Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 09/07/2020, 10:44 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - BUMD DKI PT Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta membantah bahwa tanah buangan hasil galian proyeknya selama ini digunakan untuk kepentingan reklamasi kawasan Taman Impian Jaya Ancol.

Direktur Utama PT MRT Jakarta William Sabandar mengatakan, tanah beserta lumpur hasil kerukan saat membangun stasiun dan lintasan itu digunakan untuk berbagai keperluan lain, seperti untuk keperluan Taman Pemakaman Umum (TPU) pada proyek fase pertama lalu.

"Waktu itu pada fase 1 dibuang ke beberapa tempat pemakaman umum," ujar William di gedung DPRD DKI Jakarta, Rabu (9/7/2020), seperti dikutip Antara.

Baca juga: Pro Kontra Keputusan Anies Izinkan Reklamasi Ancol di Mata Anggota DPRD DKI

William menjelaskan, proyek reklamasi Ancol tak ada hubungannya dengan proyek apapun di PT MRT Jakarta karena tanah hasil buangan pengelolaannya diserahkan kepada Pemprov DKI.

"Ancol itu beda, itu urusan reklamasi dan tidak ada hubungannya dengan ini," katanya.

Saat ini, MRT tengah membangun jalur fase 2A untuk relasi Stasiun Bundaran HI hingga Stasiun Kota dengan total panjang jalur enam kilometer, terdiri dari tujuh stasiun.

Baca juga: Tolak Reklamasi Ancol, Relawan Pendukung Anggap Anies Menyalahi Janji Kampanye

Namun, William belum mengetahui tanah buangan MRT fase 2 tersebut akan digunakan untuk apa.

Jika nantinya ingin dijadikan tanah reklamasi Ancol, menurutnya sah-sah saja.

"Tergantung Pemprov, kalau mau buang di Ancol ya silakan. Kita buang tanah itu harus dikasih arahan oleh pemerintah," ucapnya.

Usai mengerjakan fase 2A, pihak MRT akan membangun fase 2B yang diperkirakan memiliki jalur sepanjang 5,8 Km dan terdiri dari tiga stasiun, yaitu Stasiun Mangga Dua, Stasiun Ancol dan Stasiun Ancol Barat dengan estimasi pengerjaan akan dimulai pada pertengahan 2022.

Baca juga: Tolak Reklamasi Ancol, Forum Nelayan: Kami Akan Melawan!

Sementara itu, sebelumnya Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta Saefullah menyatakan untuk reklamasi Ancol, selain diambil dari pengerukan sungai dan waduk, lahan perluasan Ancol juga berasal dari proyek MRT yang sudah selesai.

Nantinya pengerukan tanah untuk membangun stasiun atau rel MRT ke depannya juga akan menambah volume lahan di Ancol itu.

"Jadi tanah hasil pengerukan MRT itu akan dibawa ke Ancol Timur juga. Baik yang sudah maupun yang akan datang, yang segera akan dikerjakan," kata Saefullah dalam rekaman video Pemprov DKI Jakarta, Jumat (3/7).

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Sumber Antara
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ibu yang Aniaya Balita hingga Tewas di Duren Sawit Diduga Depresi Tak Diberi Nafkah

Ibu yang Aniaya Balita hingga Tewas di Duren Sawit Diduga Depresi Tak Diberi Nafkah

Megapolitan
Dijaga 24 Jam, Kawasan Kota Tua Steril dari PKL Malam Minggu Ini

Dijaga 24 Jam, Kawasan Kota Tua Steril dari PKL Malam Minggu Ini

Megapolitan
Anak Wowon Kini Sebatang Kara: Ibu, Kakak, dan Adiknya Dibunuh Ayah Kandung

Anak Wowon Kini Sebatang Kara: Ibu, Kakak, dan Adiknya Dibunuh Ayah Kandung

Megapolitan
Tangis VA Pecah Lihat Nyawa Anaknya Melayang di Tangan Sang Kekasih

Tangis VA Pecah Lihat Nyawa Anaknya Melayang di Tangan Sang Kekasih

Megapolitan
Rupa-rupa Cerita Pemburu Diskon Holland Bakery, Datang sejak Subuh demi Stok Kue Lebaran

Rupa-rupa Cerita Pemburu Diskon Holland Bakery, Datang sejak Subuh demi Stok Kue Lebaran

Megapolitan
BEM UI Kecam Penetapan Tersangka Terhadap Hasya yang Tewas Ditabrak Pensiunan Polri

BEM UI Kecam Penetapan Tersangka Terhadap Hasya yang Tewas Ditabrak Pensiunan Polri

Megapolitan
Sheila Gank Berdatangan ke Konser 'Tunggu Aku di Jakarta', Kendaraannya Padati Parkir JIEXpo Pintu Barat Sejak Siang

Sheila Gank Berdatangan ke Konser "Tunggu Aku di Jakarta", Kendaraannya Padati Parkir JIEXpo Pintu Barat Sejak Siang

Megapolitan
Rekomendasi BMKG Terkait Potensi Hujan Lebat Sepekan ke Depan di Jakarta

Rekomendasi BMKG Terkait Potensi Hujan Lebat Sepekan ke Depan di Jakarta

Megapolitan
Ada Konser Sheila On 7 di JIExpo, Jalan Benyamin Sueb Ramai Lancar

Ada Konser Sheila On 7 di JIExpo, Jalan Benyamin Sueb Ramai Lancar

Megapolitan
Kapolda Metro: Sejak Ada Street Race, Jumlah Balap Liar Berkurang

Kapolda Metro: Sejak Ada Street Race, Jumlah Balap Liar Berkurang

Megapolitan
BMKG: DKI Jakarta Berpotensi Diguyur Hujan Selama Sepekan ke Depan

BMKG: DKI Jakarta Berpotensi Diguyur Hujan Selama Sepekan ke Depan

Megapolitan
Kisah Pemburu Diskon Holland Bakery Mengantre di Bawah Guyuran Hujan, dari yang Iseng hingga Balik Dua Kali

Kisah Pemburu Diskon Holland Bakery Mengantre di Bawah Guyuran Hujan, dari yang Iseng hingga Balik Dua Kali

Megapolitan
Keluarga Pertimbangkan Upaya Hukum Usai Penetapan Tersangka Mahasiswa UI yang Tewas dalam Tabrakan

Keluarga Pertimbangkan Upaya Hukum Usai Penetapan Tersangka Mahasiswa UI yang Tewas dalam Tabrakan

Megapolitan
'Pembeli Membludak di Holland Bakery, Ribuan Orang Sudah Datang dari Pagi...'

"Pembeli Membludak di Holland Bakery, Ribuan Orang Sudah Datang dari Pagi..."

Megapolitan
BERITA FOTO: Sisi Lain Jakarta, Melihat Potret Kehidupan di Kampung Apung, Muara Baru...

BERITA FOTO: Sisi Lain Jakarta, Melihat Potret Kehidupan di Kampung Apung, Muara Baru...

Megapolitan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.