Komplotan Maling Rampok Minimarket Dini Hari, Rp 90 Juta Dibawa dari Brankas

Kompas.com - 04/06/2020, 06:17 WIB
Ilustrasi perampokan. ShutterstockIlustrasi perampokan.

JAKARTA, KOMPAS.com - Komplotan bandit merampok sebuah minimarket di kawasan Bintaro, Pesanggrahan, Jakarta Selatan.

Kelompok yang terdiri dari empat orang ini menggondol uang sebesar Rp 90 juta dari brankas di dalam minimarket.

"Sekitar Rp 90 juta (yang diambil)," kata Virginia (21), karyawan minimarket tersebut, Rabu (6/3/2020).

Baca juga: Kawanan Rampok Bersenpi Beraksi di Minimarket di Pondok Indah Ketika Pagi

Virginia pun menceritakan awal mula terjadinya peristiwa perampokan tersebut. Semua berawal ketika dua orang pelaku memasuki minimarket pada Selasa (2/6/2020) sekitar pukul 03.00 WIB dini hari.

Sesudah masuk, pelaku langsung menghampiri saksi yang sedang melayani pelanggan. Senjata tajam berupa celurit dan pistol pun ditodongkan ke Virginia.

Pelaku pun meminta Virginia untuk memanggil atasannya agar mau membukakan brankas.

"Atasan saya sedang di atas, terus turun dan kaget. Dia langsung dicegat habis itu buka brankas terus semua disuruh tiarap," lanjut dia.

Sambil ditodong senjata, sang atasan pun membawa salah satu pelaku ke tempat brankas dan membukanya. Alhasil, semua uang yang ada di dalam pun raib.

Setelah itu, kedua pelaku langsung keluar sambil membawa uang. Dua orang teman pelaku rupanya sudah menunggu di parkiran dengan menggunakan mobil.

"Mobil parkirnya sudah menghadap ke jalan. Jadi mereka langsung pergi," ucap dia.

Virginia memastikan tidak ada karyawan atau pelanggan yang mengalami luka atas kejadian ini. Peristiwa ini pun sudah dilaporkan ke polisi untuk ditangani lebih lanjut.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Penyelam Berburu Petunjuk Korban Sriwijaya Air: Dari Rosario, Cincin, Dompet, hingga Ponsel

Penyelam Berburu Petunjuk Korban Sriwijaya Air: Dari Rosario, Cincin, Dompet, hingga Ponsel

Megapolitan
Seluruh Kelurahan di Jakarta Miliki Kasus Aktif Covid-19, Tertinggi di Tugu Utara

Seluruh Kelurahan di Jakarta Miliki Kasus Aktif Covid-19, Tertinggi di Tugu Utara

Megapolitan
Satpol PP DKI Catat 1.056 Pelanggaran PSBB Saat Akhir Pekan

Satpol PP DKI Catat 1.056 Pelanggaran PSBB Saat Akhir Pekan

Megapolitan
UPDATE 17 Januari: Bertambah 3.395 Kasus, Covid-19 di Jakarta Kini 227.365

UPDATE 17 Januari: Bertambah 3.395 Kasus, Covid-19 di Jakarta Kini 227.365

Megapolitan
Kisah Penggali Kubur Jenazah Covid-19, Antara Rasa Khawatir dan Dedikasi Kerja

Kisah Penggali Kubur Jenazah Covid-19, Antara Rasa Khawatir dan Dedikasi Kerja

Megapolitan
Kematian Akibat Covid-19 di Jakarta Meningkat, Diduga Akibat Nakes yang Mulai Kelelahan

Kematian Akibat Covid-19 di Jakarta Meningkat, Diduga Akibat Nakes yang Mulai Kelelahan

Megapolitan
Lokasi Pemakaman Jenazah Pasien Covid-19 di TPU Srengseng Sawah Segera Penuh

Lokasi Pemakaman Jenazah Pasien Covid-19 di TPU Srengseng Sawah Segera Penuh

Megapolitan
Kekurangan Personil, Jadi Alasan Pelaku Usaha Masih Melanggar PPKM di Kecamatan Cipondoh

Kekurangan Personil, Jadi Alasan Pelaku Usaha Masih Melanggar PPKM di Kecamatan Cipondoh

Megapolitan
Kisah Para Pahlawan Dibalik Evakuasi Sriwijaya Air SJ 182. . .

Kisah Para Pahlawan Dibalik Evakuasi Sriwijaya Air SJ 182. . .

Megapolitan
Jakarta Krisis Covid-19, Pimpinan Komisi E Minta Anies Blusukan Cegah Penularan

Jakarta Krisis Covid-19, Pimpinan Komisi E Minta Anies Blusukan Cegah Penularan

Megapolitan
Wali Kota Tangerang Tak Merasa Efek Samping Setelah Divaksin Covid-19

Wali Kota Tangerang Tak Merasa Efek Samping Setelah Divaksin Covid-19

Megapolitan
Sopir Ojol Dikeroyok Pengendara Mobil di Kebayoran Lama

Sopir Ojol Dikeroyok Pengendara Mobil di Kebayoran Lama

Megapolitan
Melanggar PPKM, Kafe dan Tempat Fitness di Cipondoh Ditutup

Melanggar PPKM, Kafe dan Tempat Fitness di Cipondoh Ditutup

Megapolitan
Pengendara Motor Kebutan-kebutan di Sekitar Istana, Diberhentikan, Kena Sanksi Push Up

Pengendara Motor Kebutan-kebutan di Sekitar Istana, Diberhentikan, Kena Sanksi Push Up

Megapolitan
Terapkan PSBB, Jakarta Keluar dari 10 Besar Kota Termacet Dunia

Terapkan PSBB, Jakarta Keluar dari 10 Besar Kota Termacet Dunia

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X