Komplotan Pencuri Sepeda Ditangkap Saat Mau Jual Curiannya

Kompas.com - 01/10/2020, 10:43 WIB
Ilustrasi sepeda. KOMPAS.COM/DANDY BAYU BRAMASTAIlustrasi sepeda.

DEPOK, KOMPAS.com - Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Depok, Kompol Wadi Sabani menyatakan, komplotan pencuri sepeda yang ditangkap jajarannya nyaris menjual barang curiannya.

"Salah satu sepeda (yang akan dijual) yaitu roadbike Toronto warna abu-abu, mau dijual Rp 2,9 juta. Satu lagi sepeda lipat merek United warna merah, akan dijual Rp 1,4 juta," ujar Wadi kepada wartawan, Rabu (30/9/2020) kemarin.

Polisi kemudian memanfaatkan momen tersebut untuk menangkap para tersangka pelaku. Niat mereka melepas barang curian itu justru berakhir terlacak oleh polisi tepat sebelum mereka bertransaksi dengan calon pembeli.

"Kami dapatkan pelaku ketika pelaku mau menjual dengan masuk aplikasi Facebook. Kemudian, ada yang dilakukan juga dengan COD (cash on delivery), (ditangkap) ketika dia mau lakukan penjualan," ujar Wadi.

Baca juga: Komplotan Pencuri Sepeda di Depok-Bogor Dibekuk Polisi

Para tersangka berinisial YU, YO, MA, dan DM itu ditengarai merupakan komplotan yang kerap beraksi bersama-sama. Mereka spesialis pencuri sepeda di wilayah Bogor dan Depok.

Berdasarkan pengakuan tersangka kepada polisi, komplotan itu sudah mencuri sepeda 8 kali.

Sepeda menjadi sasaran karena relatif lebih mudah digondol serta mudah dijual kembali ketimbang kendaraan bermotor.

"Saat ini sepeda kan sedang tren dan menjadi sasaran empuk karena beda dengan kendaraan bermotor yang ada surat-suratnya. Kalau sepeda ini kan tidak (ada surat-suratnya), jadi mereka mudah menjualnya," jelasnya.

"Modus pada pencuri ini mereka mengambil di waktu malam menjelang subuh. Kemudian, dengan meloncat pagar, mengambil sasaran sepeda. Dua orang ada yang berperan sebagai eksekutor dengan meloncat pagar dan mengambil sepeda. Dua lainnya mengawasi situasi di luar pagar," ungkap Wadi.

Kini, keempat tersangka ditahan di Polres Metro Depok. Wadi menyampaikan, mereka diancam dengan Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Di Jabodetabek, Tinggal Jakarta Utara dan Depok yang Masuk Zona Merah Covid-19

Di Jabodetabek, Tinggal Jakarta Utara dan Depok yang Masuk Zona Merah Covid-19

Megapolitan
Hampir Jadi Korban Begal, Pesepeda Ini Putuskan Tak Lapor Polisi

Hampir Jadi Korban Begal, Pesepeda Ini Putuskan Tak Lapor Polisi

Megapolitan
Bocah Hilang Saat Bermain di Sungai Inspeksi Kampung Pulo, Hanya Tersisa Bajunya di Tepi Kali

Bocah Hilang Saat Bermain di Sungai Inspeksi Kampung Pulo, Hanya Tersisa Bajunya di Tepi Kali

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] PT Khong Guan Tawar Ganti Rugi kepada Warga | Tukang Gali Brebes Puluhan Tahun Menunggu Kerja di Lebak Bulus

[POPULER JABODETABEK] PT Khong Guan Tawar Ganti Rugi kepada Warga | Tukang Gali Brebes Puluhan Tahun Menunggu Kerja di Lebak Bulus

Megapolitan
Bentrok 2 Kelompok Ormas di Ciledug Berakhir Damai

Bentrok 2 Kelompok Ormas di Ciledug Berakhir Damai

Megapolitan
Terserempet Kereta di Cengkareng, Pengendara Ojol Selamat, Motornya Terseret ke Kali

Terserempet Kereta di Cengkareng, Pengendara Ojol Selamat, Motornya Terseret ke Kali

Megapolitan
Lagi, Tanah Longsor Terjadi di Jagakarsa, Jakarta Selatan

Lagi, Tanah Longsor Terjadi di Jagakarsa, Jakarta Selatan

Megapolitan
Kebakaran Hanguskan Sebuah Pabrik Busa di Tangerang

Kebakaran Hanguskan Sebuah Pabrik Busa di Tangerang

Megapolitan
Prakiraan Cuaca BMKG: Jabodetabek Hujan

Prakiraan Cuaca BMKG: Jabodetabek Hujan

Megapolitan
Kasus Covid-19 di Kota Tangerang Capai 2.140, Paling Banyak di Kecamatan Periuk

Kasus Covid-19 di Kota Tangerang Capai 2.140, Paling Banyak di Kecamatan Periuk

Megapolitan
UPDATE 29 Oktober: Penambahan Kasus Covid-19 di Jakarta 379 Orang, Menurun dari Hari Sebelumnya

UPDATE 29 Oktober: Penambahan Kasus Covid-19 di Jakarta 379 Orang, Menurun dari Hari Sebelumnya

Megapolitan
UPDATE 29 Oktober: Bertambah 11 Kasus Positif, 163 Pasien Covid-19 Masih Dirawat di Tangsel

UPDATE 29 Oktober: Bertambah 11 Kasus Positif, 163 Pasien Covid-19 Masih Dirawat di Tangsel

Megapolitan
Tambah 7 Unit, 10 Mobil Damkar Dikerahkan untuk Padamkan Kebakaran Pabrik Busa Di Jatake Tangerang

Tambah 7 Unit, 10 Mobil Damkar Dikerahkan untuk Padamkan Kebakaran Pabrik Busa Di Jatake Tangerang

Megapolitan
Bubarkan Tawuran Ormas di Tangerang, Kapolsek Ciledug Kena Sabetan Benda Tajam

Bubarkan Tawuran Ormas di Tangerang, Kapolsek Ciledug Kena Sabetan Benda Tajam

Megapolitan
Pabrik Busa Terbakar di Kawasan Jatake Tangerang

Pabrik Busa Terbakar di Kawasan Jatake Tangerang

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X