Pemkot Bekasi Minta Warga Waspadai Orang Tanpa Gejala yang Masih Berkeliaran dan Naik KRL

Kompas.com - 09/05/2020, 12:45 WIB
Sejumlah penumpang duduk di dalam rangkaian KRL di Stasiun Tangerang, Banten, Sabtu (18/4/2020). Kementerian Perhubungan memutuskan tidak memberhentikan sementara kegiatan operasional KRL Jabodetabek saat PSBB melainkan hanya membatasi jumlah penumpang di KRL. ANTARA FOTO/FAUZANSejumlah penumpang duduk di dalam rangkaian KRL di Stasiun Tangerang, Banten, Sabtu (18/4/2020). Kementerian Perhubungan memutuskan tidak memberhentikan sementara kegiatan operasional KRL Jabodetabek saat PSBB melainkan hanya membatasi jumlah penumpang di KRL.

BEKASI, KOMPAS.com - Orang tanpa gejala (OTG) positif Covid-19 kemungkinan banyak berkeliaran di Kota Bekasi.

Bahkan, mereka bisa beraktivitas seperti biasa layaknya orang tidak membawa virus.

Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi pun meminta warganya agar berhati-hati. Sebab, dari hasil temuan tes PCR, ada lima warga Kota Bekasi yang positif Covid-19 tanpa ada gejala atau dalam keadaan sehat.

"Iya sepakat (OTG) berkeliaran, kan itu bisa dilihat dari 7 cek poin dan satu stasiun ditemukan positif keadaan tak bergejala," ujar pria yang akrab disapa Pepen, Sabtu (9/5/2020), dikutip dari Wartakotalive.com.

Baca juga: Bertambah Setelah Tes Swab, Total Tujuh Orang Positif Covid-19 yang Melintas Kota Bekasi

Pepen menuturkan, para ODP ini juga tak menyadari bahwa mereka positif corona. Mereka masih beraktivitas normal seperti naik KRL.

"Dia berangkat atau tidak dia merasa sehat, padahal dia carrier, makanya dia diacak ketemu. Itu baru 1.000 kita acak PCR, kalau yang dites lebih banyak hasil bisa lebih banyak juga," ucap dia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Atas temuan itu, Pepen menjelaskan pihaknya akan terus melakukan pendeteksian corona secara acak, baik itu menggunakan metode rapid test maupun swab PCR.

"Kita rapid sudah sampai tingkat RT, pasar-pasar juga kita rapid. Yang reaktif langsung kita tes PCR," imbuh dia.

Pepen menyebut dalam waktu dekat ini juga pihaknya akan kembali melakukan tes swab PCR di stasiun dan cek poin akses keluar masuk Kota Bekasi.

Upaya pendeteksian ini sebagai langkah dalan melakukan pemetaan penyebaran Covid-19.

Langkah ini juga bisa menanggulangi penyebaran Covid-19 dari para OTG tersebut.

"OTG ini harus diwaspadai, kita tes deteksi. Yang positif langsung ditangani agar tidak banyak menularkan," tutur Pepen.

Diketahui, Pemerintah Kota Bekasi melakukan tes swab terhadap 900 lebih warga di stasiun dan cek poin akses keluar masuk Kota Bekasi.

Hasilnya, sepuluh orang positif Covid-19 masuk kategori OTG. Sebanyak tiga di antaranya merupakan penumpang KRL Commuter Line.

Sedangkan tujuh lainnya pengendara yang melintas di perbatasan Kota Bekasi dengan daerah sekitar.

Untuk tiga penumpang KRL semuanya warga Kota Bekasi, dua pengendara yang dites di lokasi cek poin juga warga Kota Bekasi.

Baca juga: Meski Ada Kenaikan, Harga Kebutuhan Pokok Selama Ramadhan di Bekasi Cenderung Stabil

Sisanya, tiga warga Jakarta, satu Depok dan satu Kabupaten Bekasi.

Saat ini lima orang ber KTP Kota Bekasi sudah diisolasi di rumah sakit rujukan Kota Bekasi.

Empat orang di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Chasbullah Abdulmajid, satu diantaranya di salah satu rumah sakit swasta.

 

Artikel ini telah tayang di Wartakotalive dengan judul Waspada, Orang Tanpa Gejala Banyak Berkeliaran di Bekasi Bebas Naik Commuterline.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Warta Kota
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Taman Margasatwa Ragunan Dibuka, Pengelola Terapkan Screening Berlapis Lewat Aplikasi PeduliLindungi

Taman Margasatwa Ragunan Dibuka, Pengelola Terapkan Screening Berlapis Lewat Aplikasi PeduliLindungi

Megapolitan
Hendak Selundupkan Sabu di Pesawat, Seorang Pria di Kota Tangerang Ditangkap Polisi

Hendak Selundupkan Sabu di Pesawat, Seorang Pria di Kota Tangerang Ditangkap Polisi

Megapolitan
Ajak Kerja Sama Antardaerah, Anies: Indonesia Terlalu Besar untuk Bekerja Sendiri-sendiri

Ajak Kerja Sama Antardaerah, Anies: Indonesia Terlalu Besar untuk Bekerja Sendiri-sendiri

Megapolitan
UPDATE 21 Oktober: Bertambah 7 Kasus Baru Covid-19 di Tangsel

UPDATE 21 Oktober: Bertambah 7 Kasus Baru Covid-19 di Tangsel

Megapolitan
TransJakarta Buka Kembali Empat Rute Layanan

TransJakarta Buka Kembali Empat Rute Layanan

Megapolitan
Sebelum Ditangkap, Tiga Pengedar di Bekasi Sudah Jual 60 Kilogram Ganja

Sebelum Ditangkap, Tiga Pengedar di Bekasi Sudah Jual 60 Kilogram Ganja

Megapolitan
Pemprov DKI Kirim Surat ke Kedubes RI di Turki Terkait Rencana Penamaan Jalan Ataturk

Pemprov DKI Kirim Surat ke Kedubes RI di Turki Terkait Rencana Penamaan Jalan Ataturk

Megapolitan
Memasuki Musim Hujan, PUPR Kota Tangerang Normalisasi Drainase hingga Sungai

Memasuki Musim Hujan, PUPR Kota Tangerang Normalisasi Drainase hingga Sungai

Megapolitan
Antisipasi Banjir di Kemang, Kelurahan Bangka Pastikan Pompa Air Berfungsi Baik

Antisipasi Banjir di Kemang, Kelurahan Bangka Pastikan Pompa Air Berfungsi Baik

Megapolitan
Pemprov DKI: Kita Akan Hidup Berdampingan dengan Covid-19, Bukan Berdamai

Pemprov DKI: Kita Akan Hidup Berdampingan dengan Covid-19, Bukan Berdamai

Megapolitan
Banting Mahasiswa hingga Kejang, Brigadir NP Dimutasi jadi Bintara Tanpa Jabatan

Banting Mahasiswa hingga Kejang, Brigadir NP Dimutasi jadi Bintara Tanpa Jabatan

Megapolitan
Taman Margasatwa Ragunan Kembali Dibuka, Hanya 15.000 Orang yang Bisa Masuk

Taman Margasatwa Ragunan Kembali Dibuka, Hanya 15.000 Orang yang Bisa Masuk

Megapolitan
Bocah 13 Tahun Diduga Diperkosa Berkali-kali hingga Hamil Dua Bulan

Bocah 13 Tahun Diduga Diperkosa Berkali-kali hingga Hamil Dua Bulan

Megapolitan
Kodam Jaya Masih Pelajari Pengakuan Rachel Vennya Tak Pernah Karantina di Wisma Atlet

Kodam Jaya Masih Pelajari Pengakuan Rachel Vennya Tak Pernah Karantina di Wisma Atlet

Megapolitan
Ragunan Dibuka 23 Oktober, Ini Syarat yang Wajib Dipenuhi Pengunjung

Ragunan Dibuka 23 Oktober, Ini Syarat yang Wajib Dipenuhi Pengunjung

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.