PT Transjakarta Akan Buat Rute Alternatif Antisipasi Banjir

Kompas.com - 04/01/2020, 19:53 WIB
Direktur Utama PT Transportasi Jakarta Agung Wicaksono, seusai jumpa pers, di lantai 5, Plaza Indonesia, Jakarta Pusat, Senin (30/12/2019) KOMPAS.COM/RYANA ARYADITA UMASUGIDirektur Utama PT Transportasi Jakarta Agung Wicaksono, seusai jumpa pers, di lantai 5, Plaza Indonesia, Jakarta Pusat, Senin (30/12/2019)
Penulis Cynthia Lova
|

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Transjakarta akan membuat sejumlah rute alternatif untuk mengantisipasi banjir di Jakarta.

Sehingga, meski ada banjir, diharapkan transjakarta bisa tetap beroperasi.

"Jadi sesuai Dishub sudah mendorong ada rute-rute alternatif untuk banjir," kata Dirut PT Transjakarta Agung Wicaksono di Halte Jembatan Baru, Jakarta Barat, Sabtu (4/1/2020).


Ia mengatakan, saat ini PT Transjakarta tengah merancang rute mana saja yang dijadikan rute alternatif.

Baca juga: Banjir Surut, Rute Koridor 3 dan 8 Transjakarta Masih Dialihkan

Untuk membuat rute alternatif itu, Agung beserta jajarannya juga tengah melakukan pemetaan kawasan jalur transjakarta mana saja yang kerap tergenang air.

"Nah, ini sedang kami siapkan (pemetaan jalur transjakarta rawan banjir). Nanti, jika sudah mulai mengindikasikan (banjir), kami akan umumkan jalur alternatif itu ke publik," tutur Agung.

Baca juga: Banjir Surut, 5 Halte Transjakarta Belum Kembali Beroperasi

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Puluhan Ojol Datangi Polres Jaktim Minta Polisi Tindak Mata Elang

Puluhan Ojol Datangi Polres Jaktim Minta Polisi Tindak Mata Elang

Megapolitan
Diperiksa Polisi, Tas Mencurigakan di Kembangan Berisi Buku hingga Kerupuk

Diperiksa Polisi, Tas Mencurigakan di Kembangan Berisi Buku hingga Kerupuk

Megapolitan
Dua Dosen Ditangkap Disangka Cemarkan Nama Baik Rektor Unima

Dua Dosen Ditangkap Disangka Cemarkan Nama Baik Rektor Unima

Megapolitan
Kronologi Keributan Kelompok Ojol dengan 2 Mata Elang di Rawamangun

Kronologi Keributan Kelompok Ojol dengan 2 Mata Elang di Rawamangun

Megapolitan
Polisi Periksa Tas Hitam Mencurigakan yang Tergeletak di Jalan Mawar Kembangan

Polisi Periksa Tas Hitam Mencurigakan yang Tergeletak di Jalan Mawar Kembangan

Megapolitan
Saksi: Seorang Pengemudi Ojol Terluka Sayat Saat Ribut dengan Mata Elang

Saksi: Seorang Pengemudi Ojol Terluka Sayat Saat Ribut dengan Mata Elang

Megapolitan
Kasus Pemukulan Kucing hingga Mati di Bekasi Berakhir Damai

Kasus Pemukulan Kucing hingga Mati di Bekasi Berakhir Damai

Megapolitan
Sidang Dugaan Kriminalisasi Sopir Taksi Online, Saksi Bantah Keterangan dalam BAP

Sidang Dugaan Kriminalisasi Sopir Taksi Online, Saksi Bantah Keterangan dalam BAP

Megapolitan
Polisi Anjurkan Sopir Taksi Online Ari Darmawan Serahkan Uang Jutaan Rupiah untuk Berdamai

Polisi Anjurkan Sopir Taksi Online Ari Darmawan Serahkan Uang Jutaan Rupiah untuk Berdamai

Megapolitan
BMKG: Wilayah Jabotabek Diprediksi Hujan Disertai Angin Kencang Malam Ini

BMKG: Wilayah Jabotabek Diprediksi Hujan Disertai Angin Kencang Malam Ini

Megapolitan
DPR Panggil Ketua DPRD DKI untuk Diskusi soal Revitalisasi TIM

DPR Panggil Ketua DPRD DKI untuk Diskusi soal Revitalisasi TIM

Megapolitan
Dipicu Masalah Kredit Motor, Mata Elang dan Pengemudi Ojol Ribut di Rawamangun

Dipicu Masalah Kredit Motor, Mata Elang dan Pengemudi Ojol Ribut di Rawamangun

Megapolitan
Pembuat Kosmetik Ilegal di Depok Racik Bahan Kimia Berdasar Pengalaman Kerja

Pembuat Kosmetik Ilegal di Depok Racik Bahan Kimia Berdasar Pengalaman Kerja

Megapolitan
Pemukul Kucing hingga Mati di Bekasi Tidak Ditahan

Pemukul Kucing hingga Mati di Bekasi Tidak Ditahan

Megapolitan
Kosmetik Ilegal Produksi di Depok Diedarkan ke Dokter Kulit hingga Klinik Kecantikan di Jakarta

Kosmetik Ilegal Produksi di Depok Diedarkan ke Dokter Kulit hingga Klinik Kecantikan di Jakarta

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X