Ini Penyebab Jakarta Pusat Jadi Kota dengan Kasus Covid-19 Tertinggi di Indonesia

Kompas.com - 25/06/2020, 12:50 WIB
Tim medis Puskesmas Kecamatan Tanah Abang mengambil sampel lendir warga saat tes usap di Pasar Bendungan Hilir, Jakarta Pusat, Selasa (16/6/2020). Pemerintah Kota Jakarta Pusat melalui Kecamatan Tanah Abang melakukan rapid dan swab test COVID-19 yang diperuntukkan bagi para pedagang dan warga di sekitar pasar tersebut. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGTim medis Puskesmas Kecamatan Tanah Abang mengambil sampel lendir warga saat tes usap di Pasar Bendungan Hilir, Jakarta Pusat, Selasa (16/6/2020). Pemerintah Kota Jakarta Pusat melalui Kecamatan Tanah Abang melakukan rapid dan swab test COVID-19 yang diperuntukkan bagi para pedagang dan warga di sekitar pasar tersebut.
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Jakarta Pusat disebut jadi wilayah perkotaan dengan angka kejadian atau incidence rate (IR) Covid-19 tertinggi di Indonesia.

Menanggapi hal itu, Wali Kota Jakarta Pusat Bayu Meghantara menjelaskan bahwa tingginya IR Jakarta Pusat disebabkan jumlah kasus Covid-19 meningkat dengan cepat di tiga kelurahan.

Kasus per kasus itu disebut terungkap seiring dengan semakin gencarnya tes massal dan pelacakan kasus baru Covid-19 di DKI Jakarta di tengah pembatasan sosial berskala besar (PSBB) transisi.

"Jadi ada tiga kelurahan ya penyumbang laju percepatan Jakarta Pusat. Itu di RW 04 Kelurahan Kenari, RW 01 Kelurahan Pegangsaan, dan RW 04 Kelurahan Senen," ujarnya ketika dihubungi Kompas.com, Kamis (25/6/2020).

Baca juga: Banyak Kasus Baru Covid-19, Wilayah RW 004 Kelurahan Kenari Jakpus Diawasi Ketat

Selain itu, faktor yang menyebabkan tingginya angka kejadian Covid-19 di Jakarta Pusat karena populasi warga yang tidak terlalu tinggi.

Dengan begitu, penambahan kasus baru yang ditemukan dalam pelacakan, sangat memengaruhi angka kejadian di Jakarta Pusat.

"Yang pasti memang jumlah penduduknya kan di bawah 1 juta. Jadi penambahan sedikit saja akan berpengaruh banget dengan IR," kata Bayu.

Untuk itu, lanjut Bayu, pihaknya akan mengawasi secara ketat tiga wilayah kelurahan tersebut karena sudah menjadi zona merah baru Covid-19 baru di Jakarta.

Baca juga: Kasus Baru Covid-19 Muncul di Kelurahan Kenari Jakpus, Pengendalian Ketat Diberlakukan di Satu RW

Langkah tersebut diharapkan bisa mengendalikan penyebaran virus corona tipe 2 (SARS-CoV-2) di lokasi dan mencegah adanya kasus penularan baru.

"Wilayah pengendalian ketat (WPK) kami lakukan di tga wilayah itu penyumbang terbanyak. Terbanyak itu wilayah kelurahan Kenari sudah 85 orang," ungkapnya.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Selundupkan 60 Kaleng Cat, Empat Karyawan Jasa Pengiriman Barang Ditangkap

Selundupkan 60 Kaleng Cat, Empat Karyawan Jasa Pengiriman Barang Ditangkap

Megapolitan
Lawan Polisi dengan Badik, Dua Anggota Geng Pandawa Ditembak di Kedua Kakinya

Lawan Polisi dengan Badik, Dua Anggota Geng Pandawa Ditembak di Kedua Kakinya

Megapolitan
Angin Kencang Terbangkan Atap Warga di Cengkareng, Ini Penjelasan BMKG

Angin Kencang Terbangkan Atap Warga di Cengkareng, Ini Penjelasan BMKG

Megapolitan
Antisipasi Libur Panjang, Fraksi PDI-P Minta Pemprov DKI Buat Imbauan Liburan di Rumah

Antisipasi Libur Panjang, Fraksi PDI-P Minta Pemprov DKI Buat Imbauan Liburan di Rumah

Megapolitan
Rizieq Shihab Dirawat di RS Ummi Bogor, Bima Arya Minta Dilakukan Swab Test

Rizieq Shihab Dirawat di RS Ummi Bogor, Bima Arya Minta Dilakukan Swab Test

Megapolitan
Fraksi PDI-P Minta Pemprov DKI Serius Kaji Rencana KBM Tatap Muka

Fraksi PDI-P Minta Pemprov DKI Serius Kaji Rencana KBM Tatap Muka

Megapolitan
Tangsel Disebut Torehkan Sejumlah Penghargaan, PSI: Itu Kulit Luarnya Saja...

Tangsel Disebut Torehkan Sejumlah Penghargaan, PSI: Itu Kulit Luarnya Saja...

Megapolitan
Satu Anggota Komplotan Pencuri Geng Pandawa Terbukti Konsumsi Sabu-sabu

Satu Anggota Komplotan Pencuri Geng Pandawa Terbukti Konsumsi Sabu-sabu

Megapolitan
UPDATE 26 November: Bertambah 37, Total Ada 2.754 Kasus Covid-19 di Kota Tangerang

UPDATE 26 November: Bertambah 37, Total Ada 2.754 Kasus Covid-19 di Kota Tangerang

Megapolitan
UPDATE 26 November: Ada 2.481 Kasus Positif Covid-19 di Tangsel, Terbanyak di Pamulang Barat

UPDATE 26 November: Ada 2.481 Kasus Positif Covid-19 di Tangsel, Terbanyak di Pamulang Barat

Megapolitan
Dirut RS Ummi Bogor: Rizieq Shihab Kemarin Masuk IGD karena Capek

Dirut RS Ummi Bogor: Rizieq Shihab Kemarin Masuk IGD karena Capek

Megapolitan
UPDATE 26 November: Ada 1.064 Kasus Baru Covid-19 di Jakarta, Totalnya 131.525

UPDATE 26 November: Ada 1.064 Kasus Baru Covid-19 di Jakarta, Totalnya 131.525

Megapolitan
Simulasi KBM Tatap Muka untuk PAUD, SD, SMP di Bekasi Digelar 18 Januari 2020

Simulasi KBM Tatap Muka untuk PAUD, SD, SMP di Bekasi Digelar 18 Januari 2020

Megapolitan
Dalam Seminggu, Polres Jaksel Tangkap 26 Tersangka Kasus Narkoba

Dalam Seminggu, Polres Jaksel Tangkap 26 Tersangka Kasus Narkoba

Megapolitan
Tumpukan Sampah Kayu dan Bambu di Kali Bekasi Disebut Tak Pernah Dibersihkan

Tumpukan Sampah Kayu dan Bambu di Kali Bekasi Disebut Tak Pernah Dibersihkan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X