Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Belum Selang Sebulan, Periuk Kota Tangerang Kebanjiran Lagi

Kompas.com - 24/02/2020, 12:17 WIB
Singgih Wiryono,
Ambaranie Nadia Kemala Movanita

Tim Redaksi

TANGERANG, KOMPAS.com - Kecamatan Periuk kembali dilanda banjir setelah sebelumnya dua pekan lalu dilanda banjir dahsyat setinggi 3 meter.

Banjir kembali merendam permukiman Garden City Residence Kelurahan Gebang Jaya dan Kelurahan Periuk Kecamatan Periuk Kota Tangerang.

Warga Garden City Residence di RW 15 RT 03, Ningsih mengatakan air mulai naik ke perumahan mereka pada Minggu (23/2/2020) pagi setelah hujan lebat Sabtu (22/2/2020) malam hingga dini hari.

Baca juga: Banjir Periuk di Balik Turap Setinggi 5 Meter

"Tiba-tiba sudah masuk aja airnya," ujar dia saat ditemui di dekat Kantor Kecamatan Periuk Kota Tangerang, Senin (24/2/2020).

Beruntung Ningsih bersama suaminya sudah mengantisipasi banjir sehingga bisa menyelamatkan beberapa barangnya yang hampir tenggelam.

"Kita naikin dah ke mana, ke atas lemari, ke atap," ujar dia.

Ningsih mengatakan, banjir kali ini memang tidak setinggi banjir yang terjadi pada awal Februari lalu. Ketinggian air, kata dia, sekitar 150 sentimeter.

"Seleher saya, masih bisa untuk evakuasi," kata dia.

Masih trauma

Pada Senin pagi, pantauan Kompas.com di lokasi, banjir di RT 15 RW 3 Periuk sudah mulai surut dan bisa dilewati pejalan kaki.

Ketinggian air sekitar 40-60 sentimeter atau setinggi lutut orang dewasa. Meski sudah surut, Ningsih mengaku belum berani kembali ke rumahnya yang masih terendam banjir.

Baca juga: Banjir di Periuk Tangerang Hasilkan 604 Ton Sampah

"Takut, masih hujan begini nanti naik lagi," kata dia.

Ningsih juga berharap agar pemerintah bisa segera mengambil langkah cepat untuk mengatasi banjir di Garden City Residence tempat dia tinggal.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Jenazah Brigadir RAT Diotopsi di RS Polri Sebelum Dibawa Keluarga ke Manado

Jenazah Brigadir RAT Diotopsi di RS Polri Sebelum Dibawa Keluarga ke Manado

Megapolitan
Kasus Kriminal di Depok Naik, dari Pencurian Guling hingga Bocah SMP Dibegal

Kasus Kriminal di Depok Naik, dari Pencurian Guling hingga Bocah SMP Dibegal

Megapolitan
Pemprov DKI Bakal Bangun 2 SPKL Tahun Ini, Salah Satunya di Balai Kota

Pemprov DKI Bakal Bangun 2 SPKL Tahun Ini, Salah Satunya di Balai Kota

Megapolitan
Pedagang Pigura di Bekasi Bakal Jual 1.000 Pasang Foto Prabowo-Gibran

Pedagang Pigura di Bekasi Bakal Jual 1.000 Pasang Foto Prabowo-Gibran

Megapolitan
Ketika Pemprov DKI Seolah Tak Percaya Ada Perkampungan Kumuh Dekat Istana Negara...

Ketika Pemprov DKI Seolah Tak Percaya Ada Perkampungan Kumuh Dekat Istana Negara...

Megapolitan
Pedagang Pigura di Bekasi Patok Harga Foto Prabowo-Gibran mulai Rp 150.000

Pedagang Pigura di Bekasi Patok Harga Foto Prabowo-Gibran mulai Rp 150.000

Megapolitan
Upaya PKS Lanjutkan Hegemoni Kemenangan 5 Periode Berturut-turut pada Pilkada Depok

Upaya PKS Lanjutkan Hegemoni Kemenangan 5 Periode Berturut-turut pada Pilkada Depok

Megapolitan
PKS Bakal Gaet Suara Anak Muda untuk Bisa Menang Lagi pada Pilkada Depok 2024

PKS Bakal Gaet Suara Anak Muda untuk Bisa Menang Lagi pada Pilkada Depok 2024

Megapolitan
Golkar: Elektabilitas Bukan Jadi Indikator Utama untuk Pilih Cagub DKI

Golkar: Elektabilitas Bukan Jadi Indikator Utama untuk Pilih Cagub DKI

Megapolitan
Polisi Periksa 13 Saksi dalam Kasus Anggota Polisi yang Tembak Kepalanya Sendiri

Polisi Periksa 13 Saksi dalam Kasus Anggota Polisi yang Tembak Kepalanya Sendiri

Megapolitan
Nestapa Agus, Tak Dapat Bantuan Pemerintah dan Hanya Andalkan Uang Rp 100.000 untuk Hidup Sebulan

Nestapa Agus, Tak Dapat Bantuan Pemerintah dan Hanya Andalkan Uang Rp 100.000 untuk Hidup Sebulan

Megapolitan
Ogah Bayar Rp 5.000, Preman di Jatinegara Rusak Gerobak Tukang Bubur

Ogah Bayar Rp 5.000, Preman di Jatinegara Rusak Gerobak Tukang Bubur

Megapolitan
Kapolres Jaksel: Brigadir RAT Diduga Bunuh Diri karena Ada Masalah Pribadi

Kapolres Jaksel: Brigadir RAT Diduga Bunuh Diri karena Ada Masalah Pribadi

Megapolitan
Polisi: Mobil Alphard yang Digunakan Brigadir RAT Saat Bunuh Diri Milik Kerabatnya

Polisi: Mobil Alphard yang Digunakan Brigadir RAT Saat Bunuh Diri Milik Kerabatnya

Megapolitan
Prakiraan Cuaca Jakarta Hari Ini Sabtu 27 April 2024, dan Besok: Siang ini Hujan Ringan

Prakiraan Cuaca Jakarta Hari Ini Sabtu 27 April 2024, dan Besok: Siang ini Hujan Ringan

Megapolitan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com