Banjir di Bekasi Berulang, Pengamat: Tidak Heran, Dulunya Itu Rawa

Kompas.com - 28/02/2020, 10:46 WIB
Warga beraktivitas di rumahnya saat banjir di kampung Buaran Jaya, Harapan Mulya yang terendam banjir di Bekasi, Jawa Barat, Selasa (21/1/2020). Menurut warga banjir memasuki rumah warga pada pukul 04.00 WIB setinggi 60-90 cm akibat curah hujan tinggi dan saluran drainase yang buruk. ANTARA FOTO/FAKHRI HERMANSYAHWarga beraktivitas di rumahnya saat banjir di kampung Buaran Jaya, Harapan Mulya yang terendam banjir di Bekasi, Jawa Barat, Selasa (21/1/2020). Menurut warga banjir memasuki rumah warga pada pukul 04.00 WIB setinggi 60-90 cm akibat curah hujan tinggi dan saluran drainase yang buruk.


BEKASI, KOMPAS.com - Sejak awal tahun 2020, Kota Bekasi kerap dilanda banjir saat intentensitas hujan tinggi. 

Sebut saja banjir di tanggal 1 Januari, 8 Februari, dan 25 Februari 2020.

Pengamat Tata Kota, Nirwono Joga mengatakan, banjir di Bekasi disebabkan permukimannya yang saat ini ditempati warga dulunya adalah setu atau rawa-rawa.

Baca juga: KCIC hingga Tol Kalimalang Dianggap Penyebab Banjir, Ini Solusi Pemkot Bekasi

Sehingga dengan makin banyaknya permukiman yang terbangun di Bekasi, setu maupun rawa-rawa itu lama kelamaan menghilang.

Akibatnya Bekasi kekurangan resapan air ketika debit air hujan dan menyebabkan banjir di Bekasi.

“Untuk kota Bekasi permukiman yang terdampak banjir sebenarnya tidak mengherankan karena permukan tersebut dibangun di atas lahan yang dulunya rawa-rawa yang mendangkal, sehingga jika hujan air pasti akan mengalir atau membanjiri kawasan tersebut,” ucap Nirwono kepada Kompas.com, Jumat (28/2/2020).

Ia juga mempertanyakan Pemerintah Kota Bekasi yang kerap memberi izin pembangunan permukiman tanpa melihat bagaimana dampak kedepannya.

Menurut dia, Pemkot Bekasi harus mengevaluasi tata ruangnya saat ini.

Sehingga bisa diketahui apa yang harus diperbaiki.

“Evaluasi tata ruang, baik kawasan permukiman, kawasan komersial, dan kawasan yang terdampak banjir,” kata dia.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[POPULER JABODETABEK] Gempa di Jakarta Serasa 'Nyungsep' | Sawangan Kini Terbanyak Kasus Covid-19 di Depok

[POPULER JABODETABEK] Gempa di Jakarta Serasa "Nyungsep" | Sawangan Kini Terbanyak Kasus Covid-19 di Depok

Megapolitan
Hari Terakhir PPDB Jakarta hingga Pukul 15.00 WIB, Masih Ada Kursi Kosong di 115 SMAN

Hari Terakhir PPDB Jakarta hingga Pukul 15.00 WIB, Masih Ada Kursi Kosong di 115 SMAN

Megapolitan
Pro Kontra Keputusan Anies Izinkan Reklamasi Ancol di Mata Anggota DPRD DKI

Pro Kontra Keputusan Anies Izinkan Reklamasi Ancol di Mata Anggota DPRD DKI

Megapolitan
Ratusan Pegawai di Lingkungan Kantor Wali Kota Jakut Jalani Rapid Test

Ratusan Pegawai di Lingkungan Kantor Wali Kota Jakut Jalani Rapid Test

Megapolitan
UPDATE Grafik 7 Juli di Depok: Tambah 13 Kasus, 21 Pasien Sembuh

UPDATE Grafik 7 Juli di Depok: Tambah 13 Kasus, 21 Pasien Sembuh

Megapolitan
Prakiraan Cuaca BMKG Rabu: Jakarta Hujan Siang dan Sore Nanti

Prakiraan Cuaca BMKG Rabu: Jakarta Hujan Siang dan Sore Nanti

Megapolitan
Pengunjung Top One Diminta Sembunyi Saat Digerebek, Dikunci di Ruangan Gelap dan Pengap

Pengunjung Top One Diminta Sembunyi Saat Digerebek, Dikunci di Ruangan Gelap dan Pengap

Megapolitan
PPDB Jakarta Tahap Akhir Sisakan 2.512 Kursi di 115 SMA Negeri, Ini Daftarnya

PPDB Jakarta Tahap Akhir Sisakan 2.512 Kursi di 115 SMA Negeri, Ini Daftarnya

Megapolitan
JPO GBK Dirusak Aksi Vandalisme

JPO GBK Dirusak Aksi Vandalisme

Megapolitan
Ojek Online Diizinkan Bawa Penumpang di Kota Bekasi Mulai Kamis Besok

Ojek Online Diizinkan Bawa Penumpang di Kota Bekasi Mulai Kamis Besok

Megapolitan
Politisi PAN Sebut Reklamasi Ancol Bisa Tambah Pendapatan Daerah

Politisi PAN Sebut Reklamasi Ancol Bisa Tambah Pendapatan Daerah

Megapolitan
PSBB Transisi, Anak Berusia di Bawah 5 Tahun dan Lansia Dilarang Nonton di Bioskop DKI

PSBB Transisi, Anak Berusia di Bawah 5 Tahun dan Lansia Dilarang Nonton di Bioskop DKI

Megapolitan
Update 7 Juli: 7 Kasus Baru, Covid-19 di Kota Tangerang Berjumlah 507

Update 7 Juli: 7 Kasus Baru, Covid-19 di Kota Tangerang Berjumlah 507

Megapolitan
PLN UID Banten Buka 12 Posko Aduan Pelanggan, Ini Hotline Tiap Daerah

PLN UID Banten Buka 12 Posko Aduan Pelanggan, Ini Hotline Tiap Daerah

Megapolitan
Wali Kota Rahmat Effendi Klaim Kota Bekasi Sudah Zona Hijau

Wali Kota Rahmat Effendi Klaim Kota Bekasi Sudah Zona Hijau

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X