Warga Keluhkan Proyek Saluran Air di Cakung, Pemkot Salahkan Kontraktor

Kompas.com - 06/12/2019, 18:14 WIB
Urugan tanah hasil proyek saluran air tampak halangi rumah warga RW 09, Kelurahan Penggilingan, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur, Senin (2/12/2019). Akibatnya, mobilitas aktifitas warga terhambat. KOMPAS.COM/DEAN PAHREVIUrugan tanah hasil proyek saluran air tampak halangi rumah warga RW 09, Kelurahan Penggilingan, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur, Senin (2/12/2019). Akibatnya, mobilitas aktifitas warga terhambat.
Penulis Dean Pahrevi
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Timur mempermasalahkan pekerjaan kontraktor untuk proyek saluran air yang merusak lingkungan warga RW 09, Kelurahan Penggilingan, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur.

Kepala Sudin SDA Jakarta Timur Santo mengatakan, terdapat kesalahan yang dilakukan kontraktor dalam mengerjakan proyek saluran air di Penggilingan sehingga mendapat protes dari warga setempat.

Kesalahan yang diprotes warga antara lain urukan tanah yang terlalu lama berada di depan rumah mereka sehingga menghambat aktivitas.

"(Salah pekerja) dari proyeknya karena dia begitu menggali terlalu lama angkut tanahnya," kata Santo di ruang rapat Sudin SDA Jakarta Timur, Jumat (6/12/2019).

Baca juga: Pemprov DKI Perketat Pengawasan Proyek Saluran Air yang Rusak Rumah Warga Cakung

Santo menambahkan, pihaknya sudah menegur kontraktor proyek agar segera mengangkut urukan tanah yang berada di depan rumah warga sekaligus yang ada di taman lingkungan.

Sudin SDA juga sudah mengingatkan kontraktor agar menyelesaikan permasalahan yang dikeluhkan warga.

"Saya sudah wanti-wanti ke mereka supaya jangan terlalu lama mengangkut tanahnya. Jadi pas gali harus sudah ada dump truck dan harus langsung dibuang. Kendala-kendala ini yang sering terjadi di lapangan. Sekarang sudah bersih yah sudah beres," ujar Santo.

Sebelumnya, warga RW 09, Kelurahan Penggilingan, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur, mengeluhkan pengerjaan proyek saluran air di wilayah setempat yang berjalan lambat dan merusak rumah warga.

Sejumlah titik pengerjaan sudah selesai. Namun, hasil pengerjaan masih belum dirapikan dan rumah warga yang rusak belum diperbaiki. Hal itu membuat warga geram dan memilih merapikan dan memperbaiki sendiri rumahnya yang rusak.

Belum lagi urukan tanah yang membuat jalan kotor dan taman rusak, menambah panjang daftar keluhan warga terkait pelaksanaan proyek tersebut.

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tewas Ditabrak Mobil saat Sedang Jogging di Karawaci, Andre Sempat Selamatkan Anaknya

Tewas Ditabrak Mobil saat Sedang Jogging di Karawaci, Andre Sempat Selamatkan Anaknya

Megapolitan
Cegah Covid-19, Puluhan Titik Jalan di Jakarta Timur Disemprotkan Disinfektan

Cegah Covid-19, Puluhan Titik Jalan di Jakarta Timur Disemprotkan Disinfektan

Megapolitan
Pandemi Covid-19, Bawaslu Tangsel Tunda Tahapan Pilkada 2020

Pandemi Covid-19, Bawaslu Tangsel Tunda Tahapan Pilkada 2020

Megapolitan
Perempuan yang Tabrak Pria Paruh Baya di Karawaci Konsumsi Soju Sebelum Kejadian

Perempuan yang Tabrak Pria Paruh Baya di Karawaci Konsumsi Soju Sebelum Kejadian

Megapolitan
Kualitas Udara Jakarta Tak Membaik Selama Masa Social Distancing

Kualitas Udara Jakarta Tak Membaik Selama Masa Social Distancing

Megapolitan
Keluarga Korban Tabrakan di Karawaci: Setelah Tabrak, Pelaku Aniaya Istri Korban

Keluarga Korban Tabrakan di Karawaci: Setelah Tabrak, Pelaku Aniaya Istri Korban

Megapolitan
Karena Covid-19, Taman Margasatwa Ragunan Revisi Target Pengunjung Tahun 2020

Karena Covid-19, Taman Margasatwa Ragunan Revisi Target Pengunjung Tahun 2020

Megapolitan
Wacana Karantina Wilayah di Jakarta, Warga Minta Ada Bantuan Pemerintah karena Mata Pencaharian Hilang

Wacana Karantina Wilayah di Jakarta, Warga Minta Ada Bantuan Pemerintah karena Mata Pencaharian Hilang

Megapolitan
Kualitas Udara di Jakarta Disebut Akan Semakin Membaik jika Karantina Wilayah Diterapkan

Kualitas Udara di Jakarta Disebut Akan Semakin Membaik jika Karantina Wilayah Diterapkan

Megapolitan
Pemkot Bekasi Perpanjang Penutupan Tempat Hiburan, Bioskop, hingga Apartemen Harian

Pemkot Bekasi Perpanjang Penutupan Tempat Hiburan, Bioskop, hingga Apartemen Harian

Megapolitan
Cegah Penyebaran Covid-19, Warga Jati Pulo dan Kota Bambu Utara Pasang Pagar Besi di Perbatasan Wilayah

Cegah Penyebaran Covid-19, Warga Jati Pulo dan Kota Bambu Utara Pasang Pagar Besi di Perbatasan Wilayah

Megapolitan
Cegah Corona, PT MRT Jakarta Bagikan Paket Masker dan Hand Sanitizer ke Penumpang

Cegah Corona, PT MRT Jakarta Bagikan Paket Masker dan Hand Sanitizer ke Penumpang

Megapolitan
UPDATE RSD Wisma Atlet 31 Maret: 413 Pasien Dirawat, 1 PDP Meningal

UPDATE RSD Wisma Atlet 31 Maret: 413 Pasien Dirawat, 1 PDP Meningal

Megapolitan
Warga Berjemur di TPU Prumpung demi Tingkatkan Daya Tahan Tubuh

Warga Berjemur di TPU Prumpung demi Tingkatkan Daya Tahan Tubuh

Megapolitan
Pasien Sembuh Covid-19 Terus Bertambah, Wali Kota Jakbar Imbau Warga Tetap di Rumah

Pasien Sembuh Covid-19 Terus Bertambah, Wali Kota Jakbar Imbau Warga Tetap di Rumah

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X