Kompas.com - 29/07/2020, 16:00 WIB
Warga memeriksa gigi kambing di sentra penjualan hewan kurban Cipocok, Serang, Banten, Kamis (23/7/2020). Menurut pedagang meski di tengah pandemi Covid-19, penjualan hewan kurban mengalami peningkatan dari biasanya 30 ekor menjadi 73 ekor dalam sehari dengan harga bervariasi. ANTARA FOTO/ASEP FATHULRAHMANWarga memeriksa gigi kambing di sentra penjualan hewan kurban Cipocok, Serang, Banten, Kamis (23/7/2020). Menurut pedagang meski di tengah pandemi Covid-19, penjualan hewan kurban mengalami peningkatan dari biasanya 30 ekor menjadi 73 ekor dalam sehari dengan harga bervariasi.

BOGOR, KOMPAS.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor akan menempatkan Satpol PP di titik-titik pemotongan hewan kurban untuk mengawasi penerapan protokol kesehatan di sana.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Bogor Anas Rasmana mengatakan ini juga untuk mencegah terjadinya kerumunan.

"Hal ini agar tak terjadi kerumunan sebagai langkah protokol kesehatan di tempat penyembelihan hewan kurban," kata Anas, Rabu (29/7/2020).

Dia pun mengimbau kepada warga untuk tidak menyaksikan proses penyembelihan dan pemotongan hewan kurban saat perayaan Idul Adha 1441 Hijriah, Jumat (31/7/2020) mendatang.

Baca juga: Denda Rp 100.000-Rp 500.000 untuk Warga yang Tak Kenakan Masker dan Pelanggar Protokol Kesehatan di Bogor

Imbauan tersebut tertuang dalam surat edaran Nomor: 440-2458-Hukham tentang protokol kesehatan penyelenggaraan shalat Idul Adha, penjualan, dan pemotongan hewan kurban 1441 H/2020 M selama masa pandemi Covid-19 yang ditandatangani Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pemkot Bogor akan memasang spanduk imbauan tersebut di titik-titik pemotongan hewan kurban.

Anas menyarankan para pekurban untuk tidak menghadiri kegiatan pemotongan dan menyerahkannya kepada panitia. Namun jika tetap ingin hadir, pekurban wajib menjaga jarak dan mengenakan masker.

"Selain petugas pemotong hewan dan pekurban tidak diperbolehkan ikut menyaksikan proses pemotongan. Nanti proses pemotongan juga akan diawasi oleh Pol PP atau Linmas," katanya.

Baca juga: Ini Aturan Pemotongan Hewan Kurban di Jakarta, Panitia Harus Sehat dan Lokasi Disemprot Disinfektan

Lanjut dia, salah satu aturan lain yang tertuang dalam surat edaran tersebut adalah penyembelihan hewan kurban disarankan bergantian dengan memanfaatkan empat hari tasryik.

Distribusi daging kurban juga disarankan berlangsung paling lama delapan jam. Semakin cepat waktu proses kurban, maka risiko penularan semakin kecil.

"Untuk menghindari kerumunan, petugas mengantar daging kurban ke rumah-rumah warga yang berhak menerima. Penanganan daging juga harus selesai dalam waktu empat jam setelah proses penyembelihan," tutup dia.



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

31 Mobil Sitaan pada Kasus Penggelapan Mobil Rental di Depok Diserahkan ke Pemilik

31 Mobil Sitaan pada Kasus Penggelapan Mobil Rental di Depok Diserahkan ke Pemilik

Megapolitan
Berikut Jadwal Khusus KRL untuk Penumpang Kategori Lansia

Berikut Jadwal Khusus KRL untuk Penumpang Kategori Lansia

Megapolitan
Formasi CPNS Kota Tangerang 122 Lowongan, Wali Kota: Belum Ideal, Kami Usul Lebih Banyak

Formasi CPNS Kota Tangerang 122 Lowongan, Wali Kota: Belum Ideal, Kami Usul Lebih Banyak

Megapolitan
Ada Rentetan Pembegalan di Bintaro, Polres Tangsel Tingkatkan Patroli

Ada Rentetan Pembegalan di Bintaro, Polres Tangsel Tingkatkan Patroli

Megapolitan
Komentar Wagub DKI soal Kontrak TPST Bantargebang dengan Bekasi Selesai Oktober 2021

Komentar Wagub DKI soal Kontrak TPST Bantargebang dengan Bekasi Selesai Oktober 2021

Megapolitan
Simak Persyaratan Naik KRL untuk Lansia

Simak Persyaratan Naik KRL untuk Lansia

Megapolitan
Hoaks Babi Ngepet di Depok, Saksi: Babi Sempat Dikubur di Pemakaman Keluarga

Hoaks Babi Ngepet di Depok, Saksi: Babi Sempat Dikubur di Pemakaman Keluarga

Megapolitan
Tiga Petugas Jadi Tersangka Kasus Kebakaran Lapas Kelas 1 Tangerang

Tiga Petugas Jadi Tersangka Kasus Kebakaran Lapas Kelas 1 Tangerang

Megapolitan
Anies Klaim Dunia Tercengang Melihat Penanganan Covid-19 di Indonesia

Anies Klaim Dunia Tercengang Melihat Penanganan Covid-19 di Indonesia

Megapolitan
Hari Ini, SKD CPNS Formasi 2021 di Kota Tangerang Mulai Dilaksanakan

Hari Ini, SKD CPNS Formasi 2021 di Kota Tangerang Mulai Dilaksanakan

Megapolitan
1.554 Warga Bekasi Terserang DBD Sejak Januari hingga Agustus 2021

1.554 Warga Bekasi Terserang DBD Sejak Januari hingga Agustus 2021

Megapolitan
Wagub DKI Akui Besaran Commitment Fee Formula E di Jakarta Berbeda dengan Kota Lain

Wagub DKI Akui Besaran Commitment Fee Formula E di Jakarta Berbeda dengan Kota Lain

Megapolitan
Dibayar Rp 60 Juta, 2 Kurir Sabu Gunakan Upahnya untuk Beli Narkoba

Dibayar Rp 60 Juta, 2 Kurir Sabu Gunakan Upahnya untuk Beli Narkoba

Megapolitan
Jambret Pesepeda di Taman Sari Jakarta Barat Ditangkap di Palembang

Jambret Pesepeda di Taman Sari Jakarta Barat Ditangkap di Palembang

Megapolitan
Operasi Patuh Jaya Digelar Mulai Hari Ini, Berikut 4 Sasaran Penindakan

Operasi Patuh Jaya Digelar Mulai Hari Ini, Berikut 4 Sasaran Penindakan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.