Kompas.com - 19/06/2020, 19:42 WIB
Salah satu mal di Kota Depok, Depok Town Square, melakukan pembersihan secara berkala di berbagai fasilitas umum di area mal. Foto diunggah Rabu (10/6/2020). Upaya ini dilakukan untuk tetap menjaga area fasilitas umum tetap higienis dan sebagai wujud komitmen dan kepedulian Depok Town Square dalam membantu Pemerintah mencegah penyebaran Covid-19, dengan selalu menjaga kesehatan, keamanan, dan kenyamanan pengunjung dan tenant. Dokumentasi Pribadi/INSTAGRAMSalah satu mal di Kota Depok, Depok Town Square, melakukan pembersihan secara berkala di berbagai fasilitas umum di area mal. Foto diunggah Rabu (10/6/2020). Upaya ini dilakukan untuk tetap menjaga area fasilitas umum tetap higienis dan sebagai wujud komitmen dan kepedulian Depok Town Square dalam membantu Pemerintah mencegah penyebaran Covid-19, dengan selalu menjaga kesehatan, keamanan, dan kenyamanan pengunjung dan tenant.

DEPOK, KOMPAS.com - Angka potensi penularan Covid-19 di Kota Depok, Jawa Barat kembali melonjak sekitar 2 kali lipat. Kenaikan itu terjadi setelah pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Depok dilonggarkan menjadi PSBB Proporsional level 3 pada 5 Juni 2020.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kota Depok, Novarita. Namun, ia mengaku tak ingat kapan tepatnya angka itu melonjak lagi.

"Naik lagi, kayaknya seminggu yang lalu, naiknya sampai angka 1 lebih sedikit," ujar Novarita ketika dihubungi Kompas.com, Jumat (19/6/2020).

"Kalau sekarang berapa saya belum lihat lagi," lanjut dia.

Baca juga: Beragam Alasan Warga Positif Covid-19 di Depok Tolak Dirawat di RS

Tiga hari sebelum memutuskan melonggarkan PSBB ke fase PSBB Proporsional, potensi penularan Covid-19 di Depok diklaim hanya 0,54.

Potensi penularan itu diistilahkan dengan angka "Rt". Untuk mudah memahaminya, begini ilustrasinya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Jika angka Rt sebesar 3, maka itu artinya 1 pasien positif Covid-19 akan menularkannya ke 3 orang lain. Sehingga, jika ada 100 pasien positif Covid-19 di suatu kota, akan ada 300 pasien yang tertular di beberapa waktu mendatang.

Kemudian, 300 pasien ini akan menularkannya lagi sebanyak 3 kali lipat jadi 900 pasien. Wabah akan terus merebak.

Sebaliknya, jika angka Rt kurang dari 1, potensi penularan penyakit berhasil dikendalikan sehingga wabah akan hilang seiring berjalannya waktu.

Ambil contoh angka Rt sebesar 0,5. Itu artinya penularan bakal semakin lambat. Dari 100 pasien positif Covid-19, maka hanya ada potensi 50 pasien baru di kemudian hari, kemudian bertambah cuma 25 lagi di masa depan.

Dalam menghadapi melonjaknya potensi penularan Covid-19 di Depok, Novarita mengatakan bahwa Wali Kota Mohammad Idris telah memberi instruksi agar seluruh pasien positif Covid-19 dirawat di rumah sakit bukan isolasi mandiri.

"Jadi melihat angka Rt kita naik, Pak Wali ingin supaya cepet turun, dimasukin lah (pasien positif Covid-19) ke rumah sakit supaya konsentrasi bisa sembuh. Kalau di rumah kan ketularan lagi, lalu yang negatif nanti positif lagi," ungkap Novarita.

Saat ini masih terdapat 214 pasien positif Covid-19 yang masih ditangani di Kota Depok.

Secara total, terdapat 680 laporan kasus terkonfirmasi positif Covid-19, dengan 432 di antaranya dinyatakan sembuh, dan 34 lainnya wafat.



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Air Kali Krukut Meluap, Sejumlah Titik di Cilandak Timur Terendam Banjir hingga 100 Cm

Air Kali Krukut Meluap, Sejumlah Titik di Cilandak Timur Terendam Banjir hingga 100 Cm

Megapolitan
Pria Mengamuk dan Rusak Barang Minimarket di Pamulang, Polisi: Pelaku ODGJ

Pria Mengamuk dan Rusak Barang Minimarket di Pamulang, Polisi: Pelaku ODGJ

Megapolitan
Temukan Indikasi Pungli Bansos di Kota Tangerang, Kejari Belum Tentukan Tersangka

Temukan Indikasi Pungli Bansos di Kota Tangerang, Kejari Belum Tentukan Tersangka

Megapolitan
Pemkot Bekasi Pastikan Anggaran untuk Bayar Tunggakan Insentif Nakes Telah Siap

Pemkot Bekasi Pastikan Anggaran untuk Bayar Tunggakan Insentif Nakes Telah Siap

Megapolitan
PPKM, Stok Darah di Kota Bekasi Minim

PPKM, Stok Darah di Kota Bekasi Minim

Megapolitan
Pemkot Bekasi Targetkan 49.000 Pelaku Usaha dan UMKM Terima Vaksinasi Covid-19

Pemkot Bekasi Targetkan 49.000 Pelaku Usaha dan UMKM Terima Vaksinasi Covid-19

Megapolitan
9 Agustus, Bansos Beras Disalurkan untuk Warga Jakarta Utara

9 Agustus, Bansos Beras Disalurkan untuk Warga Jakarta Utara

Megapolitan
PMI Kota Bekasi Kekurangan Stok Plasma Konvalesen

PMI Kota Bekasi Kekurangan Stok Plasma Konvalesen

Megapolitan
Lurah Pondok Bambu Meninggal karena Covid-19, Wali Kota: Kita Kehilangan Putra Terbaik Jakarta Timur

Lurah Pondok Bambu Meninggal karena Covid-19, Wali Kota: Kita Kehilangan Putra Terbaik Jakarta Timur

Megapolitan
Anies Sebut Vaksinasi Covid-19 Dosis 2 Tidak Akan Dipercepat, Ini Alasannya

Anies Sebut Vaksinasi Covid-19 Dosis 2 Tidak Akan Dipercepat, Ini Alasannya

Megapolitan
Lippo Mall Puri Mulai Sosialisasi Pengunjung untuk Tunjukkan Sertifikat Vaksin Covid-19

Lippo Mall Puri Mulai Sosialisasi Pengunjung untuk Tunjukkan Sertifikat Vaksin Covid-19

Megapolitan
Lurah Pondok Bambu Meninggal Setelah Dua Hari Dirawat karena Covid-19

Lurah Pondok Bambu Meninggal Setelah Dua Hari Dirawat karena Covid-19

Megapolitan
Dinar Candy Pakai Bikini di Pinggir Jalan, Polisi Gelar Perkara Kamis Sore

Dinar Candy Pakai Bikini di Pinggir Jalan, Polisi Gelar Perkara Kamis Sore

Megapolitan
Tak Berizin, Kafe di Kantor DPD Partai Golkar Dikosongkan

Tak Berizin, Kafe di Kantor DPD Partai Golkar Dikosongkan

Megapolitan
Dinar Candy Pakai Bikini di Pinggir Jalan, Polisi: Adiknya yang Rekam Pakai Handphone

Dinar Candy Pakai Bikini di Pinggir Jalan, Polisi: Adiknya yang Rekam Pakai Handphone

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X