Pemkot Bekasi Bentuk Tim Tangani Kali Bekasi yang Berbusa dan Keluarkan Bau Menyengat

Kompas.com - 29/06/2020, 21:19 WIB
Kali Bekasi kembali dipenuhi buih atau busa berwarna putih, pada Rabu (24/6/2020). Warta Kota/Muhammad AzzamKali Bekasi kembali dipenuhi buih atau busa berwarna putih, pada Rabu (24/6/2020).
Penulis Cynthia Lova
|


BEKASI, KOMPAS.com - Kepala Dinas Lingkungan Hidup Yayan Yuliana mengatakan, Pemkot Bekasi telah membentuk tim untuk mengatasi Kali Bekasi yang berbusa dan mengeluarkan bau menyengat dalam beberapa hari belakangan ini.

Tim tersebut berasal dari Pemkot Bekasi, Pemerintah Kabupaten Bogor, dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

“Kali Bekasi di hulunya kan kali Cileungsi, setiap tahun terjadi seperti itu ya. Kami sudah ada tim yang menangani bersama, antara kami (Pemkot Bekasi), Kabupaten Bogor juga, dan melibatkan Pemerintah Pusat,” ucap Yayan di Bekasi, Senin (29/6/2020).

Baca juga: Kali Bekasi Berbusa dan Bau Menyengat, Wawali Kota Sebut Harus Ditangani dari Hulu

Yayan mengungkapkan, permasalahan Kali Bekasi yang berbusa dan menimbulkan bau menyengat itu berasal dari limbah buangan dari hulu Kota Bekasi, yakni Kali Cileungsi Kabupaten Bogor.

Ia mengatakan, limbah yang berasal dari pabrik di kawasan Kabupaten Bogor ini dibuang ke Kali Cileungsi.

Lalu, limbah tersebut mengalir ke Kali Bekasi. Akibatnya, Kali Bekasi penuh busa dan berbau.

Baca juga: Kali Bekasi Bau Menyengat dan Berbusa, Wawali Kota Sebut karena Limbah dari Bogor

“Ini karena sumbernya bukan dri Kota Bekasi. Kalau kita lihat perbatasan antara Kabupaten Bogor dan Bekasi di daerah Pangkaplan Lima atau di Pangkalan Enam udah berbusa. Namanya air kan mengalir dari hulu ke hilir, apalagi di Curug Pangkalan Lima itu kan terjun air, secara tidak langsung berbusa dan mengalir terus ke sini,” kata dia.

Ia mengatakan, tim yang dibentuk Pemkot Bekasi, Kabupaten Bogor, hingga Pemerintah Pusat akan mengawasi perusahaan atau pabrik mana yang membuang limbahnya sembarangan ke Kali.

Yayan juga mengancam akan memberi hukuman terhadap pabrik atau perusahaannya yang ditemukan buang limbah sembarangan ke kali.

Baca juga: Kali Bekasi Bau Kentut Bikin Pusing Warga dan Pengendara yang Melintas

“Sampai sekarang belum (di Kota Bekasi belum ditemukan pabrik yang buang limbah sembarangan). Kami akan melakukan pengawasan terus menerus,” tutur dia.

Adapun Kali Bekasi di Jalan M Hasibuan, Bekasi Timur, Kota Bekasi dipenuhi busa belakangan ini.

Tidak hanya busa, aroma tak sedap yang dikeluarkan dari air kali bewarna cokelat pekat itu pun membuat ikan di sekitaran kali mati.

Baca juga: Sungai Berbusa Jadi Pemandangan Peserta CFD KBT

Sampah yang menumpuk di permukaan kali juga menambah pemandangan tak sedap.

Penampakan tersebut memang kerap terjadi di Kali Bekasi. Namun, permasalahan tersebut tak kunjung terselesaikan.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Petugas TNI-Polri Akan Datangi Rumah Warga Petamburan yang Tak Ikut Rapid Test

Petugas TNI-Polri Akan Datangi Rumah Warga Petamburan yang Tak Ikut Rapid Test

Megapolitan
Artis ST dan MA Ditangkap atas Dugaan Prostitusi Online, Polisi Sebut Masih Saksi

Artis ST dan MA Ditangkap atas Dugaan Prostitusi Online, Polisi Sebut Masih Saksi

Megapolitan
Rapid Test di Petamburan Dilanjutkan, Kali Ini Disebar di 4 Titik

Rapid Test di Petamburan Dilanjutkan, Kali Ini Disebar di 4 Titik

Megapolitan
Sempat Dilarang Masuk Gang Rumah Rizieq, Dandim Jakpus: Ini Wilayah NKRI!

Sempat Dilarang Masuk Gang Rumah Rizieq, Dandim Jakpus: Ini Wilayah NKRI!

Megapolitan
Akhir Pelarian Geng Pencuri Pandawa Setelah 24 Kali Menyamar untuk Rampok Rumah

Akhir Pelarian Geng Pencuri Pandawa Setelah 24 Kali Menyamar untuk Rampok Rumah

Megapolitan
Rizieq Shihab Dirawat: Dari Masuk Ruang IGD sampai Diminta Tes Swab

Rizieq Shihab Dirawat: Dari Masuk Ruang IGD sampai Diminta Tes Swab

Megapolitan
Cegah Covid-19, Pemkot Disinfeksi 9.426 Titik di Jaktim

Cegah Covid-19, Pemkot Disinfeksi 9.426 Titik di Jaktim

Megapolitan
Lurah Makasar Positif Covid-19, Pelayanan Pindah ke Kecamatan

Lurah Makasar Positif Covid-19, Pelayanan Pindah ke Kecamatan

Megapolitan
Istri Sewa Pembunuh untuk Habisi Suami, Polisi Duga Ada Motif Kuasai Harta

Istri Sewa Pembunuh untuk Habisi Suami, Polisi Duga Ada Motif Kuasai Harta

Megapolitan
Jadi Tempat Isolasi, Graha Wisata Ragunan Sudah Siap Terima Pasien OTG Covid-19

Jadi Tempat Isolasi, Graha Wisata Ragunan Sudah Siap Terima Pasien OTG Covid-19

Megapolitan
Santainya Agustinus Sikapi Pandangan Orang yang Anggapnya Gila karena Sering Panjat Tower

Santainya Agustinus Sikapi Pandangan Orang yang Anggapnya Gila karena Sering Panjat Tower

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Status Perkara Kerumunan Rizieq Shihab Naik Penyidikan | Cawalkot Depok Positif Covid-19

[POPULER JABODETABEK] Status Perkara Kerumunan Rizieq Shihab Naik Penyidikan | Cawalkot Depok Positif Covid-19

Megapolitan
Fakta Cawalkot Depok Mohammad Idris Positif Covid-19: Terasa Usai Debat, Kini Dirawat di RSUD

Fakta Cawalkot Depok Mohammad Idris Positif Covid-19: Terasa Usai Debat, Kini Dirawat di RSUD

Megapolitan
Benarkah Rizieq Shihab Sudah Swab Test seperti Klaim FPI?

Benarkah Rizieq Shihab Sudah Swab Test seperti Klaim FPI?

Megapolitan
Bertemu Pangdam Jaya, FPI: Kami Akan Bantu Copot Baliho, asalkan...

Bertemu Pangdam Jaya, FPI: Kami Akan Bantu Copot Baliho, asalkan...

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X