Populasi Sarang Tawon di Jakarta Timur Meningkat, Diduga karena Musim Hujan

Kompas.com - 11/12/2019, 19:09 WIB
Petugas Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Timur saat mengevakuasi sarang tawon di salah satu rumah warga di Jalan Raya Tenggah, Pasar Rebo, Jakarta Timur, Rabu (11/12/2019). Dokumentasi Sudin PKP Jakarta TimurPetugas Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Timur saat mengevakuasi sarang tawon di salah satu rumah warga di Jalan Raya Tenggah, Pasar Rebo, Jakarta Timur, Rabu (11/12/2019).
Penulis Dean Pahrevi
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Sebanyak tujuh sarang tawon sudah dievakuasi Petugas Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Sudin PKP) Jakarta Timur pada Rabu (11/12/2019).

Kepala Seksi Operasional Sudin PKP Jakarta Timur Gatot Sulaeman mengatakan, jumlah masih bisa bertambah sebab jumlah itu berdasarkan laporan warga yang masuk hingga pukul 15.10 WIB.

"Hari ini sudah tujuh TKP sarang tawon kita evakuasi. Terakhir tadi sarang tawon di pohon Jalan Pulo Mas Raya. Sudah selesai dievakuasi tadi jam tiga. Itu sarang tawon ndas (Vespa Affinis)," kata Gatot saat dikonfirmasi, Rabu.

Baca juga: 5 Fakta Tawon Ndas yang Harus Diketahui, dari Waktu Aktif sampai Feromon

Gatot menambahkan, beberapa hari terakhir memang jumlah laporan sarang tawon yang meresahkan warga Jakarta Timur semakin meningkat.

Peningkatan terlihat pada November yakni 51 sarang yang dievakuasi. Berbeda dengan bulan-bulan sebelumnya seperti, September 19 sarang dan Oktober 29 sarang.

Menurut dia, hal itu karena cuaca yang sudah mulai memasuki musim penghujan.

"Iya permintaan evakuasi sarang tawon meningkat akhir-akhir ini. Mungkin karena cuaca yah sudah masuk musim hujan, jadi lembab," ujar Gatot.

Baca juga: Cara Mengusir Tawon Ndas yang Bersarang di Area Rumah

Adapun jumlah sarang tawon yang telah dievakuasi di Jakarta Timur terhitung dari awal tahun hingga Desember 2019 yakni 312 sarang.

Sarang tawon paling banyak dievakuasi di wilayah Kecamatan Cipayung yakni, 62 sarang. Hal itu diduga karena kondisi wilayah Cipayung yang banyak pepohonan besar dan cenderung teduh.

"Karena wilayah Cipayung ini masih banyak hutan kota, masih banyak taman dan kebun. Tawon itu kan banyak bersarangnya di pepohonan yang rimbun, atau kadang di rumah-rumah tua," ujar Gatot.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gerindra Kini di Koalisi Jokowi, Cawagub DKI dari PKS Diyakini Bakal Terjungkal

Gerindra Kini di Koalisi Jokowi, Cawagub DKI dari PKS Diyakini Bakal Terjungkal

Megapolitan
Fraksi PSI: Kontraktor Revitalisasi Monas Kurang Meyakinkan

Fraksi PSI: Kontraktor Revitalisasi Monas Kurang Meyakinkan

Megapolitan
Warga Harapan Mulya Bekasi Kebanjiran karena Gorong-gorong Mampet

Warga Harapan Mulya Bekasi Kebanjiran karena Gorong-gorong Mampet

Megapolitan
Diduga Tersambar Kereta, Mayat Tergeletak Dekat Stasiun Taman Kota

Diduga Tersambar Kereta, Mayat Tergeletak Dekat Stasiun Taman Kota

Megapolitan
Dua Calon Baru Diajukan, DPRD Janji Kebut Pemilihan Wagub DKI

Dua Calon Baru Diajukan, DPRD Janji Kebut Pemilihan Wagub DKI

Megapolitan
Polisi Periksa Orangtua hingga Guru Siswi SMP yang Lompat dari Lantai 4 Sekolah

Polisi Periksa Orangtua hingga Guru Siswi SMP yang Lompat dari Lantai 4 Sekolah

Megapolitan
Polisi Tangkap Pemilik Klinik Suntik Stem Cell Ilegal di Kebayoran Lama

Polisi Tangkap Pemilik Klinik Suntik Stem Cell Ilegal di Kebayoran Lama

Megapolitan
Gerindra dan PKS Serahkan Nama Dua Calon Wagub DKI ke Gubernur Anies

Gerindra dan PKS Serahkan Nama Dua Calon Wagub DKI ke Gubernur Anies

Megapolitan
Polisi Sebut Motor Pengemudi Ojol yang Dirampas 10 Debt Collector Belum Sampai di Gudang Leasing

Polisi Sebut Motor Pengemudi Ojol yang Dirampas 10 Debt Collector Belum Sampai di Gudang Leasing

Megapolitan
Hujan 3 Jam, Perumahan di Harapan Mulya Bekasi Kebanjiran

Hujan 3 Jam, Perumahan di Harapan Mulya Bekasi Kebanjiran

Megapolitan
Politisi Gerindra Riza Patria Siap Tinggalkan DPR jika Jadi Calon Wagub DKI

Politisi Gerindra Riza Patria Siap Tinggalkan DPR jika Jadi Calon Wagub DKI

Megapolitan
Kejar 10 Orang yang Rampas Motor Pengemudi Ojol, Polisi Libatkan Pihak Leasing

Kejar 10 Orang yang Rampas Motor Pengemudi Ojol, Polisi Libatkan Pihak Leasing

Megapolitan
Pelecehan Seksual di Jatinegara Terekam CCTV, Mondar-mandir Cari Mangsa di Gang Rawan Kriminal

Pelecehan Seksual di Jatinegara Terekam CCTV, Mondar-mandir Cari Mangsa di Gang Rawan Kriminal

Megapolitan
Ribet Banget Drama Gerindra dan PKS Pilih Wagub DKI

Ribet Banget Drama Gerindra dan PKS Pilih Wagub DKI

Megapolitan
Siwi Sidi Laporkan Akun @digeeembok, Polisi akan Periksa 11 Saksi Termasuk Staf Garuda Indonesia

Siwi Sidi Laporkan Akun @digeeembok, Polisi akan Periksa 11 Saksi Termasuk Staf Garuda Indonesia

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X