Kompas.com - 07/03/2020, 16:26 WIB
Agus Eka Jaya, penjual bunga di kawasan TPU Pondok Ranggon, Jakarta Timur, Sabtu (7/3/2020) KOMPAS.COM/WALDA MARISONAgus Eka Jaya, penjual bunga di kawasan TPU Pondok Ranggon, Jakarta Timur, Sabtu (7/3/2020)

Namun jika memasuki bulan-bulan tersebut, Agus harus menaikkan harga karena mengikuti pasar.

Itu baru untuk penjualan bunga yang ditaburkan di pemakaman. Belum lagi untuk penjualan bunga hidup.

Warga umumnya membeli bunga hidup untuk dijadikan hadiah ucapan selamat ulang tahun, ucapan selamat ketika wisuda, atau dekorasi pesta pernikahan.

Harganya bunga per tangkai yang dijual pun variatif.

Untuk bunga mawar per tangkainya biasa dijual sebesar Rp 10.000. Sementara bunga Aster dan Sedap Malam seharga Rp 5.000 per tangkai.

Baca juga: Bisnis Batu Nisan di Ciputat, Pemesannya Orang Biasa hingga Pejabat

Sedangkan yang paling mahal ada bunga Lily dan Anggrek Bulan yang harganya bisa mencapai Rp 50.000 per tangkai.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Untuk bunga bucket, Agus hanya mengikuti keinginan dan budget pelanggan.

“Kalau misalnya pelanggan maunya yang Rp. 100.000, berarti dapat bunganya ini, ini, dan ini. Jadi itu harga bunganya saja. Kalau ada hiasan pita atau tisu yang agak besar paling nambah biaya itu saja,” terang dia.

Maka tidak heran jika omzet perbulannya tidak menentu, berkisar Rp 15 juta sampai Rp 25 juta per bulan

Namun, di sisi lain, Agus harus menjaga kesegaran bunga yang ada di toko.

Hal tersebut perlu dilakukan lantaran bunga hidup hanya bertahan empat sampai lima hari.

Di hari pertama, Agus akan memotong tangkai bunga tersebut dan merendamnya di dalam air.

“Hari pertama bunga pasti langsung dari petani, kita langsung memotong tangkai  bawahnya asaja terus kita kasih air untuk penyerapan air di bunganya seniri.  Kalau hari kedua, daun-daun sudah layu ya kita beresi, kita bersihkan,” terang dia.

Dedaunan yang sudah layu diharapkan tidak bersentuhan dengan daun lain. Sebab, daun yang semula masih segar akan ikut layu.

Tidak hanya soal bunga, dia juga menceritakan fenomena untung rugi di bidang penjualan batu nisan.

Harus diakui, penjualan batu nisan tidak selaris manis bunga.

Dia mengatakan, umumnya keluarga akan berpikir untuk membuat batu nisan ketika 100 hari atau 40 hari setelah anggota keluarganya dimakamkan.

Maka dari itu, dalam sebulan, hanya ada satu dua orang yang datang minta dibuatkan batu nisan.

Baca juga: Bisnis Kematian, Peti Jenazah untuk Mereka yang Kaya hingga Papa

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hasil Olah TKP, Kecepatan Bus Transjakarta Saat Tabrakan di Cawang 55,4 Km Per Jam

Hasil Olah TKP, Kecepatan Bus Transjakarta Saat Tabrakan di Cawang 55,4 Km Per Jam

Megapolitan
Ini Nomor Kontak Darurat bagi Warga yang Terkena Bencana di Kota Tangerang

Ini Nomor Kontak Darurat bagi Warga yang Terkena Bencana di Kota Tangerang

Megapolitan
Pemkot Bekasi Klaim Capaian Vaksin Covid-19 Dosis Pertama Capai 71,85 Persen

Pemkot Bekasi Klaim Capaian Vaksin Covid-19 Dosis Pertama Capai 71,85 Persen

Megapolitan
Dimulai di Era Ahok, Kini Anies Lanjutkan Kerja Sama dengan NTT untuk Pengadaan Daging Sapi

Dimulai di Era Ahok, Kini Anies Lanjutkan Kerja Sama dengan NTT untuk Pengadaan Daging Sapi

Megapolitan
Jasad Seorang Pria Ditemukan di Bak Mobil Pikap, Awalnya Dikira Sedang Tiduran

Jasad Seorang Pria Ditemukan di Bak Mobil Pikap, Awalnya Dikira Sedang Tiduran

Megapolitan
1,8 Juta Warga Belum Divaksin, Pemprov DKI Jakarta Gencarkan Vaksinasi Malam Hari

1,8 Juta Warga Belum Divaksin, Pemprov DKI Jakarta Gencarkan Vaksinasi Malam Hari

Megapolitan
Update 6 Korban Kecelakaan Transjakarta yang Dirawat di RSUD Budhi Asih, 2 Orang Boleh Pulang

Update 6 Korban Kecelakaan Transjakarta yang Dirawat di RSUD Budhi Asih, 2 Orang Boleh Pulang

Megapolitan
Pelaku Masturbasi di Jok Motor Milik Perempuan Diperiksa Kejiwaannya

Pelaku Masturbasi di Jok Motor Milik Perempuan Diperiksa Kejiwaannya

Megapolitan
Update Covid-19 di Jakarta, Tak Ada Lagi RT Zona Merah dan DKI Catat Nol Kematian

Update Covid-19 di Jakarta, Tak Ada Lagi RT Zona Merah dan DKI Catat Nol Kematian

Megapolitan
Pencemaran Parasetamol di Teluk Jakarta, Dinkes DKI Sebut Belum Tentu dari Konsumsi Obat

Pencemaran Parasetamol di Teluk Jakarta, Dinkes DKI Sebut Belum Tentu dari Konsumsi Obat

Megapolitan
Cerita Korban Kecelakaan Transjakarta: Duduk di Belakang Terpental ke Tengah hingga Bunyi Dentuman

Cerita Korban Kecelakaan Transjakarta: Duduk di Belakang Terpental ke Tengah hingga Bunyi Dentuman

Megapolitan
Berubah Pakai Data Dukcapil, Depok Akan Kurangi Target Vaksinasi Covid-19

Berubah Pakai Data Dukcapil, Depok Akan Kurangi Target Vaksinasi Covid-19

Megapolitan
Pelaku Masturbasi di Dekat Motor Korban Ditangkap, Polisi: Lebih dari 20 Kali Beraksi

Pelaku Masturbasi di Dekat Motor Korban Ditangkap, Polisi: Lebih dari 20 Kali Beraksi

Megapolitan
Asyik Bermain Ponsel di Depan Rumah, Dua Bocah Dijambret

Asyik Bermain Ponsel di Depan Rumah, Dua Bocah Dijambret

Megapolitan
Anies Resmikan Pembangunan Gereja Batak Karo Protestan di Jakarta Utara

Anies Resmikan Pembangunan Gereja Batak Karo Protestan di Jakarta Utara

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.