Formula E 2020 Jakarta: Lapangan Monas Diaspal untuk Trek Balap, Nanti Dikupas Lagi

Kompas.com - 19/02/2020, 15:13 WIB
Jalur Formula E yang diumumkan di Hotel Novotel, Cikini, Jakarta Pusat, Jumat (14/2/2020) Dok. Formula E IndonesiaJalur Formula E yang diumumkan di Hotel Novotel, Cikini, Jakarta Pusat, Jumat (14/2/2020)

JAKARTA, KOMPAS.com - Lintasan balap mobil listrik Formula E Jakarta atau Jakarta E-prix pada Juni nanti, bakal memakan sebagain area Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, yakni sisi selatan dan sebagian sisi barat.

Imbasnya, sebagian area Monas tersebut mesti diratakan sesuai standar lintasan balap Formula E. Itu berarti, kawasan lapangan Monas yang didominasi batu-batu mesti dibongkar, diganti dengan aspal mulus.

Rencana ini dianggap bakal merusak kelestarian kawasan Monas.

Baca juga: Lintasan Formula E di Monas Akan Mulai Diaspal Maret 2020

Namun, juru bicara Formula E 2020 Jakarta Husein Abdullah menampik anggapan itu. Ia mengonfirmasi bahwa aspal di lapangan Monas akan dikupas kembali seperti sediakala.

"Saya kira ini karena sudah pernah dipraktikkan di beberapa kota, termasuk di Roma dan di beberapa tempat bersejarah yang lain, bahkan yang nilainya (sejarah dan budaya) mungkin sama seperti Monas atau mungkin lebih," jelas Husein kepada wartawan Kompas TV Aiman Witjaksono dalam program Aiman yang tayang pada Senin (17/2/2020) lalu.

"Kalau berdasarkan pengalaman mereka, mereka sangat yakin bisa (dikembalikan persis ke sediakala)," tambah dia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Husein beranggapan, gelaran Formula E 2020 Jakarta yang bakal digelar di kawasan Monas menjadi momentum yang pas guna memberi contoh pemanfaatan kawasan bernilai historis.

Baca juga: Lintasan Formula E di Monas Akan Dibongkar Seusai Balapan Selesai

Contoh itu termasuk soal bagaimana caranya memanfaatkan kawasan bernilai historis itu untuk sebuah event besar, sekaligus menjaga kelestariannya.

"Di sini mungkin kita harus lebih banyak belajar, bagaimana merawat suatu kawasan historis tetapi dimanfaatkan untuk sebesar-besarnya kepentingan orang banyak, termasuk untuk balapan yang punya nilai hiburan, edukasi, dan juga aspek lingkungan hidup," beber Husein.

"Ini pembelajaran bukan hanya penduduk Jakarta, tetapi juga yang dari luar (Jakarta) yang nantinya datang dan menyaksikan balapan ini. Oh begini caranya membangun dan mengembalikan kembali," tutur eks juru bicara Jusuf Kalla itu.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mengenal Mustafa Kemal Ataturk, Namanya Akan Digunakan di Jalan Jakarta tapi Diprotes MUI dan PKS

Mengenal Mustafa Kemal Ataturk, Namanya Akan Digunakan di Jalan Jakarta tapi Diprotes MUI dan PKS

Megapolitan
Polisi Selidiki Kasus Tabrak Lari di Kemayoran

Polisi Selidiki Kasus Tabrak Lari di Kemayoran

Megapolitan
Kontroversi Penggunaan Nama Mustafa Kemal Ataturk di Jalan Jakarta, Disebut Diktator

Kontroversi Penggunaan Nama Mustafa Kemal Ataturk di Jalan Jakarta, Disebut Diktator

Megapolitan
Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua di Tangsel Capai 50,2 Persen dari Target

Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua di Tangsel Capai 50,2 Persen dari Target

Megapolitan
75 Polisi Disiagakan untuk Tilang Pelanggar Ganjil Genap di Jakarta

75 Polisi Disiagakan untuk Tilang Pelanggar Ganjil Genap di Jakarta

Megapolitan
Strawberry Cafe di Duri Kepa Gunakan Konsep 'Squid Game', Pengunjung Meningkat 4 Kali Lipat

Strawberry Cafe di Duri Kepa Gunakan Konsep "Squid Game", Pengunjung Meningkat 4 Kali Lipat

Megapolitan
5 Terduga Pelaku Penggelapan Mobil Ditangkap Para Korbannya Saat Buat KTP Palsu

5 Terduga Pelaku Penggelapan Mobil Ditangkap Para Korbannya Saat Buat KTP Palsu

Megapolitan
Polisi Akan Gelar Perkara Kasus Tabrak Lari di Tol Sedyatmo untuk Tentukan Status Terduga Pelaku

Polisi Akan Gelar Perkara Kasus Tabrak Lari di Tol Sedyatmo untuk Tentukan Status Terduga Pelaku

Megapolitan
Penggerebekan Ruko Pinjol di Cengkareng Berujung 6 Orang Jadi Tersangka

Penggerebekan Ruko Pinjol di Cengkareng Berujung 6 Orang Jadi Tersangka

Megapolitan
Kebakaran Rumah di Duri Kepa, Akses Jalan Sempit Sulitkan Petugas Damkar

Kebakaran Rumah di Duri Kepa, Akses Jalan Sempit Sulitkan Petugas Damkar

Megapolitan
Dukung Interpelasi Formula E Tetap Jalan, Ketua DPRD DKI: Sudah Semestinya Anies Jelaskan di Forum Resmi

Dukung Interpelasi Formula E Tetap Jalan, Ketua DPRD DKI: Sudah Semestinya Anies Jelaskan di Forum Resmi

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Holywings Kembali Digerebek | Lokasi Sirkuit Formula E Masih Tanda Tanya

[POPULER JABODETABEK] Holywings Kembali Digerebek | Lokasi Sirkuit Formula E Masih Tanda Tanya

Megapolitan
Ganjil Genap di Jalan Sudirman, Thamrin, Rasuna Said Hanya Berlaku Senin-Jumat

Ganjil Genap di Jalan Sudirman, Thamrin, Rasuna Said Hanya Berlaku Senin-Jumat

Megapolitan
Transjakarta Rute Stasiun Manggarai-UI Depok Kembali Beroperasi

Transjakarta Rute Stasiun Manggarai-UI Depok Kembali Beroperasi

Megapolitan
Satu Keluarga Jadi Korban Tabrak Lari di Kemayoran, Korban Alami Luka-luka

Satu Keluarga Jadi Korban Tabrak Lari di Kemayoran, Korban Alami Luka-luka

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.