Warga Sebut Dinding Kontrakan yang Ambruk di Tangsel Berdiri Tanpa Tiang

Kompas.com - 27/02/2020, 16:13 WIB
Dinding rumah kontrakan yang berlokasi di Kampung Cirompang, Kademangan, Setu,  Tangerang Selatan, Kamis (27/2/2020) ambruk. Kejadian iti pun menimpa satu rumah kontrakan lain di bawahnya. KOMPAS.com/MUHAMAD ISA BUSTOMIDinding rumah kontrakan yang berlokasi di Kampung Cirompang, Kademangan, Setu, Tangerang Selatan, Kamis (27/2/2020) ambruk. Kejadian iti pun menimpa satu rumah kontrakan lain di bawahnya.

TANGERANG SELATAN,KOMPAS.com - Ambruknya dinding kontrakan di RT 02/03 Kampung Cirompang, Kademangan, Setu, Tangerang Selatan, Kamis (27/2/2020), mengagetkan warga setempat.

Padahal, dinding kontrakan tersebut semula masih berdiri dengan kokoh.

Salah satu warga setempat, Ma'mun mengatakan bahwa kekuatan kontruksi banguanan mulai terlihat setelah dinding belakang kontrakan itu ambruk.

Baca juga: Dinding Kontrakan di Tangsel Ambruk Menimpa Satu Rumah

Ma'mun yang kesehariannya sebagai pekerja bangunan melihat tak ada tiang penyangga untuk memperkokoh bangunan.

"Temboknya enggak ada tiangnya. Seharusnya kan ada tiang di setiap batas petakan rumah," kata Ma'mun di lokasi, Kamis (27/2/2050).

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Menurut Ma'mun, tidak adanya tiang membuat kontruksi tembok sangat rawan, mengingat lokasi kontrakan di atas tebing setinggi 2 meter.

"Karena enggak ada tiang, ditimpa hujan deras dan tanah geser dikit, ambruk. Ini saya lihat enggak ada kontruksi juga di tanah. tembok hanya berdiri begitu saja padahal di tebing posisinya," ungkapnya.

Baca juga: Dinding Kontrakan di Tangsel Ambruk, Warga Duga Akibat Pergeseran Tanah

Sebelumnya, peristiwa ambruknya dinding rumah kontrakan itu terjadi sekitar pukul 10.30 WIB.

Ma'mun mengatakan, saat itu penghuni kontrakan bernama Juman sedang tidur. Dia mendengar bunyi keretakan dinding sebanyak tiga kali.

"Sebelum ambruk bunyi tiga kali. Pak Juman saat itu lagi tidur, untung bangun karena bunyi yang cukup keras itu," ujar Ma'mun.

Ma'mun yang saat itu sedang mengerjakan proyek bangunan rumah lain meminta kepada Juman untuk memberitahu penghuni rumah di bawah kontrakannya.

Baca juga: Bocah 4 Tahun Nyaris Tertimpa Dinding Kontrakan yang Ambruk di Tangsel

"Saat itu saya minta Pak Juman buat bilangin orang yang tinggal kontrakan bawah itu si Ibu Imas. Saya juga ikut bangunin," katanya.

Setelah semua keluaga yang menghuni kontrakan di bawah keluar, tembok kontrakan pun ambruk.

"Pas orang yang di bawah semua keluar. Baru itu tembok ambruk. Alhamdulillah enggak ada korban jiwa," kata Ma'mun.



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

UPDATE 19 Juni: Tambah 59 Kasus di Kota Tangerang, 499 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

UPDATE 19 Juni: Tambah 59 Kasus di Kota Tangerang, 499 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Megapolitan
Kecelakaan di Jalan Sawangan Depok, Ban Taksi Sobek, Pemotor Luka di Kepala

Kecelakaan di Jalan Sawangan Depok, Ban Taksi Sobek, Pemotor Luka di Kepala

Megapolitan
Jatuh dari Speed Boat dan Terapung 3 Jam  di Perairan Kepulauan Seribu, Remaja 14 Tahun Berhasil Dievakuasi

Jatuh dari Speed Boat dan Terapung 3 Jam di Perairan Kepulauan Seribu, Remaja 14 Tahun Berhasil Dievakuasi

Megapolitan
Langgar Jam Operasional, Tori Bar Fatmawati Disegel 3 Hari

Langgar Jam Operasional, Tori Bar Fatmawati Disegel 3 Hari

Megapolitan
Razia Protokol Kesehatan di Tori Bar Fatmawati, Pintu Dikunci, Aparat Tunggu 30 Menit

Razia Protokol Kesehatan di Tori Bar Fatmawati, Pintu Dikunci, Aparat Tunggu 30 Menit

Megapolitan
Kenapa Kereta MRT Disebut Ratangga? Ternyata Ini Sejarah di Baliknya...

Kenapa Kereta MRT Disebut Ratangga? Ternyata Ini Sejarah di Baliknya...

Megapolitan
Vaksinasi Warga 18 Tahun ke Atas di Depok Dimulai, Daftar Lewat Hotline Berikut Ini

Vaksinasi Warga 18 Tahun ke Atas di Depok Dimulai, Daftar Lewat Hotline Berikut Ini

Megapolitan
Pasien Covid-19 Kabupaten Bekasi Kini 1.609 Orang

Pasien Covid-19 Kabupaten Bekasi Kini 1.609 Orang

Megapolitan
Langgar Ganjil Genap, Petugas Putar Balik 2.000 Kendaraan di Kota Bogor

Langgar Ganjil Genap, Petugas Putar Balik 2.000 Kendaraan di Kota Bogor

Megapolitan
Ada Nobar Euro 2020 di Pamulang, Wali Kota Tangsel Kerahkan Anggota untuk Razia

Ada Nobar Euro 2020 di Pamulang, Wali Kota Tangsel Kerahkan Anggota untuk Razia

Megapolitan
Depok Buka Vaksinasi Covid-19 untuk Warga Usia 18 Tahun ke Atas

Depok Buka Vaksinasi Covid-19 untuk Warga Usia 18 Tahun ke Atas

Megapolitan
37 Balita Positif Covid-19 di Depok Hari Ini, Sama dengan Lansia

37 Balita Positif Covid-19 di Depok Hari Ini, Sama dengan Lansia

Megapolitan
Depok Catat 543 Kasus Baru Covid-19, Terbanyak Kedua Sepanjang Sejarah

Depok Catat 543 Kasus Baru Covid-19, Terbanyak Kedua Sepanjang Sejarah

Megapolitan
Rekor Lagi, 4.895 Kasus Baru Covid-19 di Jakarta Hari Ini

Rekor Lagi, 4.895 Kasus Baru Covid-19 di Jakarta Hari Ini

Megapolitan
Covid-19 di Bekasi Naik Hampir 90 Persen, Wali Kota: Bukan Meningkat, tapi Melonjak Vertikal!

Covid-19 di Bekasi Naik Hampir 90 Persen, Wali Kota: Bukan Meningkat, tapi Melonjak Vertikal!

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X