Soal Membuka Kembali Tempat Hiburan, Politisi PAN: Kita Bisa Cari Jalan Lain

Kompas.com - 22/07/2020, 09:18 WIB
Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Fraksi PAN Zita Anjani, di ruang serbaguna, Gedung DPRD DKI, Jakarta Pusat, Senin (18/11/2019) KOMPAS.COM/RYANA ARYADITA UMASUGIWakil Ketua DPRD DKI Jakarta Fraksi PAN Zita Anjani, di ruang serbaguna, Gedung DPRD DKI, Jakarta Pusat, Senin (18/11/2019)

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) Zita Anjani tak setuju dengan permintaan sejumlah karyawan tempat hiburan malam yang meminta usaha tersebut segera dibuka.

Menurut Zita, tempat hiburan malam termasuk sektor yang sangat tidak memungkinkan untuk dibuka saat masa pandemi Covid-19.

Apalagi jumlah kasus di DKI semakin meningkat bahkan mencapai angka 441 pada Selasa (21/7/2020).

Baca juga: Protes Pengusaha Tempat Hiburan Saat Dilarang Beroperasi Selama Pandemi Covid-19

"Kasus positif Covid-19 di Jakarta cenderung meningkat, wajar kalau Pemprov belum izinkan untuk buka. Sekolah saja belum buka, bahkan banyak sekolah swasta yang collapse karena harus tutup, dan tidak mengeluh. Kalau sekarang tempat hiburan juga merasakan hal yang sama, wajar saya rasa," jelas Zita saat dikonfirmasi, Rabu (22/7/2020).

Ia menuturkan, tempat hiburan malam merupakan tipe usaha closed circuit atau memiliki ruang lingkup tertutup sehingga sangat berisiko terjadinya penyebaran Covid-19.

Zita mengaku bingung jika Pemprov DKI dipaksa harus membuka tempat hiburan malam, maka bagaimana cara penerapan physical distancing di tempat hiburan.

Baca juga: Penyebaran Covid-19 Tinggi, Pakar Epidemiologi Minta Pemprov DKI Tak Buka Tempat Hiburan

" Tempat hiburan ini kan semacam closed circuit, alias tertutup dan cenderung orang berkumpul dalam kuantitas padat ruangan tertutup. Apalagi terapis, orang berjarak terlalu dekat di ruangan yang terbatas," tuturnya.

Putri Wakil Ketua MPR Zulkifli Hasan ini menambahkan, jika berbicara mengenai peningkatan ekonomi pun, tempat hiburan malam ia sebut tak terlalu berpengaruh signifikan untuk pendapatan Jakarta.

Apalagi dibandingkan dengan kesehatan masyarakat yang harus terbayar.

"Kalau hiburan malam untuk apa? Saya belum lihat ada manfaat signifikan di sana. Pajak hiburan malam hanya 25 persen, kalau untuk kepentingan ekonomi, kita bisa cari lewat jalan lain demi menjaga kesehatan. Tidak hanya di tempat hiburan malam," kata Zita.

Baca juga: Karyawan Tempat Hiburan Demo, DPRD DKI: Sabar, Kita Semua Kondisi Sulit

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemprov DKI Raih Anugerah Pemda Informatif 3 Kali Berturut-turut

Pemprov DKI Raih Anugerah Pemda Informatif 3 Kali Berturut-turut

Megapolitan
Pemasangan Spanduk dan Baliho Liar Umumnya Terjadi di Akhir Pekan

Pemasangan Spanduk dan Baliho Liar Umumnya Terjadi di Akhir Pekan

Megapolitan
11 Anggota TNI Divonis Bersalah karena Aniaya Warga hingga Tewas

11 Anggota TNI Divonis Bersalah karena Aniaya Warga hingga Tewas

Megapolitan
Pura-pura Hendak Beli Pulsa, 2 Pria Rampok Minimarket di Bekasi

Pura-pura Hendak Beli Pulsa, 2 Pria Rampok Minimarket di Bekasi

Megapolitan
Normalisasi Saluran Air di Jalan Panjang Ditargetkan Rampung Desember

Normalisasi Saluran Air di Jalan Panjang Ditargetkan Rampung Desember

Megapolitan
Video Perampokan Minimarket di Bekasi Viral, Pelaku Ancam Karyawan dengan Celurit

Video Perampokan Minimarket di Bekasi Viral, Pelaku Ancam Karyawan dengan Celurit

Megapolitan
Polisi: Begal yang Tewaskan Tukang Ojek Beberapa Kali Lakukan Tindak Kejahatan

Polisi: Begal yang Tewaskan Tukang Ojek Beberapa Kali Lakukan Tindak Kejahatan

Megapolitan
Dibujuk Pacar, Perempuan yang Coba Bunuh Diri di Apartemen Akhirnya Selamat

Dibujuk Pacar, Perempuan yang Coba Bunuh Diri di Apartemen Akhirnya Selamat

Megapolitan
Lukai Polisi Saat Ditangkap, Begal di Jakarta Utara Tewas Ditembak

Lukai Polisi Saat Ditangkap, Begal di Jakarta Utara Tewas Ditembak

Megapolitan
Polisi Tangkap Komplotan Bajing Loncat, Modus Saat Terjadi Macet

Polisi Tangkap Komplotan Bajing Loncat, Modus Saat Terjadi Macet

Megapolitan
'Jangan Ada Kriminalisasi Guru Jika Siswa Tertular Covid-19 karena KBM Tatap Muka...'

"Jangan Ada Kriminalisasi Guru Jika Siswa Tertular Covid-19 karena KBM Tatap Muka..."

Megapolitan
UPDATE 25 November: Bertambah 38, Total Kasus Covid-19 di Tangsel Jadi 2.438

UPDATE 25 November: Bertambah 38, Total Kasus Covid-19 di Tangsel Jadi 2.438

Megapolitan
UPDATE 25 November: Bertambah 1.273, Total Ada 130.461 Kasus Covid-19 di Jakarta

UPDATE 25 November: Bertambah 1.273, Total Ada 130.461 Kasus Covid-19 di Jakarta

Megapolitan
Kepulauan Seribu Punya Pembangkit Listrik Surya Hybrid Terbesar di DKI Jakarta

Kepulauan Seribu Punya Pembangkit Listrik Surya Hybrid Terbesar di DKI Jakarta

Megapolitan
Kisah Adi, Berbisnis Modifikasi Sepeda Listrik hingga Raup Omzet Rp 400 Juta

Kisah Adi, Berbisnis Modifikasi Sepeda Listrik hingga Raup Omzet Rp 400 Juta

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X