Polisi Berharap Ibra Azhari Tak Lagi Direhabilitasi dan Wajib Jalani Hukuman Penjara

Kompas.com - 23/12/2019, 15:43 WIB
Ibra Azhari kembali ditangkap polisi atas kasus penyalahgunaan narkoba jenis sabu, Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin (23/12/2019). KOMPAS.com/DIENDRA THIFAL RAHMAHIbra Azhari kembali ditangkap polisi atas kasus penyalahgunaan narkoba jenis sabu, Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin (23/12/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengungkap bahwa artis peran Ibra Azhari telah empat kali terjerat kasus penyalahgunaan narkoba jenis sabu.

Catatan Kompas.com, dia pernah ditangkap di Denpasar, Bali atas kasus serupa dengan barang bukti narkoba jenis sabu.

Ibra ditangkap saat sedang mengambil pesanan paket berisi sabu seberat 5 gram di Jalan Sunset Seminyak, Denpasar, Bali pada 2010.

"Yang bersangkutan (Ibra) bukan cuma sekali melakukan (penyalahgunaan narkoba), ini sudah kali keempat dia berurusan dengan kasus yang sama. Kita akan proses sampai tuntas," kata Yusri di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin (23/12/2019).

Baca juga: Ditangkap Polisi karena Narkoba, Ibra Azhari Geleng-geleng Kepala

Yusri berharap, Ibra tidak direhabilitasi dan menjalani hukuman penjara sebagai tersangka kasus penyalahgunaan narkoba.

"Mudah-mudahan enggak (direhabilitasi), ini sudah keempat," tegas Yusri.

Seperti diketahui, pengungkapan kasus penyalahgunaan narkoba yang menjerat adik kandung Ayu Azhari itu berawal dari penangkapan seorang kurir narkoba berinisial MH.

Penyidik Subdit II Ditresnarkoba Polda Metro Jaya terlebih dahulu menangkap tersangka pengedar narkoba jenis sabu berinisial IS pada Sabtu (21/12/2019).

Saat polisi memeriksa ponsel milik IS, diketahui seorang kurir narkoba berinisial MH akan mengantarkan sabu kepada Ibra.

Berdasarkan pemeriksaan sementara, polisi juga menangkap tiga tersangka lainnya yakni UW, JT, dan H.

Baca juga: Kronologi Penangkapan Ibra Azhari

Saat ini, polisi tengah memeriksa secara intensif keenam tersangka guna mengetahui peran masing-masing tersangka itu.

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat Pasal 112 dan atau Pasal 114 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Akan Dibangun Penampungan Sementara untuk Pedagang Korban Kebakaran Pasar Cempaka Putih

Akan Dibangun Penampungan Sementara untuk Pedagang Korban Kebakaran Pasar Cempaka Putih

Megapolitan
Pemprov DKI Sediakan 166 Kamar di Tiga Tempat Isolasi Pasien Covid-19

Pemprov DKI Sediakan 166 Kamar di Tiga Tempat Isolasi Pasien Covid-19

Megapolitan
Graha Wisata Ragunan Siapkan 76 Kamar, ampu Tampung 152 Pasien Isolasi Mandiri Covid-19

Graha Wisata Ragunan Siapkan 76 Kamar, ampu Tampung 152 Pasien Isolasi Mandiri Covid-19

Megapolitan
Bawa Senjata Tajam, 28 Pelajar SMK di Bekasi Ditangkap Polisi

Bawa Senjata Tajam, 28 Pelajar SMK di Bekasi Ditangkap Polisi

Megapolitan
Tentukan Penghentian Kasus Pencemaran Nama Baik Ahok, Polisi Akan Lakukan Gelar Perkara

Tentukan Penghentian Kasus Pencemaran Nama Baik Ahok, Polisi Akan Lakukan Gelar Perkara

Megapolitan
Wakil Wali Kota Jakpus: Setiap Kelurahan Punya Ambulans Khusus Pasien Covid-19

Wakil Wali Kota Jakpus: Setiap Kelurahan Punya Ambulans Khusus Pasien Covid-19

Megapolitan
Wakil Wali Kota Klaim Jumlah RW Zona Merah di Jakpus Menurun

Wakil Wali Kota Klaim Jumlah RW Zona Merah di Jakpus Menurun

Megapolitan
Cari Korban Pelecehan Lain, Polisi Cek Rekaman CCTV di Bandara Soetta 3 Bulan Terakhir

Cari Korban Pelecehan Lain, Polisi Cek Rekaman CCTV di Bandara Soetta 3 Bulan Terakhir

Megapolitan
Pengendara Motor Tewas Setelah Tabrak Pohon di Jakarta Timur

Pengendara Motor Tewas Setelah Tabrak Pohon di Jakarta Timur

Megapolitan
Bus Hangus Terbakar di Kramat Jati

Bus Hangus Terbakar di Kramat Jati

Megapolitan
Polisi: Tersangka Pelecehan Seksual di Bandara Soetta Belum Sah Jadi Dokter

Polisi: Tersangka Pelecehan Seksual di Bandara Soetta Belum Sah Jadi Dokter

Megapolitan
Boleh Beroperasi Kembali, Kafe Broker Bekasi Janji Taati Protokol Kesehatan

Boleh Beroperasi Kembali, Kafe Broker Bekasi Janji Taati Protokol Kesehatan

Megapolitan
Graha Wisata Ragunan Siap Tampung Pasien Isolasi Mandiri Covid-19

Graha Wisata Ragunan Siap Tampung Pasien Isolasi Mandiri Covid-19

Megapolitan
PHRI Klaim Kemenparekraf Dukung Restoran di Mal dan Hotel Layani Dine In

PHRI Klaim Kemenparekraf Dukung Restoran di Mal dan Hotel Layani Dine In

Megapolitan
Update 29 September: Kasus Harian Covid-19 di Jakarta Bertambah 1.132, Tingkat Kesembuhan Capai 80 Persen

Update 29 September: Kasus Harian Covid-19 di Jakarta Bertambah 1.132, Tingkat Kesembuhan Capai 80 Persen

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X