Komisi E DPRD DKI Kaget Anggaran Bangun Pos Satpam Rp 9,1 Juta per Meter

Kompas.com - 05/12/2019, 19:03 WIB
Anggota DPRD DKI Jakarta fraksi PDI-P Ima Mahdiah di ruangannya, lantai 4, gedung DPRD DKI Jakarta, Senin (9/9/2019) KOMPAS.com/RYANA ARYADITA UMASUGIAnggota DPRD DKI Jakarta fraksi PDI-P Ima Mahdiah di ruangannya, lantai 4, gedung DPRD DKI Jakarta, Senin (9/9/2019)

JAKARTA, KOMPAS.com - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah ( DPRD) DKI Jakarta tercengang saat mengetahui anggaran pembangunan pos satpam di sekolah sebesar Rp 9,1 juta per meter persegi.

Bahkan harga ini jauh lebih besar dari anggaran pembangunan sekolah baru yang hanya Rp 5,8 juta per meter persegi.

" Pos satpam itu 1 meter Rp 9,1 juta. Kami bukan mau motong anggaran tapi efisiensi saja. Sebelumnya enggak ada lalu ini ada bahkan harganya dua kali rehab gedung sekolah," ucap anggota DPRD DKI Komisi E Ima Mahdiah dalam rapat anggaran bersama Komisi E di lantai 1, Gedung DPRD, Jalan Kebon Sirih, Kamis (5/12/2019).

Baca juga: Pembahasan RAPBD DKI 2020 Molor, Wakil Ketua DPRD Yakin Kemendagri Beri Dispensasi untuk Jakarta


Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Syaefuloh Hidayat lalu menjelaskan bahwa komponen anggaran tersebut belum direvisi dari Kebijakan Umum Anggaran-Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) 2020.

Seharusnya anggaran pembangunan pos satpam sudah berubah menjadi Rp 5,8 juta per meter sesuai harga pembangunan gedung sekolah.

"Itu belum diganti harga komponennya, sekarang sudah disesuaikan pos satpam 5,8 juta per meter," jawab Syaefuloh.

Ima lalu kembali mempertanyakan alasan mahalnya anggaran tersebut.

"Tapi masa lebih mahal Pak dari gedung sekolah. Kayak kita enggak tahu aja pos satpam," kata Ima.

Baca juga: Dalam Rapat Paripurna, Fraksi PSI Kembali Sindir Pemprov DKI soal Transparansi Anggaran

Syaefuloh menyebutkan, untuk membangun satu pos satpam total biayanya Rp 45 juta.

Disdik pun telah meminta kepada Badan Pengelola Aset Daerah (BPAD) untuk menyesuaikan anggaran yang terbaru.

"Ini saya sampaikan berdasarkan pembahasan komisi terakhir kami minta konsultan hitung ulang. Kami kirim surat ke BPAD untuk penyesuaian," kata dia.

Pemprov DKI bersama DPRD DKI Jakarta kembali membahas anggaran di masing-masing komisi. Pemprov dan DPRD DKI telah bersepakat RAPBD DKI 2020 sebesar Rp 87,95 triliun.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Siswa Tewas Lompat dari Lantai 4 Sekolah, Menteri PPPA: Alarm bagi Kita Semua

Siswa Tewas Lompat dari Lantai 4 Sekolah, Menteri PPPA: Alarm bagi Kita Semua

Megapolitan
Atap Bocor Saat Hujan, Siswa SDN Samudrajaya 04 Kerap Dipulangkan

Atap Bocor Saat Hujan, Siswa SDN Samudrajaya 04 Kerap Dipulangkan

Megapolitan
Pengeras Suara Peringatan Dini Banjir di Kampung Melayu Tak Berfungsi Sejak 2017

Pengeras Suara Peringatan Dini Banjir di Kampung Melayu Tak Berfungsi Sejak 2017

Megapolitan
Seorang Pemuda Tewas Ditabrak Kereta di Bekasi

Seorang Pemuda Tewas Ditabrak Kereta di Bekasi

Megapolitan
BERITA FOTO: Kerusakan Bangunan SDN Samudrajaya 04 Bekasi

BERITA FOTO: Kerusakan Bangunan SDN Samudrajaya 04 Bekasi

Berita Foto
Pemkot Depok Gratiskan Biaya Perawatan Korban Kecelakaan Bus di Subang

Pemkot Depok Gratiskan Biaya Perawatan Korban Kecelakaan Bus di Subang

Megapolitan
RS Universitas Indonesia Rawat 33 Korban Kecelakaan Bus di Subang

RS Universitas Indonesia Rawat 33 Korban Kecelakaan Bus di Subang

Megapolitan
RSUD Depok Rawat 13 Korban Kecelakaan Bus di Subang

RSUD Depok Rawat 13 Korban Kecelakaan Bus di Subang

Megapolitan
Siswa SDN Samudrajaya 04 Bekasi Buat Video Minta Sekolahnya Diperbaiki

Siswa SDN Samudrajaya 04 Bekasi Buat Video Minta Sekolahnya Diperbaiki

Megapolitan
Soal Kecelakaan Bus di Tanjakan Emen Subang, YLKI: Uji Kir Sekadar Formalitas

Soal Kecelakaan Bus di Tanjakan Emen Subang, YLKI: Uji Kir Sekadar Formalitas

Megapolitan
Tertangkap Saat Kabur, Pembobol ATM Dikeroyok Warga di Bekasi

Tertangkap Saat Kabur, Pembobol ATM Dikeroyok Warga di Bekasi

Megapolitan
Sampah Jadi Penyebab Banjir di Jakarta Selatan

Sampah Jadi Penyebab Banjir di Jakarta Selatan

Megapolitan
Pemkot Depok Beri Santunan Korban Meninggal Kecelakaan Bus di Subang

Pemkot Depok Beri Santunan Korban Meninggal Kecelakaan Bus di Subang

Megapolitan
Ada Kebocoran Pipa, Sejumlah Wilayah Jakarta Gangguan Suplai Air Bersih Palyja

Ada Kebocoran Pipa, Sejumlah Wilayah Jakarta Gangguan Suplai Air Bersih Palyja

Megapolitan
YLKI Minta Penyebab Kecelakaan Bus Pariwisata di Subang Segera Diusut

YLKI Minta Penyebab Kecelakaan Bus Pariwisata di Subang Segera Diusut

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X