Sekda DKI Pastikan Anggota TGUPP yang Rangkap Jabatan Akan Diberhentikan

Kompas.com - 09/12/2019, 23:03 WIB
Sekretaris Daerah DKI Jakarta Saefullah di Gedung DPRD DKI Jakarta, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Senin (25/11/2019). KOMPAS.com/NURSITA SARISekretaris Daerah DKI Jakarta Saefullah di Gedung DPRD DKI Jakarta, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Senin (25/11/2019).
Penulis Nursita Sari
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta Saefullah memastikan, anggota Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan ( TGUPP) DKI Jakarta yang memiliki jabatan lain, akan diberhentikan.

Saefullah menyatakan hal itu menanggapi berbagai kritik anggota Badan Anggaran DPRD DKI soal adanya anggota TGUPP yang merangkap jabatan sebagai dewan pengawas tujuh rumah sakit umum daerah (RSUD) Jakarta, yakni Achmad Haryadi.

"Ini pasti, kami pastikan didrop, pimpinan, yang semacam ini," ujar Saefullah dalam rapat pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) DKI 2020 antara Badan Anggaran dan Pemprov DKI di Gedung DPRD DKI Jakarta, Senin (9/12/2019).

Saefullah memastikan, rangkap jabatan di tubuh TGUPP tak akan terulang lagi. Pemprov DKI Jakarta akan mengevaluasi hal tersebut.

Baca juga: Anggaran TGUPP Dipangkas untuk 50 Orang, Fraksi PDI-P Anggap Masih Terlalu Banyak

"Yang double job, pasti itu akan menjadi catatan penting dan tidak akan terulang. Tidak enak sekali didengarnya, satu orang menikmati dua kali honor dari APBD," kata Saefullah.

Badan Anggaran DPRD DKI menyetujui anggaran TGUPP untuk gaji 50 orang anggota. Anggaran itu dipangkas dari usulan Pemprov DKI yang semula Rp 19,8 miliar untuk 67 anggota TGUPP.

Ketua Badan Anggaran DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi memutuskan anggaran untuk 50 anggota TGUPP, dengan syarat, anggota TGUPP yang rangkap jabatan, harus diberhentikan.

Dia juga meminta Pemprov DKI memberhentikan anggota TGUPP yang tidak bekerja dengan benar.

"Tolong diganti yang double job. Yang tidak aktif juga bisa dikurangi lagi, mungkin bisa jadi berkurang (dari 50 orang)," kata Prasetio.

Fraksi PDI-P menolak anggaran yang disetujui pimpinan Badan Anggaran. Fraksi PDI-P meminta penolakannya dimasukan sebagai catatan dalam anggaran yang disetujui itu.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Turap Longsor di Perumahan Kawasan Ciracas Akan Diperbaiki Pekan Ini

Turap Longsor di Perumahan Kawasan Ciracas Akan Diperbaiki Pekan Ini

Megapolitan
Tertangkap di Mampang Prapatan, Dua Pencuri Biasa Bawa Senjata Tajam Saat Beraksi

Tertangkap di Mampang Prapatan, Dua Pencuri Biasa Bawa Senjata Tajam Saat Beraksi

Megapolitan
Komisi B DPRD Sarankan Pemprov DKI Tak Naikkan UMP 2021

Komisi B DPRD Sarankan Pemprov DKI Tak Naikkan UMP 2021

Megapolitan
Libur Panjang, Polisi Prediksi Puncak Arus Kendaraan Terjadi hingga Rabu Pagi

Libur Panjang, Polisi Prediksi Puncak Arus Kendaraan Terjadi hingga Rabu Pagi

Megapolitan
Lurah: PT Khong Guan Tawar Setengah Nilai Ganti Rugi yang Diajukan Warga

Lurah: PT Khong Guan Tawar Setengah Nilai Ganti Rugi yang Diajukan Warga

Megapolitan
Gagal Curi Motor karena Alarm Bunyi, 2 Pencuri Ditangkap

Gagal Curi Motor karena Alarm Bunyi, 2 Pencuri Ditangkap

Megapolitan
Bioskop XXI Summarecon Mall Bekasi Mulai Uji Coba Beroperasi Besok

Bioskop XXI Summarecon Mall Bekasi Mulai Uji Coba Beroperasi Besok

Megapolitan
UPDATE 27 Oktober: Bertambah 9 Kasus Positif, 151 Pasien Covid-19 Masih Dirawat di Tangsel

UPDATE 27 Oktober: Bertambah 9 Kasus Positif, 151 Pasien Covid-19 Masih Dirawat di Tangsel

Megapolitan
Anggota Marinir Hendak Dibegal saat Bersepeda, Polisi Kejar Pelaku

Anggota Marinir Hendak Dibegal saat Bersepeda, Polisi Kejar Pelaku

Megapolitan
Ingin Kelabui Polisi, Pembunuh WN Nigeria Membotaki Kepala Saat Kabur

Ingin Kelabui Polisi, Pembunuh WN Nigeria Membotaki Kepala Saat Kabur

Megapolitan
Polda Metro Jaya Bentuk Tim Khusus Pemburu Begal Pesepeda

Polda Metro Jaya Bentuk Tim Khusus Pemburu Begal Pesepeda

Megapolitan
UPDATE 27 Oktober: Bertambah 781, Kasus Covid-19 di Jakarta Capai 102.678

UPDATE 27 Oktober: Bertambah 781, Kasus Covid-19 di Jakarta Capai 102.678

Megapolitan
Depresi Suaminya 2 Bulan Tak Pulang, Perempuan Hamil Coba Bunuh Diri di Gambir

Depresi Suaminya 2 Bulan Tak Pulang, Perempuan Hamil Coba Bunuh Diri di Gambir

Megapolitan
JPO Halte Kramat Cilandak Timur Rawan Jambret, Warga Mengaku Takut Menyeberang Lewat Jembatan

JPO Halte Kramat Cilandak Timur Rawan Jambret, Warga Mengaku Takut Menyeberang Lewat Jembatan

Megapolitan
Lebih dari 3.000 Ojol dan Opang Masih Nekat Berkumpul Saat Tunggu Penumpang

Lebih dari 3.000 Ojol dan Opang Masih Nekat Berkumpul Saat Tunggu Penumpang

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X