Kompas.com - 24/08/2020, 07:13 WIB
Petugas pemadam kebakaran menyedot air dari Kolam Taman Martha Tiahahu, Kebayoran Baru, Jakarta pada Sabtu (22/8/2020) malam untuk menyuplai air dan digunakan untuk memadamkan api yang membakar gedung Kejaksaan Agung. KOMPAS.com/WAHYU ADITYO PRODJOPetugas pemadam kebakaran menyedot air dari Kolam Taman Martha Tiahahu, Kebayoran Baru, Jakarta pada Sabtu (22/8/2020) malam untuk menyuplai air dan digunakan untuk memadamkan api yang membakar gedung Kejaksaan Agung.

Ada sekitar 12 mobil pemadam kebakaran yang mondar-mandir memasok air.

“Kendalanya kemarin sulit sumber air. Ada empat titik yang jadi sumber air,” ujar Sugeng pada Minggu malam.

Tim pemadam kebakaran mengambil air dari empat titik, yaitu kolam Taman Martha Tiahahu, kolam Taman Ayodya, sumber air di dekat Mabes Polri, dan Kolam Renang Bulungan.

Petugas pemadam juga mengambil air dari hydran-hydran yang ada di sekitar Kejaksaan Agung.

Petugas, lanjut dia, berusaha semaksimal mungkin menyuplai air demi mempercepat pemadaman api.

Kebakaran di gedung Kejaksaan Agung berlangsung selama hampir 11 jam dan baru berhasil dipadamkan dan dilakukan pendinginan pada Minggu kemarin sekitar pukul 06.28 WIB.

Api membakar seluruh gedung Kejaksaan Agung baik di sisi utara maupun selatan.

Api berawal dari unit kepegawaian di lantai enam, kemudian merambat ke lantai yang merupakan tempat pembinaan kepegawaian.

Kedua lantai itu berdekatan dengan lantai tiga dan empat yang masing-masing berfungsi sebagai ruang intelijen.

Api juga melahap ruang kerja Jaksa Agung, ST Burhanuddin.

Sugeng menyebutkan, proses pendinginan sudah selesai pada Minggu pukul 17.30 WIB. Petugas ditarik mundur dan satu unit pemadam kebakaran dari Sektor II Kebayoran Baru tetap disiagakan untuk berjaga di Kejaksaan Agung.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dinkes DKI: Hepatitis Akut Misterius Belum Mengarah akibat Long Covid

Dinkes DKI: Hepatitis Akut Misterius Belum Mengarah akibat Long Covid

Megapolitan
Dicabuli Tetangga di Taman Sari, Anak Disabilitas Mengadu Sakit di Bagian Kelamin

Dicabuli Tetangga di Taman Sari, Anak Disabilitas Mengadu Sakit di Bagian Kelamin

Megapolitan
Pengunjung Pasar Jatinegara Masih Wajib Mengenakan Masker

Pengunjung Pasar Jatinegara Masih Wajib Mengenakan Masker

Megapolitan
Pria Tewas dengan Luka Sayatan di Cibitung Bekasi Diduga Korban Pembunuhan

Pria Tewas dengan Luka Sayatan di Cibitung Bekasi Diduga Korban Pembunuhan

Megapolitan
Ruang Komputer di SMK Nasional Depok Terbakar

Ruang Komputer di SMK Nasional Depok Terbakar

Megapolitan
Bocah Korban Kekerasan di Serpong Tangsel Disundut Rokok dan Ditusuk-tusuk Obeng

Bocah Korban Kekerasan di Serpong Tangsel Disundut Rokok dan Ditusuk-tusuk Obeng

Megapolitan
Kelurahan Sunter Agung Buka Posko Pendaftaran DTKS Tahap Dua

Kelurahan Sunter Agung Buka Posko Pendaftaran DTKS Tahap Dua

Megapolitan
Muri Beri Penghargaan Kebun Raya Bogor Tepat pada Hari Ultah Ke-205

Muri Beri Penghargaan Kebun Raya Bogor Tepat pada Hari Ultah Ke-205

Megapolitan
Masyarakat Boleh Lepas Masker di Tempat Terbuka, Epidemiolog: Jangan Sampai Jadi Euforia

Masyarakat Boleh Lepas Masker di Tempat Terbuka, Epidemiolog: Jangan Sampai Jadi Euforia

Megapolitan
Masyarakat Boleh Lepas Masker di Tempat Terbuka, Epidemiolog: Aturannya Membingungkan

Masyarakat Boleh Lepas Masker di Tempat Terbuka, Epidemiolog: Aturannya Membingungkan

Megapolitan
Disayangkan, Fraksi Demokrat-PPP Tak Ikut Interpelasi Wali Kota Depok Terkait KDS

Disayangkan, Fraksi Demokrat-PPP Tak Ikut Interpelasi Wali Kota Depok Terkait KDS

Megapolitan
Karyawan Perum Perhutani Tolak SK Menteri LHK, Berharap Hutan di Jawa Tak Dikelola Perorangan

Karyawan Perum Perhutani Tolak SK Menteri LHK, Berharap Hutan di Jawa Tak Dikelola Perorangan

Megapolitan
Cegah Penularan Hepatitis Akut Misterius, Ini Saran Dinkes DKI

Cegah Penularan Hepatitis Akut Misterius, Ini Saran Dinkes DKI

Megapolitan
Berlatih Budi Daya Anggur dan Melon demi Menambah Penghasilan...

Berlatih Budi Daya Anggur dan Melon demi Menambah Penghasilan...

Megapolitan
Jokowi Bolehkan Lepas Masker, Warga: Belum Endemi tapi Prokes Dilonggarkan Sebebas Itu, Kontradiktif

Jokowi Bolehkan Lepas Masker, Warga: Belum Endemi tapi Prokes Dilonggarkan Sebebas Itu, Kontradiktif

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.