 Tahun di Jakarta Berstatus Pasien Aktif Covid-19

11.532 Anak Usia 0-18 Tahun di Jakarta Berstatus Pasien Aktif Covid-19

Megapolitan
UPDATE 23 Juli: Tambah 636 Kasus di Kota Tangerang, 6.543 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

UPDATE 23 Juli: Tambah 636 Kasus di Kota Tangerang, 6.543 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Megapolitan
Selama PPKM Darurat, Ada 327 Nakes Terpapar Covid-19 di Kota Tangerang

Selama PPKM Darurat, Ada 327 Nakes Terpapar Covid-19 di Kota Tangerang

Megapolitan
UPDATE 23 Juli: Bertambah 622 Kasus Covid-19 di Tangsel, Tertinggi Selama Pandemi

UPDATE 23 Juli: Bertambah 622 Kasus Covid-19 di Tangsel, Tertinggi Selama Pandemi

Megapolitan
Krematorium TPU Tegal Alur Dibuka Besok, Kapasitas 6 Jenazah Pasien Covid-19 dalam Sehari

Krematorium TPU Tegal Alur Dibuka Besok, Kapasitas 6 Jenazah Pasien Covid-19 dalam Sehari

Megapolitan
Ada 107 Warga Jakpus Meninggal di Rumah, Jenazahnya Dimakamkan dengan Protokol Covid-19

Ada 107 Warga Jakpus Meninggal di Rumah, Jenazahnya Dimakamkan dengan Protokol Covid-19

Megapolitan
Jumlah Testing Covid-19 Belum Capai Target, Dinkes Tangsel: Banyak Warga Enggan Diperiksa

Jumlah Testing Covid-19 Belum Capai Target, Dinkes Tangsel: Banyak Warga Enggan Diperiksa

Megapolitan
Kasus Pemalsuan Hasil PCR di Bandara Halim, Pihak Maskapai: Pelaku Bukan Pegawai Kami

Kasus Pemalsuan Hasil PCR di Bandara Halim, Pihak Maskapai: Pelaku Bukan Pegawai Kami

Megapolitan
Jokowi Tak Temukan Obat Covid-19 di Apotek, Wakil Wali Kota Bogor Duga Ada Oknum yang 'Bermain'

Jokowi Tak Temukan Obat Covid-19 di Apotek, Wakil Wali Kota Bogor Duga Ada Oknum yang "Bermain"

Megapolitan
Wagub DKI Bantah Kasus Covid-19 Berkurang akibat Penurunan Jumlah Tes PCR

Wagub DKI Bantah Kasus Covid-19 Berkurang akibat Penurunan Jumlah Tes PCR

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X