Polisi Tertabrak Saat Bubarkan Gerombolan Geng Motor di Jakarta Pusat

Kompas.com - 17/05/2020, 20:00 WIB
Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Heru Novianto di Sawah Besar, Jakarta Pusat, Jumat (6/3/2020). KOMPAS.COM/ RINDI NURIS VELAROSDELAKapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Heru Novianto di Sawah Besar, Jakarta Pusat, Jumat (6/3/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Seorang polisi tertabrak saat membubarkan gerombolan geng motor kawasan di Jakarta Pusat. Geng motor tersebut diduga tengah melakukan balap liar.

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Heru Novianto menjelaskan peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu (16/5/2020) malam.

Baca juga: Kronologi Pemuda Tewas Dikeroyok Kawanan Geng Motor, Pelaku Diamankan Polisi

Saat itu, aparat Polri dan TNI tengah melakukan operasi rutin di wilayah Jakarta Pusat dalam rangka pengamanan bulan Ramadhan dan penanganan COVID-19.

"Jadi awalnya ini kita lagi ada giat patroli di Bundaran HI, lalu dari arah Sarinah ada kendaraan kebut kebutan," ujar Heru ketika dikonfirmasi, Minggu (17/5/2020).

Melihat perisitiwa itu, petugas langsung mendatangi lokasi dan berupaya membubarkan para pengendara itu.

Namun, saat dibubarkan, seorang pengendara berupaya kabur dan menabrak salah satu petugas hingga terjatuh.

"Panik lihat kita, lalu lepas kendali sehingga menghantam trotoar di mana ada anggota kami di situ," ungkapnya.

Baca juga: Viral Video Geng Motor Sport Kabur saat Diberhentikan Polisi, Begini Penjelasan Polda Metro Jaya

Menurut Heru, korban mengalami luka sobek di bagian pelipis kiri dan dibawa ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) untuk mendapat perawatan.

"Luka di kening mata kiri, robek lima jahitan. Saat ini masih dalam perawatan di RSCM. Itu anggota dari polres," kata Heru.

Dari peristiwa itu, sebanyak lima orang diamankan oleh petugas untuk menjalani pemeriksaan.

Heru mengatakan, satu orang dibawa ke Polda Metro Jaya untuk menjalani pemeriksaan laka lantas.

 

Baca juga: 7 Begal Remaja di Depok Anggota Geng Motor, Mengaku Akan Balas Dendam Tawuran

Sementara, empat lainnya berada di Satlantas Jakarta Pusat untuk diperiksa soal kendaraanya.

"Mereka diminta untuk melengkapi kelengkapan motornya," kata Heru.

Ia menambahkan, saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan apakah mereka mengonsumsi minuman keras atau obat-obatan terlarang.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

19 Karyawan Pabrik Unilever yang Terinfeksi Covid-19 Bekerja di Area Produksi Teh

19 Karyawan Pabrik Unilever yang Terinfeksi Covid-19 Bekerja di Area Produksi Teh

Megapolitan
Disdik Kota Tangerang Minta Sekolah Tunda Tagih Uang Seragam hingga Buku

Disdik Kota Tangerang Minta Sekolah Tunda Tagih Uang Seragam hingga Buku

Megapolitan
Larangan Penggunaan Plastik Sekali Pakai Belum Berjalan Efektif di Pasar Kopro

Larangan Penggunaan Plastik Sekali Pakai Belum Berjalan Efektif di Pasar Kopro

Megapolitan
265 Karyawan Pabrik Unilever di Cikarang Jalani Tes PCR Setelah Ada Pegawai Positif Covid-19

265 Karyawan Pabrik Unilever di Cikarang Jalani Tes PCR Setelah Ada Pegawai Positif Covid-19

Megapolitan
Pedagang di Pasar Kopro Sudah Mulai Berjualan, tetapi Masih Sepi Pembeli

Pedagang di Pasar Kopro Sudah Mulai Berjualan, tetapi Masih Sepi Pembeli

Megapolitan
KPAI Minta Pemprov Jakarta Evaluasi Alat Ukur Seleksi Jalur Prestasi

KPAI Minta Pemprov Jakarta Evaluasi Alat Ukur Seleksi Jalur Prestasi

Megapolitan
Polisi Kantongi Ciri-ciri Pria yang Hendak Culik 8 Anak di Depok, Ada Tato Naga di Lengan

Polisi Kantongi Ciri-ciri Pria yang Hendak Culik 8 Anak di Depok, Ada Tato Naga di Lengan

Megapolitan
Pasar Kopro Sudah Buka, Belum Ada Aparat yang Awasi Jumlah Pengunjung

Pasar Kopro Sudah Buka, Belum Ada Aparat yang Awasi Jumlah Pengunjung

Megapolitan
KPAI: Warga Jakarta Paling Banyak Laporkan Masalah PPDB 2020

KPAI: Warga Jakarta Paling Banyak Laporkan Masalah PPDB 2020

Megapolitan
UPDATE 2 Juli: Tambah 198, Total 11.680 Kasus Covid-19 di Jakarta

UPDATE 2 Juli: Tambah 198, Total 11.680 Kasus Covid-19 di Jakarta

Megapolitan
Pastikan Tak Ada Lagi Penggunaan Kantong Plastik, Pengelola Pasar Cibubur Sidak Pedagang

Pastikan Tak Ada Lagi Penggunaan Kantong Plastik, Pengelola Pasar Cibubur Sidak Pedagang

Megapolitan
Pengganti Plastik, Pihak Pasar Akan Sediakan Kantong dari Daun Singkong

Pengganti Plastik, Pihak Pasar Akan Sediakan Kantong dari Daun Singkong

Megapolitan
Oknum Marinir Mabuk Saat Tusuk Serda Saputra, Begini Kronologinya

Oknum Marinir Mabuk Saat Tusuk Serda Saputra, Begini Kronologinya

Megapolitan
Terdapat 32.000 Lulusan SD, Daya Tampung SMPN di Kota Tangerang Hanya 10.600

Terdapat 32.000 Lulusan SD, Daya Tampung SMPN di Kota Tangerang Hanya 10.600

Megapolitan
Belum Ada Kasus, Dirut Yakin MRT Jakarta Aman dari Penularan Covid-19

Belum Ada Kasus, Dirut Yakin MRT Jakarta Aman dari Penularan Covid-19

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X