DKI Catat Kasus Tertinggi Covid-19, Dinkes: Karena Tracing Ditingkatkan

Kompas.com - 10/06/2020, 15:35 WIB
Grafik kasus harian positif Covid-19 di Jakarta sampai 9 Juni 2020. Tambahan kasus pada 9 Juni tertinggi sejak munculnya kasus pertama di Jakarta, melampaui puncak kasus pada 16 April 2020. Diolah dari tangkapan layar situs web corona.jakarta.go.idGrafik kasus harian positif Covid-19 di Jakarta sampai 9 Juni 2020. Tambahan kasus pada 9 Juni tertinggi sejak munculnya kasus pertama di Jakarta, melampaui puncak kasus pada 16 April 2020.
Penulis Nursita Sari
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan DKI Jakarta Weningtyas mengatakan, tingginya kasus baru positif Covid-19 pada Selasa (9/6/2020) disebabkan penelusuran kasus yang makin masif.

Kasus baru positif Covid-19 di Jakarta pada Selasa diketahui mencapai 239 kasus, tertinggi sejak munculnya kasus perdana.

"(Peningkatan kasus baru) karena active case finding tracing (penelusuran kasus) lebih ditingkatkan," ujar Weningtyas saat dihubungi Kompas.com, Rabu (10/6/2020).

Baca juga: Kasus Covid-19 di Jakarta Bertambah 239, Data Tertinggi Sejak Kasus Perdana

Weningtyas menyampaikan, penelusuran kasus dilakukan terhadap beberapa kategori warga.

Salah satunya adalah warga yang memiliki penyakit penyerta (komorbid) yang bisa membuat kondisinya makin parah bila terinfeksi virus corona tipe 2 (SARS-CoV-2).

"Tracing ke sasaran ke masyarakat di kampung kumuh, miskin, padat, berisiko tinggi (seperti) ibu hamil, lansia, bayi, orang dengan komorbid," kata Weningtyas.

Baca juga: Kenaikan Kasus Harian Covid-19 di DKI Tertinggi sampai 239 Kasus, Apa Sebabnya?

Berdasarkan Surat Edaran Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Nomor 94/SE/2020 tentang Active Case Finding Covid-19, tracing dilakukan oleh tiap puskesmas kecamatan di Jakarta.

Tracing dilakukan dengan pengambilan sampel untuk diperiksa dengan metode polymerase chain reaction (PCR).

"Sehubungan dengan perkembangan kasus Covid-19 di DKI Jakarta dan pentingnya menjaga kualitas dan kuantitas testing dan tracing serta untuk meningkatkan jangkauan testing PCR bagi masyarakat DKI Jakarta, maka diharapkan kepada seluruh kepala puskesmas kecamatan untuk melaksanakan kegiatan pemeriksaan swab PCR bagi warga di wilayah kerjanya," demikian isi surat edaran tersebut.

Baca juga: Kasus Covid-19 di Jakarta Bertambah 239, Ahli Sebut Risiko Mobilitas Warga Saat Lebaran

Tambahan kasus positif Covid-19 di Jakarta pada Selasa diketahui tertinggi sejak munculnya kasus pertama di Ibu Kota pada 3 Maret 2020.

Kasus harian tertinggi sebelumnya terjadi pada 16 April 2020. Kala itu, ada 223 pasien yang dilaporkan positif Covid-19.

Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan Dinas Kesehatan DKI Jakarta Ani Ruspitawati mengatakan, tingginya tambahan kasus positif Covid-19 disebabkan uji spesimen yang tertunda di beberapa laboratorium swasta.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mengintip Pembangunan Zona 2 Rumah Lawan Covid-19 yang Hampir Rampung ...

Mengintip Pembangunan Zona 2 Rumah Lawan Covid-19 yang Hampir Rampung ...

Megapolitan
Komnas Perempuan: Perusahaan Mesti Jamin Korban Kekerasan Seksual Tetap Bekerja

Komnas Perempuan: Perusahaan Mesti Jamin Korban Kekerasan Seksual Tetap Bekerja

Megapolitan
Video Viral Pria Maling Celana Dalam di Cakung, Polisi: Pelaku dan Korban Sudah Berdamai

Video Viral Pria Maling Celana Dalam di Cakung, Polisi: Pelaku dan Korban Sudah Berdamai

Megapolitan
Nonton di Bioskop Saat Masa Pandemi Covid-19? Siapa Takut

Nonton di Bioskop Saat Masa Pandemi Covid-19? Siapa Takut

Megapolitan
Sekolah Tatap Muka di Depok Tahun Ajaran 2021/2022 Tergantung Situasi Bulan Juni

Sekolah Tatap Muka di Depok Tahun Ajaran 2021/2022 Tergantung Situasi Bulan Juni

Megapolitan
Kabur Saat Tepergok, Maling Tertangkap Setelah Ditabrak Pemotor

Kabur Saat Tepergok, Maling Tertangkap Setelah Ditabrak Pemotor

Megapolitan
Geng Motor Pembacok Polisi di Menteng Kerap Unggah Aksi Tawuran lewat Instagram

Geng Motor Pembacok Polisi di Menteng Kerap Unggah Aksi Tawuran lewat Instagram

Megapolitan
Vaksin Terbatas, Guru di Depok yang Divaksinasi Covid-19 Bulan Ini Baru 19 Persen

Vaksin Terbatas, Guru di Depok yang Divaksinasi Covid-19 Bulan Ini Baru 19 Persen

Megapolitan
Sudinkes Jakarta Utara Bakal Tambah Titik Vaksinasi Covid-19 di Setiap Kelurahan

Sudinkes Jakarta Utara Bakal Tambah Titik Vaksinasi Covid-19 di Setiap Kelurahan

Megapolitan
Setwan Pastikan Tak Ada Keluarga Anggota DPRD DKI Divaksinasi Covid-19

Setwan Pastikan Tak Ada Keluarga Anggota DPRD DKI Divaksinasi Covid-19

Megapolitan
Cegah Kendaraan Masuk, Petugas Akan Jaga Jalur Sepeda Permanen di Sudirman

Cegah Kendaraan Masuk, Petugas Akan Jaga Jalur Sepeda Permanen di Sudirman

Megapolitan
Kronologi Penemuan Mayat di Jalan Pesanggrahan, Sebelum Meninggal Sempat Menyeberang Jalan

Kronologi Penemuan Mayat di Jalan Pesanggrahan, Sebelum Meninggal Sempat Menyeberang Jalan

Megapolitan
Kepala Satpol PP DKI Akan Tegur Anak Buahnya yang Kasar kepada Pemain Skateboard

Kepala Satpol PP DKI Akan Tegur Anak Buahnya yang Kasar kepada Pemain Skateboard

Megapolitan
Dapat 33.400 Vaksin Covid-19 Tahap 2, Depok Targetkan Gelombang Pertama Rampung Sebulan

Dapat 33.400 Vaksin Covid-19 Tahap 2, Depok Targetkan Gelombang Pertama Rampung Sebulan

Megapolitan
Pemain Skateboard di Trotoar Bundaran HI Ditertibkan karena Langgar Prokes

Pemain Skateboard di Trotoar Bundaran HI Ditertibkan karena Langgar Prokes

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X