Bantah Tebang Pilih, Kuasa Hukum Kemenag Klaim Akan Ratakan Seluruh Bangunan di Lahan Proyek UIII

Kompas.com - 13/11/2019, 10:38 WIB
Warga Kampung Bulak, Cisalak, Depok melakukan demonstrasi saat diadakan penertiban oleh Satpol PP Kota Depok, Rabu (13/11/2019) KOMPAS.com/SINGGIH WIRYONOWarga Kampung Bulak, Cisalak, Depok melakukan demonstrasi saat diadakan penertiban oleh Satpol PP Kota Depok, Rabu (13/11/2019)

DEPOK, KOMPAS.com - Kuasa Hukum Kementerian Agama Mirsad membantah tudingan warga terkait rumah yang tidak ikut ditertibkan untuk lahan proyek pembangunan Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII).

Mirsad mengatakan, seluruh bangunan di atas tanah milik pemerintah itu akan diratakan pada hari ini.

"Tidak (pilih-pilih), semuanya akan kita tertibkan hari ini," jelas dia saat ditemui Kompas.com di lokasi penertiban lahan untuk proyek pembangunan UIII, Cisalak Depok, Rabu (13/11/2019).

Hanya saja, lanjut dia, penertiban dilakukan bertahap mulai dari arah selatan melingkar ke utara, lalu kembali ke selatan.

Baca juga: Rumah Aparat Lolos Penertiban Lahan untuk UIII, Warga Minta Keadilan

Oleh karena itu, rumah yang diduga milik aparat tersebut terkena pembongkaran paling akhir.

"Jadi paling akhir kenanya, tapi hari ini kami bongkar. Kami ikuti kemauan warga," kata dia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Mirsad juga membantah rumah tersebut milik seorang aparat, sehingga mendapatkan perlakuan khusus ditertibkan di paling akhir.

"Tidak, bukan punya aparat. ini sesuai dengan rencana saja," ucap dia.

Warga minta semua diratakan, mereka ricuh setelah melihat ada beberapa rumah yang ditengarai milik aparat tidak ikut diratakan.

"Kami minta keadilan, seharusnya milik aparat yang lebih dahulu untuk diratakan," ujar seorang warga Kampung Bulak, Silalahi.

Sambil berdiri di roller alat berat backhoe, Silalahi meminta Satpol PP menertibkan rumah yang masih berdiri di sekitar rumah warga yang sudah rata dengan tanah.

Ketika kericuhan mulai melebar, Kepala Tim Jaguar Inspektur Satu Winam Agus terjun menengahi keributan tersebut.

"Turun dulu, kita ngomong, tapi jangan mengganggu pekerjaan yang lain," sambil menarik tangan Silalahi dari atas alat berat.



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rumah Oksigen Gotong Royong Sudah Terima Pasien Covid-19, Apa Saja Fasilitasnya?

Rumah Oksigen Gotong Royong Sudah Terima Pasien Covid-19, Apa Saja Fasilitasnya?

Megapolitan
Penyelidik Dugaan Korupsi Damkar Depok Tertular Covid-19 dari Kepala Dinas

Penyelidik Dugaan Korupsi Damkar Depok Tertular Covid-19 dari Kepala Dinas

Megapolitan
Dikritik karena Lama Ungkap Dugaan Korupsi Damkar Depok, Ini Tanggapan Kejaksaan

Dikritik karena Lama Ungkap Dugaan Korupsi Damkar Depok, Ini Tanggapan Kejaksaan

Megapolitan
Rumah Oksigen Gotong Royong Sudah Beroperasi, Begini Cara Daftarnya

Rumah Oksigen Gotong Royong Sudah Beroperasi, Begini Cara Daftarnya

Megapolitan
Dugaan Korupsi Damkar Depok Belum Ada Titik Terang, Kejaksaan: Penyelidikan Butuh Kehati-hatian

Dugaan Korupsi Damkar Depok Belum Ada Titik Terang, Kejaksaan: Penyelidikan Butuh Kehati-hatian

Megapolitan
Ingat, Syarat Naik Kereta Api Jarak Jauh Harus Tunjukkan Sertifikat Vaksinasi Covid-19

Ingat, Syarat Naik Kereta Api Jarak Jauh Harus Tunjukkan Sertifikat Vaksinasi Covid-19

Megapolitan
Rumah Oksigen Gotong Royong di Pulogadung Resmi Beroperasi, Bisa Tampung 500 Pasien Covid-19

Rumah Oksigen Gotong Royong di Pulogadung Resmi Beroperasi, Bisa Tampung 500 Pasien Covid-19

Megapolitan
Ini Alasan Kejaksaan Belum Mampu Tetapkan Tersangka Korupsi Damkar Depok

Ini Alasan Kejaksaan Belum Mampu Tetapkan Tersangka Korupsi Damkar Depok

Megapolitan
Polisi Usut Kasus Warga Bekasi yang NIK-nya Dipakai Orang Lain untuk Vaksinasi Covid-19

Polisi Usut Kasus Warga Bekasi yang NIK-nya Dipakai Orang Lain untuk Vaksinasi Covid-19

Megapolitan
Terobos Palang di Perlintasan KA Pesing, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta

Terobos Palang di Perlintasan KA Pesing, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta

Megapolitan
47.324 Warga Jakbar Terima Vaksin Covid-19 di 209 Posko Vaksin Merdeka

47.324 Warga Jakbar Terima Vaksin Covid-19 di 209 Posko Vaksin Merdeka

Megapolitan
NIK Warga Bekasi Dipakai Orang Lain untuk Vaksinasi, Ini Langkah Pembenahan Pemerintah

NIK Warga Bekasi Dipakai Orang Lain untuk Vaksinasi, Ini Langkah Pembenahan Pemerintah

Megapolitan
Mulai Dibuka, Vaksinasi Covid-19 bagi Ibu Hamil di Jakarta Barat

Mulai Dibuka, Vaksinasi Covid-19 bagi Ibu Hamil di Jakarta Barat

Megapolitan
Pria di Cengkareng Aniaya Mertua hingga Tewas karena Sakit Hati

Pria di Cengkareng Aniaya Mertua hingga Tewas karena Sakit Hati

Megapolitan
Wagub DKI Minta Pasien Covid-19 yang Isoman di Rumah Pindah ke Tempat Isolasi Terkendali

Wagub DKI Minta Pasien Covid-19 yang Isoman di Rumah Pindah ke Tempat Isolasi Terkendali

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X