Pemprov DKI Akan Beli Lagi 3 Robot Pemadam Kebakaran, Anggarannya Rp 44,9 M

Kompas.com - 12/02/2020, 13:36 WIB
Sebanyak 15 anggota damkar mengikuti pelatihan untuk mengoperasikan robot pemadam kebakaran pada Jumat, (7/2/2020) Audia Natasha PutriSebanyak 15 anggota damkar mengikuti pelatihan untuk mengoperasikan robot pemadam kebakaran pada Jumat, (7/2/2020)
Penulis Nursita Sari
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta berencana membeli lagi robot pemadam kebakaran pada 2020.

Namun, robot pemadam kebakaran yang dibeli tahun ini berbeda dengan satu unit alat pengurai material kebakaran berbentuk mobil robot yang dibeli pada 2019 lalu.

Kepala Dinas Gulkarmat DKI Jakarta Satriadi Gunawan mengatakan, alat yang akan dibeli tahun ini merupakan mobil penyelamatan (rescue) dengan robot pemadam kebakaran.

Baca juga: Pemprov DKI Beli 1 Robot Pemadam Kebakaran, Harganya Rp 37,4 Miliar

Dinas Gulkarmat akan membeli tiga unit truk penyelamatan (rescue truck unit) pada tahun ini. Anggarannya Rp 44,9 miliar.

"Iya (akan beli tiga unit). Itu rescue ya, di dalam mobil itu ada beberapa robotiknya," ujar Satriadi saat dihubungi Kompas.com, Rabu (12/2/2020).

Dilihat dari situs web apbd.jakarta.go.id, nama alat yang akan dibeli Dinas Gulkarmat adalah rescue truck unit.

Spesifikasinya, truk penyelamat dengan robot pemadam kebakaran (rescue truck with fire fighting robot).

Baca juga: Jakarta Kini Punya Robot Pemadam Kebakaran, Seperti Apa Kehebatannya?

Harga satu unit alat itu Rp 13,6 miliar. Kemudian, pajak pertambahan nilai (PPN) untuk tiga unit alat tersebut Rp 4,09 miliar.

Total anggarannya dalam APBD DKI Jakarta tahun 2020 sebesar Rp 44,9 miliar. Satriadi membenarkan anggaran tersebut.

Satriadi berujar, truk rescue itu memiliki jangkauan semprotan yang cukup jauh.

"Itu bisa 80 meter ketinggian daya (jangkau) semprotnya. Personel tidak perlu sampai masuk ke dalam, cukup dari jarak jauh dia bisa mengontrol penyemprotan ini," kata dia.

Jangkauan semprotan yang jauh, lanjut Satriadi, mengurangi risiko bahaya terhadap para petugas pemadam kebakaran.

Baca juga: Keunggulan Robot Pemadam Kebakaran Milik DKI, Tahan Api hingga Dorong Beban 10 Ton

Misalnya, alat tersebut bisa digunakan untuk memadamkan kebakaran di pabrik atau toko bahan-bahan kimia, pom bensin, dan lainnya.

"Kalau anggota (pemadam kebakaran langsung di lokasi tersebut) kan berisiko. Itu banyak terjadi di luar negeri, yang berisiko seperti itu, kami menggunakan alat tersebut," tutur Satriadi.

Pada 2019, Dinas Gulkarmat DKI telah membeli satu unit alat pengurai material kebakaran berupa mobil robot pemadam kebakaran berjenis Dok-Ing MVF- U3.

Dilihat dari situs web lpse.jakarta.go.id, harga satu unit alat tersebut Rp 37,4 miliar.

Harga satu unit mobil robot itu mencapai Rp 37,4 miliar karena dilengkapi beberapa robot dan berbagai perlengkapan penyelamatan.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

DPRD DKI: Perda Penanganan Covid-19 Memperkuat Jaminan Sosial Masyarakat

DPRD DKI: Perda Penanganan Covid-19 Memperkuat Jaminan Sosial Masyarakat

Megapolitan
PSBB Jilid Ke-12 Berakhir Hari Ini, Bagaimana Perkembangan Kasus Covid-19 di Tangsel?

PSBB Jilid Ke-12 Berakhir Hari Ini, Bagaimana Perkembangan Kasus Covid-19 di Tangsel?

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Perda Jakarta: Warga Tolak Swab Test dan Vaksin Didenda Rp 5 juta

[POPULER JABODETABEK] Perda Jakarta: Warga Tolak Swab Test dan Vaksin Didenda Rp 5 juta

Megapolitan
Lima Kendaraan Terlibat Tabrakan Beruntun di Dewi Sartika, Truk hingga Taksi Ringsek

Lima Kendaraan Terlibat Tabrakan Beruntun di Dewi Sartika, Truk hingga Taksi Ringsek

Megapolitan
Polres Tangerang Patroli Cegah Pelajar ke Jakarta Ikut Demo Tolak UU Cipta Kerja

Polres Tangerang Patroli Cegah Pelajar ke Jakarta Ikut Demo Tolak UU Cipta Kerja

Megapolitan
Demo Tolak UU Cipta Kerja Hari Ini, Sejumlah Elemen Buruh Ikut Turun

Demo Tolak UU Cipta Kerja Hari Ini, Sejumlah Elemen Buruh Ikut Turun

Megapolitan
Sederet Fakta Kasus Narkoba yang Menjerat RR, Artis Sinetron 'Dari Jendela SMP'

Sederet Fakta Kasus Narkoba yang Menjerat RR, Artis Sinetron 'Dari Jendela SMP'

Megapolitan
Blak-blakan John Kei Bahas Perseteruannya dengan Nus Kei, Bantah Bersaudara hingga Utang Rp 1 M

Blak-blakan John Kei Bahas Perseteruannya dengan Nus Kei, Bantah Bersaudara hingga Utang Rp 1 M

Megapolitan
Ini 6 Aturan Baru dalam Perda Penanggulangan Covid-19, Siap-siap Denda Jutaan Rupiah jika Melanggar

Ini 6 Aturan Baru dalam Perda Penanggulangan Covid-19, Siap-siap Denda Jutaan Rupiah jika Melanggar

Megapolitan
Pilih Judicial Review, KSPI Tak Bergabung dalam Demo Tolak UU Cipta Kerja Hari Ini

Pilih Judicial Review, KSPI Tak Bergabung dalam Demo Tolak UU Cipta Kerja Hari Ini

Megapolitan
Ribut-ribut di Green Lake Cipondoh, Ketika Satpam Geruduk Pengontrak yang Jual Mobil di Perumahan...

Ribut-ribut di Green Lake Cipondoh, Ketika Satpam Geruduk Pengontrak yang Jual Mobil di Perumahan...

Megapolitan
Langgar PSBB, Satu Restoran dan Kantor di Kebon Jeruk Ditutup

Langgar PSBB, Satu Restoran dan Kantor di Kebon Jeruk Ditutup

Megapolitan
Klaim Biaya Penanganan Covid-19, RS di Kota Bekasi Baru Dapat 37 Persen dari Kemenkes

Klaim Biaya Penanganan Covid-19, RS di Kota Bekasi Baru Dapat 37 Persen dari Kemenkes

Megapolitan
Hari Ini, 6 Kereta Jarak Jauh dari Gambir Juga Layani Keberangkatan dari Stasiun Jatinegara

Hari Ini, 6 Kereta Jarak Jauh dari Gambir Juga Layani Keberangkatan dari Stasiun Jatinegara

Megapolitan
Pemandu Wisata Terdampak Pandemi Covid-19, Aji Banting Setir Jualan Furnitur

Pemandu Wisata Terdampak Pandemi Covid-19, Aji Banting Setir Jualan Furnitur

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X