UMK Bekasi Naik 8,5 Persen, Pemkot Bekasi Optimistis Pengusaha Tak Akan Hengkang

Kompas.com - 26/11/2019, 17:47 WIB
Wakil Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto di gedung DPRD Kota Bekasi, Selasa (26/11/2019). KOMPAS.COM/VITORIO MANTALEANWakil Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto di gedung DPRD Kota Bekasi, Selasa (26/11/2019).

BEKASI, KOMPAS.com - Wakil Wali Kota Bekasi Tri Adhianto optimistis kenaikan upah minimum kota (UMK) Bekasi 2020 tak akan menyebabkan perusahaan di Bekasi angkat kaki.

"Pengalaman untuk Kota Bekasi, saya kira selama ini tidak ada ada gejolak yang luar biasa terkait dengan penetapan UMK yang ada," ujar Tri ditemui wartawan di gedung DPRD Kota Bekasi, Selasa (26/11/2019) petang.

"Memang hampir di setiap waktu Apindo (Asosiasi Pengusaha Indonesia) selalu, pada saat rapat penetapan UMK relatif tidak banyak hadir. Tetapi, dalam implementasinya mereka akhirnya juga bisa ikut," imbuhnya.

Baca juga: Membandingkan UMP DKI Jakarta dengan UMK Daerah Sekitarnya

Tri menyatakan, perusahaan yang berkeberatan bisa melalui mekanisme lewat Dinas Ketenagakerjaan Kota Bekasi.

Pemerintah Kota Bekasi, lanjut dia, hanya berperan menengahi kepentingan pengusaha dan tenaga kerja.

Terkait peluang Kota Bekasi dijauhi kalangan usaha karena upah dinilai mahal, Tri menyebutkan bahwa jajarannya akan senantiasa mempermudah perizinan usaha.

"Dalam rangka insentif, ya kami memberikan kemudahan proses perizinan, kepastian, dan memberikan rasa aman mereka berinvestasi di Kota Bekasi," kata politikus PDI-P itu.

Sebelumnya, penetapan UMK 2020 Bekasi diwarnai dengan ketegangan karena Apindo enggan ikut dalam voting. Mereka tak setuju dengan UMK 2020 melalui beragam dalih, entah soal keberadaan UMK itu sendiri maupun kenaikan UMK.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[POPULER JABODETABEK] Herannya Ahok soal Reklamasi Ancol | 30 RW Zona Merah Covid-19 di Jakarta

[POPULER JABODETABEK] Herannya Ahok soal Reklamasi Ancol | 30 RW Zona Merah Covid-19 di Jakarta

Megapolitan
UPDATE 13 Juli: Bertambah 3, Total 437 Kasus Positif Covid-19 di Tangsel

UPDATE 13 Juli: Bertambah 3, Total 437 Kasus Positif Covid-19 di Tangsel

Megapolitan
Fakta-fakta Predator Seksual 305 Anak asal Prancis Meninggal karena Percobaan Bunuh Diri

Fakta-fakta Predator Seksual 305 Anak asal Prancis Meninggal karena Percobaan Bunuh Diri

Megapolitan
Dishub DKI Akan Tiadakan Jalur Khusus Pesepeda di Sudirman-Thamrin Setiap Hari Minggu

Dishub DKI Akan Tiadakan Jalur Khusus Pesepeda di Sudirman-Thamrin Setiap Hari Minggu

Megapolitan
Ayah Korban Pencabulan Pejabat Gereja di Depok: Anak Saya Dicabuli 4 Kali

Ayah Korban Pencabulan Pejabat Gereja di Depok: Anak Saya Dicabuli 4 Kali

Megapolitan
UPDATE 13 Juli: Ada 14 RW dan 11 Kelurahan Masuk Zona Merah di Kota Bekasi

UPDATE 13 Juli: Ada 14 RW dan 11 Kelurahan Masuk Zona Merah di Kota Bekasi

Megapolitan
Kini Ada 273 Pedagang di 43 Pasar Jakarta Positif Covid-19, Berikut Daftarnya

Kini Ada 273 Pedagang di 43 Pasar Jakarta Positif Covid-19, Berikut Daftarnya

Megapolitan
BPTJ: Pengguna Bus Gratis Lebih dari 1.000 Orang, Hanya 70-an Unit Terpakai

BPTJ: Pengguna Bus Gratis Lebih dari 1.000 Orang, Hanya 70-an Unit Terpakai

Megapolitan
Kemarin Kumpulkan Murid, SMAN 2 Depok Dipastikan Belajar Online Hari Ini

Kemarin Kumpulkan Murid, SMAN 2 Depok Dipastikan Belajar Online Hari Ini

Megapolitan
Risih dan Aneh, Cerita Siswa Ikut Pengenalan Sekolah pada Hari Pertama

Risih dan Aneh, Cerita Siswa Ikut Pengenalan Sekolah pada Hari Pertama

Megapolitan
UPDATE Covid-19 13 Juli: Pasien Pulih di Depok Tambah 25 Orang

UPDATE Covid-19 13 Juli: Pasien Pulih di Depok Tambah 25 Orang

Megapolitan
Prakiraan Cuaca BMKG: Sebagian Jakarta dan Tangerang Hujan Siang Nanti

Prakiraan Cuaca BMKG: Sebagian Jakarta dan Tangerang Hujan Siang Nanti

Megapolitan
Penyandang Disabilitas hingga Lansia di Jakut Bisa Urus e-KTP di Rumah, Begini Caranya

Penyandang Disabilitas hingga Lansia di Jakut Bisa Urus e-KTP di Rumah, Begini Caranya

Megapolitan
Wali Kota Bekasi Izinkan Sekolah Gelar KBM Tatap Muka Tanpa Persetujuan Nadiem dan Emil

Wali Kota Bekasi Izinkan Sekolah Gelar KBM Tatap Muka Tanpa Persetujuan Nadiem dan Emil

Megapolitan
Update 13 Juni: Bertambah 4, Total Kasus Covid-19 di Kota Tangerang Jadi 526

Update 13 Juni: Bertambah 4, Total Kasus Covid-19 di Kota Tangerang Jadi 526

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X