Kompas.com - 24/06/2020, 13:00 WIB
Kepala Satpol PP Provinsi DKI Jakarta Arifin di traffic light Cengkareng, Jakarta Barat, Selasa (4/2/2020) malam KOMPAS.com/ BONFILIO MAHENDRA WAHANAPUTRA LADJARKepala Satpol PP Provinsi DKI Jakarta Arifin di traffic light Cengkareng, Jakarta Barat, Selasa (4/2/2020) malam

JAKARTA, KOMPAS.com - Sebanyak 2.000 Aparatur Sipil Negara (ASN) yang diterjunkan sebagai petugas pengawasan dan penindakan kegiatan masyarakat selama Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) masa transisi bakal mengawasi berbagai sektor.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Arifin mengatakan, personel tersebut akan mengawasi terminal, stasiun, pasar, mal, restoran, perkantoran, hingga ruang olahraga baik yang outdoor maupun indoor.

"Kalau bicara pengawasan aktivitas masyarakat kan masyarakat Jakarta berapa juta yang diawasi di berbagai aktivitas baik di tempat fasilitas umum perkantoran kegiatan di objek wisata dan sebagainya," kata Arifin saat dihubungi, Rabu (24/6/2020).

Baca juga: Anies Terjunkan 2.000 ASN untuk Awasi dan Tindak Pelanggaran Selama PSBB Transisi

Arifin mengaku salah satu lokasi yang harus lebih diawasi adalah pasar tradisional. Pasalnya jumlah pasar di bawah pengelolaan Perumda Pasar Jaya mencapai 153 belum ditambah dengan pasar lainnya.

Apalagi ditambah dengan jumlah perkantoran dan rumah makan yang mencapai ribuan jumlahnya.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Pasar saja dan sudah banyak 150-an. Itu juga belum pasar yang pasar kaget, pasar embrio. Lalu tempat sarana umum seperti Danau Sunter, Setu Babakan dan sebagainya, kantor kantor yang ada di jakarta kan ada berapa ribu kantor. Rumah makan berapa ribu restoran kan banyak, tempat industri pariwisata berapa ribu yang ikut diawasi," jelasnya.

Meski demikian Ia berharap masyarakat bisa mematuhi protokol kesehatan bukan hanya karena diawasi.

Baca juga: Anies Klaim Positivity Rate Covid-19 di Jakarta 5 Persen, Bagaimana Faktanya?

Melainkan karena kesadaran masing-masing untuk mengurangi dan menekan angka penyebaran Covid-19.

"Jadi kembali lagi semua kepada kesadaran warga. Jadi keberhasilan PSBB ini kata kuncinya dari kesadaran warga, kedisiplinan warga, kepatuhan warga. Enggam harus diberikan sanksi, tidak harus diawasi. Berapa pun jumlah orangnya diawasi kalau masyarakat enggak disiplin," tutupnya.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menerjunkan 2.000 ASN sebagai petugas pengawasan dan penindakan kegiatan masyarakat selama PSBB masa transisi.

Baca juga: Menang Kasasi Gugatan Reklamasi Pulau H, Anies: Kita Sudah Benar

Hal ini berdasarkan Instruksi Sekda Nomor 51 Tahun 2020 tentang pengawasan dan penindakan kegiatan masyarakat selama PSBB.

Anies menyebutkan bahwa jumlah 2.000 petugas yang tersebar di seluruh penjuru Ibu Kota memang belum cukup untuk mengawasi 11 juta lebih penduduk DKI Jakarta.

"2.000 jumlahnya tentu tidak sepadan dengan 11 juta penduduk yang diawasi. Tetapi, saya percaya bahwa Bapak/Ibu sekalian bisa menjadi garda terdepan untuk mengingatkan pada semua bahwa semua protokol kesehatan yang harus ditegakkan bukan semata-mata untuk menegakkan aturan, tapi untuk melindungi keselamatan seluruh masyarakat," ucap Anies.



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pelindo II Klaim Selama Ini Konsisten Atasi Pungli  di Tanjung Priok

Pelindo II Klaim Selama Ini Konsisten Atasi Pungli di Tanjung Priok

Megapolitan
Rumah Makan Ampera di Pulogadung Terbakar, Tamu Berhamburan Keluar

Rumah Makan Ampera di Pulogadung Terbakar, Tamu Berhamburan Keluar

Megapolitan
Universitas Indonesia Buka Suara soal Poster Sekelas UI yang Jadi Trending Twitter: Ini Out of the Box

Universitas Indonesia Buka Suara soal Poster Sekelas UI yang Jadi Trending Twitter: Ini Out of the Box

Megapolitan
Polisi Tangkap 10 Preman Tanah Abang yang Kerap Memalak Sopir Truk

Polisi Tangkap 10 Preman Tanah Abang yang Kerap Memalak Sopir Truk

Megapolitan
Drop Out 69 Mahasiswa di Tengah Pandemi Covid-19, STAN Digugat ke PTUN

Drop Out 69 Mahasiswa di Tengah Pandemi Covid-19, STAN Digugat ke PTUN

Megapolitan
Warga Keluhkan Gangguan Koneksi Website PPDB Kota Bekasi 2021

Warga Keluhkan Gangguan Koneksi Website PPDB Kota Bekasi 2021

Megapolitan
Pemkot Tangerang Gelar Vaksinasi Massal 4 Hari, 45.000 Orang Jadi Target

Pemkot Tangerang Gelar Vaksinasi Massal 4 Hari, 45.000 Orang Jadi Target

Megapolitan
Vaksinasi Covid-19 Massal di Stadion Patriot Bekasi, Perhatikan Tanggal Sesuai Tempat Tinggal

Vaksinasi Covid-19 Massal di Stadion Patriot Bekasi, Perhatikan Tanggal Sesuai Tempat Tinggal

Megapolitan
Vaksinasi Covid-19 Massal di Stadion Patriot Bekasi, Warga Harus Daftar Dulu di Puskesmas

Vaksinasi Covid-19 Massal di Stadion Patriot Bekasi, Warga Harus Daftar Dulu di Puskesmas

Megapolitan
Dua Guru dan Kepsek SDN Kenari 08 Positif Covid-19, PTM Dihentikan

Dua Guru dan Kepsek SDN Kenari 08 Positif Covid-19, PTM Dihentikan

Megapolitan
Desain Poster UI Sambut Mahasiswa Baru Dicibir Netizen, Rektorat: Sudah Direncanakan

Desain Poster UI Sambut Mahasiswa Baru Dicibir Netizen, Rektorat: Sudah Direncanakan

Megapolitan
Ada Pungli di Terminal Pelabuhan Tanjung Priok? Adukan ke Nomor ini

Ada Pungli di Terminal Pelabuhan Tanjung Priok? Adukan ke Nomor ini

Megapolitan
Catat, Ini Daftar 79 Sekolah Inklusi di Kota Tangerang

Catat, Ini Daftar 79 Sekolah Inklusi di Kota Tangerang

Megapolitan
Poster Penyambutan Mahasiswa Baru Viral, UI Klaim Telah Rancang Secara Serius

Poster Penyambutan Mahasiswa Baru Viral, UI Klaim Telah Rancang Secara Serius

Megapolitan
Jasad Seorang Laki-laki Ditemukan Mengambang di Kali Grogol

Jasad Seorang Laki-laki Ditemukan Mengambang di Kali Grogol

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X