Puluhan Sopir KWK Tuntut Pemprov Jalankan 2 Trayek Jak Lingko di Jakut

Kompas.com - 27/11/2019, 16:20 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat menerima puluhan supir KWK di Pendopo Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (27/11/2019) KOMPAS.com/BONFILIO MAHENDRA WAHANAPUTRA LADJARGubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat menerima puluhan supir KWK di Pendopo Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (27/11/2019)

JAKARTA, KOMPAS.com - Puluhan sopir angkutan kota (angkot) yang tergabung dalam Koperasi Wahana Kalpika (KWK) Jakarta Utara mendatangi Balai Kota DKI Jakarta.

Kedatangan puluhan sopir bukan tanpa sebab, mereka meminta Pemprov DKI segera menjalankan operasional dua trayek angkutan Jak Lingko di kawasan Jakarta Utara, yaitu JakLingko 112 dan JakLingko 117.

Sebab, KWK Jakarta Utara pun telah menandatangani kesepakatan untuk bergabung dalam program Jak Lingko dengan pihak TransJakarta sejak awal 2019.

"Jadi mobil hanya standby saja, sudah 8 bulan sampai 9 bulan terakhir ini. Tidak ada pemasukan, tapi bayar angsuran tetap jalan. Kami coba sabar, tapi lama-lama enggak kuat juga bayar angsuran terus tapi (angkot) tidak beroperasi," ucap Ketua KWK Jakarta Utara Ramli, Rabu (27/11/2019).

Baca juga: Mikrotrans Jak Lingko 80 Layani Rute Rawa Buaya sampai Rawa Kompeni

Lanjut Ramli, antusias para pemilik angkot sangat besar untuk mendukung program yang dicanangkan Pemprov DKI Jakarta ini.

Apalagi tingginya antusiasme masyarakat Jakarta Utara dengan kehadiran Jak Lingko, sehingga mereka bisa menggunakan jasa transportasi umum yang baik.

"Anggota kami ingin berpartisipasi mendukung program gubernur tentang Jak Lingko masuk ke gang-gang sebagai feeder," ucap Ramli.

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

1.200 Nasi 'Kotak Oranye' bagi Tenaga Medis di RSUP Persahabatan

1.200 Nasi "Kotak Oranye" bagi Tenaga Medis di RSUP Persahabatan

Megapolitan
Wali Kota Jakbar Usul 183 Warga yang Dikarantina di Masjid Jammi Dipindah ke Wisma Atlet

Wali Kota Jakbar Usul 183 Warga yang Dikarantina di Masjid Jammi Dipindah ke Wisma Atlet

Megapolitan
PNS Pemkot Bekasi Ada yang Positif Covid-19

PNS Pemkot Bekasi Ada yang Positif Covid-19

Megapolitan
Diperpanjang, Pelajar Jakarta Belajar dari Rumah hingga 19 April 2020

Diperpanjang, Pelajar Jakarta Belajar dari Rumah hingga 19 April 2020

Megapolitan
Pemkot Depok Siapkan RS UI hingga Ruang Sekolah untuk Tangani Kasus Covid-19

Pemkot Depok Siapkan RS UI hingga Ruang Sekolah untuk Tangani Kasus Covid-19

Megapolitan
Kasus Covid-19 Terus Meluas, Depok Kaji Opsi Karantina Wilayah

Kasus Covid-19 Terus Meluas, Depok Kaji Opsi Karantina Wilayah

Megapolitan
Depok Dapat 1.000 Alat Rapid Test Covid-19 dari Pemprov Jabar

Depok Dapat 1.000 Alat Rapid Test Covid-19 dari Pemprov Jabar

Megapolitan
Pemkot Depok Berencana Realokasi Anggaran untuk Penanganan Covid-19

Pemkot Depok Berencana Realokasi Anggaran untuk Penanganan Covid-19

Megapolitan
Anies Minta Warga Jakarta Tidak Pulang Kampung untuk Cegah Penyebaran Covid-19

Anies Minta Warga Jakarta Tidak Pulang Kampung untuk Cegah Penyebaran Covid-19

Megapolitan
Gelontorkan Rp 15 Miliar, Pemkot Depok Sebut Stok Masker Tenaga Medis Cukup untuk 3 Bulan

Gelontorkan Rp 15 Miliar, Pemkot Depok Sebut Stok Masker Tenaga Medis Cukup untuk 3 Bulan

Megapolitan
UPDATE Covid-19 di Depok 28 Maret: Tambahan 8 Kasus Positif dan 1 Meninggal

UPDATE Covid-19 di Depok 28 Maret: Tambahan 8 Kasus Positif dan 1 Meninggal

Megapolitan
Pemprov DKI Perpanjang Masa Tanggap Darurat Covid-19 sampai 19 April 2020

Pemprov DKI Perpanjang Masa Tanggap Darurat Covid-19 sampai 19 April 2020

Megapolitan
61 Tenaga Medis di Jakarta Terinfeksi Covid-19, Dirawat di 26 RS

61 Tenaga Medis di Jakarta Terinfeksi Covid-19, Dirawat di 26 RS

Megapolitan
Dr Tirta Ceritakan Menyedihkannya Kondisi Dokter yang Berjuang Lawan Covid-19

Dr Tirta Ceritakan Menyedihkannya Kondisi Dokter yang Berjuang Lawan Covid-19

Megapolitan
Data Kasus Covid-19 di 18 Kecamatan di Kabupaten Bekasi, Paling Banyak di Tambun Selatan

Data Kasus Covid-19 di 18 Kecamatan di Kabupaten Bekasi, Paling Banyak di Tambun Selatan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X