Pasang Wifi untuk Belajar Siswa Kurang Mampu, F-PAN Minta Pemprov DKI Lakukan Hal yang Sama

Kompas.com - 05/08/2020, 14:50 WIB
Ilustrasi wifi Apartment TherapyIlustrasi wifi

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PAN Zita Anjani mengatakan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sudah harus memikirkan penyediaan internet gratis bagi pelajar yang kurang mampu agar bisa menjalankan sekolah daring.

Zita berujar, dengan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) DKI Jakarta yang besar apalagi termasuk untuk anggaran Covid-19 seharusnya bisa menyediakan wifi bagi anak-anak kurang mampu.

"Pemprov DKI APBD-nya besar, bisa 1 RT 1. Kan ada diskominfotik, itu tau loh RT mana yang enggak ada internet. Kalau tahu, segera pasangkan akses internet dan juga buka kantor-kantor pemerintah, Kelurahan, RPTRA, lapangan-lapangan, kantor-kantor wajib sediakan wifi gratis untuk anak-anak sekolah. Jangan persulit yang miskin makin miskin," ucap Zita, Rabu (5/8/2020).

Baca juga: Dewan Pendidikan Kota Bekasi Imbau Warga Berbagi Wifi agar Siswa Bisa Belajar Online

Fraksi PAN DPRD DKI pun saat ini sudah memasang wifi gratis di sejumlah RT di Kelurahan Kosambi, Kelurahan Semanan, dan Kelurahan Kamal Jakarta Barat untuk membantu siswa yang belajar dari rumah.

Tujuh titik tersebut yakni di RW 001, 004, 006, dan 014 Kelurahan Duri Kosambi, RW 01 dan 007 Kelurahan Semanan, dan RW 009 di Kelurahan Kamal.

"Jadi kita juga sekalian mencontohkan bahwa bisa loh inovasi pendidikan. Karena sekolah tutup, datangkan sekolah ke anak-anak. Sediakan wifi gratis satu RT, satu hotspot, kan bisa. Satu RT bisa nampung 20 sampai 30 anak, dia belajar, ada wifi gratis, ada pembimbingnya juga di sana," kata dia.

Baca juga: Jawab Tantangan Khofifah, Kades Sekapuk Siapkan Wifi Gratis Untuk Siswa Belajar Online

Menurut Zita, nantinya penggunaan wifi tersebut harus bergantian dan dibagi dalam dua sif. Pembelajaran bakal diawasi oleh Ketua RW, Ketua RT, dibantu oleh orangtua.

"Misalnya 1 sif 15 anak. Kalau pagi sudah, sif sore. Jadi semua bisa dapat di RT itu. Enggak ada alasan lagi sekolah tutup. Ada loh solusi lain kalau sekolah tutup," tutur dia.

Sementara itu, Anggota Fraksi PAN DPRD DKI Lukmanul Hakim selaku anggota yang membiayai pemasangan wifi tersebut mengatakan.

Ia memang menerima banyak aduan dari konstituennya karena tak sanggup membeli paket data internet.

Apalagi, wilayah tersebut tergolong wilayah dengan mayoritas warga berpenghasilan rendah.

"Daerah kumuh saja provider  Telkom dia punya jaringan dia masuk. Artinya apa? Artinya tidak ada kata-kata bagi nasional maupun Pemprov DKI untuk tidak ada tidak memasang wifi ke pos RT pos RW dan RPTRA di lingkungan tersebut," kata dia.

Hakim mengaku mengeluarkan anggaran Rp 400.000 per bulan untuk pemasangan wifi di satu titik.

"Pemasangan ini lebih kurang sebulannya Rp 400.000. Karena di sini enggak mungkin kita pasang gede nanti anak anaknya kumpul terlalu banyak ini kita batasi arena hanya untuk jam belajar," tambah Hakim.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemkot Jakut dan TNI Bersihkan Lumpur di Sungai Cegah Banjir

Pemkot Jakut dan TNI Bersihkan Lumpur di Sungai Cegah Banjir

Megapolitan
Pelayanan Diprotes Blogger Trinity, Bandara Soekarno-Hatta Minta Maaf

Pelayanan Diprotes Blogger Trinity, Bandara Soekarno-Hatta Minta Maaf

Megapolitan
Motif Tersangka Lakukan Pemerasan untuk Rapid Test di Bandara Soetta karena Inginkan Uang Lebih

Motif Tersangka Lakukan Pemerasan untuk Rapid Test di Bandara Soetta karena Inginkan Uang Lebih

Megapolitan
Kemenkumham Sebut Belum Ditemukan Keterlibatan Petugas Lapas atas Kaburnya Cai Changpan

Kemenkumham Sebut Belum Ditemukan Keterlibatan Petugas Lapas atas Kaburnya Cai Changpan

Megapolitan
Tepergok, Pusat Kuliner di Jagakarsa Sembunyikan Pembeli agar Bisa Makan

Tepergok, Pusat Kuliner di Jagakarsa Sembunyikan Pembeli agar Bisa Makan

Megapolitan
UPDATE 27 September: Tambah 1.186 Kasus di Jakarta, Total 1.692 Pasien Covid-19 Meninggal

UPDATE 27 September: Tambah 1.186 Kasus di Jakarta, Total 1.692 Pasien Covid-19 Meninggal

Megapolitan
Antisipasi Banjir, Plh Sekda Minta Endapan Lumpur di Saluran Air Segera Dikeruk

Antisipasi Banjir, Plh Sekda Minta Endapan Lumpur di Saluran Air Segera Dikeruk

Megapolitan
13 Hari Operasi Yustisi di Jakarta, Denda Terkumpul Rp 282 Juta

13 Hari Operasi Yustisi di Jakarta, Denda Terkumpul Rp 282 Juta

Megapolitan
Kecelakaan di Kuningan, Pengendara Motor Tewas Usai Terbentur Tiang Monorel

Kecelakaan di Kuningan, Pengendara Motor Tewas Usai Terbentur Tiang Monorel

Megapolitan
Pilkada Saat Pandemi Covid-19, TPS di Depok Ditambah 598 Titik

Pilkada Saat Pandemi Covid-19, TPS di Depok Ditambah 598 Titik

Megapolitan
Sudah 13 Hari, Cai Changpan yang Kabur dari Lapas Kelas I Tangerang Belum Juga Ditemukan

Sudah 13 Hari, Cai Changpan yang Kabur dari Lapas Kelas I Tangerang Belum Juga Ditemukan

Megapolitan
Layani Pembeli Makan di Tempat, 3 Tempat Makan di Tebet Ditutup Tiga Hari

Layani Pembeli Makan di Tempat, 3 Tempat Makan di Tebet Ditutup Tiga Hari

Megapolitan
Tak Ada Penambahan TPS, Pilkada Tangsel Jadwalkan Jam Datang untuk Pemilih

Tak Ada Penambahan TPS, Pilkada Tangsel Jadwalkan Jam Datang untuk Pemilih

Megapolitan
Tabrak Trotoar dan Tiang, Remaja Tewas di Gambir

Tabrak Trotoar dan Tiang, Remaja Tewas di Gambir

Megapolitan
Antisipasi Banjir, Kali Mampang Dikeruk

Antisipasi Banjir, Kali Mampang Dikeruk

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X