Pasien OTG di Stadion Patriot Candrabhaga Bekasi Jalani Swab Test 2-3 Hari Sekali

Kompas.com - 24/09/2020, 21:12 WIB
Tenaga kesehatan menggunakan alat pelindung diri (APD) mengambil sampel darah dengan metode swab test di Stadion Patriot Chandrabhaga, Bekasi, Jawa Barat, Kamis (10/9/2020). Sebanyak 55 tempat tidur telah disiapkan pihak Pemerintah Kota Bekasi di stadion tersebut sebagai tempat untuk isolasi mandiri pasien Covid-19. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGTenaga kesehatan menggunakan alat pelindung diri (APD) mengambil sampel darah dengan metode swab test di Stadion Patriot Chandrabhaga, Bekasi, Jawa Barat, Kamis (10/9/2020). Sebanyak 55 tempat tidur telah disiapkan pihak Pemerintah Kota Bekasi di stadion tersebut sebagai tempat untuk isolasi mandiri pasien Covid-19.

BEKASI, KOMPAS.com - Kepala Dinas Kesehatan Kota Bekasi, Tanti Rohilawati mengatakan, pasien-pasien yang dirawat di ruang isolasi Stadion Patriot Candrabhaga wajib mengikuti tes usap atau swab test 2-3 hari sekali.

Saat ini, diketahui sebanyak 20 pasien berstatus orang tanpa gejala (OTG) yang menjalani isolasi mandiri.

Swab test wajib diikuti bagi para pasien, termasuk dua orang anak berumur 3 dan 5 tahun yang kini dirawat bersama orang tuanya di stadion.

Baca juga: Dua Balita Jadi Pasien Anak Pertama yang Isolasi di RSD Stadion Patriot

"Kami uji swab 2 sampai 3 hari sekali. Itu untuk memastikan kondisi mereka," kata Tanti saat ditemui di Bekasi, Kamis (24/9/2020), sebagaimana dikutip dari Wartakotalive.

Hari ini, sudah ada lima orang yang diambil spesimennya dan dibawa ke Labkesda Kota Bekasi. Termasuk sampel pasien pertama mereka, E, yang menempati ruang isolasi di stadion sejak Senin (21/9/2020) lalu.

"Kondisi pasien pertama (Pak E) baik-baik saja ya karena kan OTG. Kami memastikannya dengan cara swab kembali. Hari ini sudah diambil lima orang (spesimennya) karena ada yang sudah dua dan tiga hari," ujar Tanti.

Apabila nantinya spesimen yang diperiksa hasilnya negatif, E dan pasien lainnya bisa kembali ke rumah sehingga tempat tidur yang ditempatinya bisa langsung diisi oleh pasien lain.

"Sedang diambil dari yang dirawat ini mudah-mudahan negatif. Sehingga untuk rotasi nantinya, yang ini keluar, yang ini masuk," tutur Tanti.

Tanti menambahkan, 20 pasien berstatus OTG tersebut dipantau perkembangannya oleh seorang dokter. Ia juga dibantu oleh seorang perawat, bidan, analis dan ahli farmasi.

"Kita cukup satu dokter saja, kan pasiennya tidak punya komorbit, jadi bukan kondisi yang harus diawasi secara ketat. Satu dokter dibantu oleh satu bidan, farmasi, analis dan perawat," kata dia. (Rangga Baskoro)

Artikel ini telah tayang di Wartakotalive dengan judul Pasien OTG Di Stadion Patriot Candrabhaga Jalani Tes Usap 2-3 Hari Sekali.



Sumber Warta Kota
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Soal Realisasi Program Rumah DP 0 Tak Sampai 1 Persen dan Terganjal Korupsi, Fraksi PSI: Ini Peringatan Buat Pak Anies

Soal Realisasi Program Rumah DP 0 Tak Sampai 1 Persen dan Terganjal Korupsi, Fraksi PSI: Ini Peringatan Buat Pak Anies

Megapolitan
Pemkot Tangerang Perpanjang PPKM Mikro hingga 22 Maret

Pemkot Tangerang Perpanjang PPKM Mikro hingga 22 Maret

Megapolitan
Dirut Sarana Jaya Terganjal Korupsi, Wagub DKI Pastikan Proyek Strategis Tetap Jalan

Dirut Sarana Jaya Terganjal Korupsi, Wagub DKI Pastikan Proyek Strategis Tetap Jalan

Megapolitan
Dirut Pembangunan Sarana Jaya Dinonaktfikan, Program Rumah DP Rp 0 Diharapkan Berlanjut

Dirut Pembangunan Sarana Jaya Dinonaktfikan, Program Rumah DP Rp 0 Diharapkan Berlanjut

Megapolitan
Berstatus Penyintas, Besok Wali Kota Jakarta Barat Akan Terima Vaksin Covid-19

Berstatus Penyintas, Besok Wali Kota Jakarta Barat Akan Terima Vaksin Covid-19

Megapolitan
Update 8 Maret: Kasus Covid-19 di DKI Jakarta Bertambah 1.783

Update 8 Maret: Kasus Covid-19 di DKI Jakarta Bertambah 1.783

Megapolitan
Dinas PUPR Perbaiki 14 Tanggul Rusak akibat Banjir di Kota Tangerang

Dinas PUPR Perbaiki 14 Tanggul Rusak akibat Banjir di Kota Tangerang

Megapolitan
Jalan Moh Kahfi 1 Kerap Macet hingga 2 Km dan Dikeluhkan Warga, Ini Kata Camat Jagakarsa

Jalan Moh Kahfi 1 Kerap Macet hingga 2 Km dan Dikeluhkan Warga, Ini Kata Camat Jagakarsa

Megapolitan
Kritik Anggaran Penataan Trotoar Rp 100 Miliar, Anggota DPRD DKI: Prioritaskan BLT Masyarakat

Kritik Anggaran Penataan Trotoar Rp 100 Miliar, Anggota DPRD DKI: Prioritaskan BLT Masyarakat

Megapolitan
Percepat Vaksinasi Covid-19 bagi Lansia, Lokasi Penyuntikan Ditambah di Lippo Mall Puri Kembangan

Percepat Vaksinasi Covid-19 bagi Lansia, Lokasi Penyuntikan Ditambah di Lippo Mall Puri Kembangan

Megapolitan
240 Tokoh Agama di Tangsel Jalani Vaksinasi Covid-19 Dosis Pertama

240 Tokoh Agama di Tangsel Jalani Vaksinasi Covid-19 Dosis Pertama

Megapolitan
Kata Polda Metro Jaya soal Tuduhan Jadi Beking Mafia Tanah

Kata Polda Metro Jaya soal Tuduhan Jadi Beking Mafia Tanah

Megapolitan
Mulai Besok, ASN di Jakarta Barat Terima Vaksin Covid-19

Mulai Besok, ASN di Jakarta Barat Terima Vaksin Covid-19

Megapolitan
75 Jiwa Korban Kebakaran di Cakung Bakal Direlokasi ke Rumah Susun

75 Jiwa Korban Kebakaran di Cakung Bakal Direlokasi ke Rumah Susun

Megapolitan
PPKM Mikro Diklaim Tekan Keterisian Tempat Tidur Pasien Covid-19 di Tangsel

PPKM Mikro Diklaim Tekan Keterisian Tempat Tidur Pasien Covid-19 di Tangsel

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X