Terkait Normalisasi, Wali Kota Jakarta Timur Sebut Banyak Bangunan Liar di Bantaran Kali Ciliwung

Kompas.com - 12/02/2020, 17:35 WIB
Wali Kota Jakarta Timur M Anwar kepada awak media di Kantor Kelurahan Cipinang Muara, Jakarta Timur, Rabu (12/2/2020). KOMPAS.COM/DEAN PAHREVIWali Kota Jakarta Timur M Anwar kepada awak media di Kantor Kelurahan Cipinang Muara, Jakarta Timur, Rabu (12/2/2020).
Penulis Dean Pahrevi
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Dinas Sumber Daya Air Provinsi DKI Jakarta berencana membebaskan 118 bidang tanah di bantaran Kali Ciliwung.

Hal itu merupakan upaya konkret untuk memperlancar proyek pelebaran Sungai Ciliwung.

Adapun 118 bidang tanah itu tersebar di empat kelurahan, yakni Kelurahan Pejaten Timur, Tanjung Barat, Balekambang, dan Cililitan.

Terdapat bangunan bersertifikat dan tidak bersertifikat alias bangunan liar di bantaran Kali Ciliwung.

Baca juga: Pembebasan Tanah untuk Normalisasi Ciliwung Tunggu Pemilik Lahan Bayar PBB

Terkait hal itu, Wali Kota Jakarta Timur M Anwar mengatakan, jumlah bangunan liar di bantaran Kali Ciliwung wilayah Jakarta Timur sangat banyak.

"Banyak lah (bangunan liar), iya dari mulai (wilayah kecamatan) Kramat Jati sampai Kampung Melayu (Kecamatan Jatinegara), banyak ya," kata Anwar di Kantor Kelurahan Cipinang Muara, Jakata Timur, Rabu (12/2/2020).

Anwar menjelaskan, pihaknya belum mengetahui jumlah pasti bangunan liar di wilayah Jakarta Timur. Sebab, hal itu harus melalui survei lokasi.

"Ada data yang harus konkret, tidak bisa kita asal bicara karena harus ke lapangan, survei dulu, dan sebagainya supaya akurat datanya," ujar Anwar.

Dia menambahkan, pihaknya juga belum mengetahui kapan akan mulai melakukan pembebasan lahan. Sebab, masih harus berkoordinasi dengan Dinas SDA Provinsi DKI Jakarta.

Pemprov DKI Jakarta dan Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) memiliki kesepakatan untuk melebarkan sungai di Jakarta dengan konsep  normalisasi.

Baca juga: Dinas SDA Minta Bangunan Liar di Bantaran Ciliwung Dirapikan

Pemprov DKI bertugas membebaskan lahan, sementara BBWSCC membangun infrastrukturnya.

Saat Anies Baswedan menjabat sebagai gubernur DKI Jakarta, dia memperkenalkan konsep naturalisasi untuk melebarkan sungai di Jakarta.

Anies dan Kementerian PUPR akhirnya menyepakati pelebaran sungai di Jakarta akan dijalankan, baik konsep normalisasi ataupun naturalisasi.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cara Pengelola Kafe Lokasi Penembakan oleh Bripda CS Kelabui Satpol PP soal Jam Operasional

Cara Pengelola Kafe Lokasi Penembakan oleh Bripda CS Kelabui Satpol PP soal Jam Operasional

Megapolitan
Pemerintah Terbitkan Aturan Vaksinasi Mandiri, Pengusaha DKI Harap Harganya Terjangkau

Pemerintah Terbitkan Aturan Vaksinasi Mandiri, Pengusaha DKI Harap Harganya Terjangkau

Megapolitan
Pengusaha DKI Sambut Baik Vaksinasi Covid-19 Mandiri

Pengusaha DKI Sambut Baik Vaksinasi Covid-19 Mandiri

Megapolitan
Puluhan Rumah Warga Cilincing Rusak Diterpa Angin Kencang

Puluhan Rumah Warga Cilincing Rusak Diterpa Angin Kencang

Megapolitan
Ibu dari 2 Balita yang Tertabarak Truk di Pondok Cabe Meninggal di RS

Ibu dari 2 Balita yang Tertabarak Truk di Pondok Cabe Meninggal di RS

Megapolitan
Tanggapi Wacana Interpelasi F-PSI soal Banjir Jakarta, Wagub DKI: Kami Persilakan

Tanggapi Wacana Interpelasi F-PSI soal Banjir Jakarta, Wagub DKI: Kami Persilakan

Megapolitan
Paspampres Sebut Sunmori Moge yang Terobos Ring 1 Bisa Ditembak Karena Membahayakan

Paspampres Sebut Sunmori Moge yang Terobos Ring 1 Bisa Ditembak Karena Membahayakan

Megapolitan
Pengendara Moge Ditendang Saat Terobos Ring 1, Paspampres: Itu Masih Manusiawi, Sebenarnya Bisa Ditembak

Pengendara Moge Ditendang Saat Terobos Ring 1, Paspampres: Itu Masih Manusiawi, Sebenarnya Bisa Ditembak

Megapolitan
Bandara Soekarno Hatta Siapkan Layanan Taksi Terbang untuk Antar Masyarakat

Bandara Soekarno Hatta Siapkan Layanan Taksi Terbang untuk Antar Masyarakat

Megapolitan
Paspampres: Pengendara Moge Dilumpuhkan karena Menerobos Kawasan Ring 1

Paspampres: Pengendara Moge Dilumpuhkan karena Menerobos Kawasan Ring 1

Megapolitan
Kerap Langgar Prokes, Lokasi Penembakan oleh Bripda CS Sering Dikeluhkan Warga Setempat

Kerap Langgar Prokes, Lokasi Penembakan oleh Bripda CS Sering Dikeluhkan Warga Setempat

Megapolitan
Lokasi Penembakkan oleh Bripda CS Buka hingga Subuh, Pemprov DKI: Pengelola Kafe Kelabui Petugas

Lokasi Penembakkan oleh Bripda CS Buka hingga Subuh, Pemprov DKI: Pengelola Kafe Kelabui Petugas

Megapolitan
Usai Dilantik Jadi Wakil Wali Kota Depok, Imam Berencana Silaturahim hingga Terbitkan Buku

Usai Dilantik Jadi Wakil Wali Kota Depok, Imam Berencana Silaturahim hingga Terbitkan Buku

Megapolitan
Dilantik Jadi Wakil Wali Kota Depok, Imam Budi Berharap Segera Sembuh Covid-19

Dilantik Jadi Wakil Wali Kota Depok, Imam Budi Berharap Segera Sembuh Covid-19

Megapolitan
Selisih Data Terjadi Lagi, Depok Minta Satgas Covid-19 'Konsen': Bahaya jika Tak Diselesaikan

Selisih Data Terjadi Lagi, Depok Minta Satgas Covid-19 "Konsen": Bahaya jika Tak Diselesaikan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X