Pelaku Curanmor di Radio Dalam Belum Tertangkap, Polisi: Wajahnya Kurang Jelas di CCTV

Kompas.com - 18/01/2020, 20:04 WIB
Ilustrasi: Barang bukti motor sitaan kasus pencurian kendaraan bermotor. KOMPAS.com/Hendra CiptoIlustrasi: Barang bukti motor sitaan kasus pencurian kendaraan bermotor.

 

JAKARTA, KOMPAS.com - Polisi belum berhasil menangkap pencuri motor yang aksinya digagalkan oleh sekuriti, Muslih di Komplek TNI Angkatan Laut (AL), Radio Dalam, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (14/1/2020).

Kanit Reskrim Polsek Kebayoran Baru, Kompol Try Suryawan mengatakan, salah satu kendalanya yakni rekaman kamera CCTV yang tak menangkap gambar pelaku dengan jelas.

"CCTV memang ada, cuma untuk wajah pelakunya tidak terlalu jelas," kata Try saat dihubungi, Sabtu (18/1/2020).

Baca juga: Sekuriti Komplek TNI Kehilangan 3 Jarinya Saat Adang Serangan Dua Pencuri Motor

Messki begitu, kata Try, polisi juga mengecek kendaraan pelaku yang tertinggal.

"Saat ini kita masih lakukan penyelidikan, mengecek melalui nomor kerangka dan mesin motornya," tutur dia.

Sebelumnya, aksi pencurian motor hampir terjadi di kompleks perumahan TNI Angkatan Laut di Radio Dalam.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 03.15 dini hari.

Namun, aksi tersebut berhasil digagalkan oleh sekuriti setempat, Muslih yang menegur dan mengejar pelaku setelah melihat hasil CCTV.

Baca juga: Tepergok Sekuriti, Dua Orang Gagal Curi Motor di Komplek TNI AL

Nahas, saat menggagalkan aksi pencurian tersebut, Muslih harus kehilangan tiga jari tangannya setelah menangkis golok pelaku.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tempat Hiburan Malam Dinyatakan sebagai Klaster Baru, Asphija Bereaksi

Tempat Hiburan Malam Dinyatakan sebagai Klaster Baru, Asphija Bereaksi

Megapolitan
Pemkot Bekasi Akan Tes Swab Keluarga Karyawan Pabrik Epson yang Positif Covid-19

Pemkot Bekasi Akan Tes Swab Keluarga Karyawan Pabrik Epson yang Positif Covid-19

Megapolitan
Dapat Nomor Urut Dua di Pilkada Tangsel, Azizah-Ruhamaben Sebut Sesuai Harapan

Dapat Nomor Urut Dua di Pilkada Tangsel, Azizah-Ruhamaben Sebut Sesuai Harapan

Megapolitan
Pemprov DKI Gandeng 26 Rumah Sakit Swasta untuk Tangani Covid-19

Pemprov DKI Gandeng 26 Rumah Sakit Swasta untuk Tangani Covid-19

Megapolitan
Pemkot Tangerang Salurkan Bantuan Sosial Covid-19 Tahap 2 ke 2.800 KK

Pemkot Tangerang Salurkan Bantuan Sosial Covid-19 Tahap 2 ke 2.800 KK

Megapolitan
Anies: Minimal 60 Persen Warga Harus Diam di Rumah Agar Wabah Covid-19 Melandai

Anies: Minimal 60 Persen Warga Harus Diam di Rumah Agar Wabah Covid-19 Melandai

Megapolitan
Dua Balita Jadi Pasien Anak Pertama yang Isolasi di RSD Stadion Patriot

Dua Balita Jadi Pasien Anak Pertama yang Isolasi di RSD Stadion Patriot

Megapolitan
Jaksel Kembali Zona Merah, Wali Kota: Kalau Cuma Nongkrong di Warung Kopi, Jangan Dulu Deh

Jaksel Kembali Zona Merah, Wali Kota: Kalau Cuma Nongkrong di Warung Kopi, Jangan Dulu Deh

Megapolitan
Dapat Nomor Urut 3 di Pilkada Tangsel, Benyamin: Nomor Keberuntungan

Dapat Nomor Urut 3 di Pilkada Tangsel, Benyamin: Nomor Keberuntungan

Megapolitan
Barbershop dan Restoran di Tanjung Priok Ditutup karena Langgar Aturan PSBB

Barbershop dan Restoran di Tanjung Priok Ditutup karena Langgar Aturan PSBB

Megapolitan
Tempat Tidur Isolasi di RS Rujukan Wilayah Jakarta Tersisa 19 Persen, ICU Tersisa 26 Persen

Tempat Tidur Isolasi di RS Rujukan Wilayah Jakarta Tersisa 19 Persen, ICU Tersisa 26 Persen

Megapolitan
Dapat Nomor Urut Satu di Pilkada Tangsel, Muhamad-Sara Berharap Jadi Juara Satu

Dapat Nomor Urut Satu di Pilkada Tangsel, Muhamad-Sara Berharap Jadi Juara Satu

Megapolitan
Tenaga Kesehatan di Tangerang Terbatas, Pemkot Minta Masyarakat Patuhi Protokol Kesehatan

Tenaga Kesehatan di Tangerang Terbatas, Pemkot Minta Masyarakat Patuhi Protokol Kesehatan

Megapolitan
Kata Anies, Tanpa Pengetatan PSBB Jakarta, Kasus Harian Covid-19 Bisa Capai 2.000

Kata Anies, Tanpa Pengetatan PSBB Jakarta, Kasus Harian Covid-19 Bisa Capai 2.000

Megapolitan
Jaksel Kembali Zona Merah, Wali Kota Imbau Warganya Jangan Remehkan Covid-19

Jaksel Kembali Zona Merah, Wali Kota Imbau Warganya Jangan Remehkan Covid-19

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X