Langgar PSBB, Satu Restoran dan Kantor di Kebon Jeruk Ditutup

Kompas.com - 20/10/2020, 06:58 WIB
Salah satu kafe di Galaxy, Bekasi Selatan disegel Satpol PP, Senin (12/10/2020). dokumen satpol PP Bekasi Salah satu kafe di Galaxy, Bekasi Selatan disegel Satpol PP, Senin (12/10/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Petugas gabungan kembali melakukan inspeksi mendadak (sidak) kepada pelaku usaha di Jakarta Barat terkait penerapan protokol kesehatan, Senin (19/10/2020).

Kemarin, petugas gabungan kembali menutup satu restoran dan satu perkantoran di area Kebon Jeruk, karena melanggar aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

"Satu usaha resto, satu perkantoran," ujar Kasi Operasional Satpol PP Jakarta Barat, Ivan Sigiro.

Berdasarkan keterangan resmi Pemkot Jakarta Barat, restoran tersebut ditutup karena tidak menyediakan thermogun atau alat pengukur suhu tubuh.

Baca juga: Selama PSBB Transisi, Satpol PP Jakpus Jaring 2.078 Pelanggar Tak Pakai Masker

Selain itu, tidak ditemukan juga tempat cuci tangan di depan pintu masuk restoran.

Sementara, satu kantor ditutup karena tidak menerapkan kebijakan work from home (WFH) dan malah memiliki jadwal kerja yang padat.

Sidak ini dilaksanakan oleh petugas gabungan penegakkan Covid-19 di Jakarta Barat.

Petugas gabungan terdiri dari lima SKPD yakni Sudin Ketenagakaerjaan, Sudin Parekraf, Sudin UMKM, Sudin Perhubungan, dan Sudin Kesehatan.

Kelimanya bekerja dengan koordinasi Satpol PP Jakarta Barat, dan tetap dikawal TNI-Polri.

Petugas gabungan tersebut merupakan bagian dari Operasi Yustisi yang dimaksudkan meningkatkan efektivitas diterapkannya protokol kesehatan pada masa PSBB.

Baca juga: Wagub DKI Persilakan Bioskop Tetap Tutup atau Buka Saat PSBB Transisi

PSBB Transisi di DKI Jakarta sendiri telah dilaksanakan sejak Senin (12/10/2020). Ini merupakan kali kedua Pemprov DKI Jakarta menerapkan kebijakan PSBB Transisi.

PSBB Transisi berarti terdapat sejumlah kelonggaran dari larangan-larangan yang sebelumnya diterapkan pada masa PSBB Ketat.

Sebelumnya, Pemprov menetapkan kebijakan PSBB Ketat di Jakarta sejak 14 September 2020 hingga 11 Oktober 2020.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kapal Tim Penyelam yang Cari Sriwijaya Air SJ 182 Saling Berbenturan, Ini Penyebabnya

Kapal Tim Penyelam yang Cari Sriwijaya Air SJ 182 Saling Berbenturan, Ini Penyebabnya

Megapolitan
Pemprov DKI Buka Lowongan Jakarta Smart City 2021, Ini Cara Mendaftar dan Tahapan Perekrutan

Pemprov DKI Buka Lowongan Jakarta Smart City 2021, Ini Cara Mendaftar dan Tahapan Perekrutan

Megapolitan
Identifikasi Korban Dilakukan sampai Operasi Pencarian Sriwijaya Air SJ 182 Selesai

Identifikasi Korban Dilakukan sampai Operasi Pencarian Sriwijaya Air SJ 182 Selesai

Megapolitan
Warga di Depok Dinilai Patuh Pakai Masker di Jalan Raya, Giliran di Permukiman Malah Dilepas

Warga di Depok Dinilai Patuh Pakai Masker di Jalan Raya, Giliran di Permukiman Malah Dilepas

Megapolitan
Kota Bekasi Disebut Paling Taat Protokol Kesehatan di Jabar, Ini Respons Wali Kota

Kota Bekasi Disebut Paling Taat Protokol Kesehatan di Jabar, Ini Respons Wali Kota

Megapolitan
Warga Depok Disebut Paling Tak Patuh Jaga Jarak, Data Ridwan Kamil Dipertanyakan

Warga Depok Disebut Paling Tak Patuh Jaga Jarak, Data Ridwan Kamil Dipertanyakan

Megapolitan
Penduduk di Luar DKI Bisa Melamar Tenaga Ahli Jakarta Smart City, Ini Syaratnya

Penduduk di Luar DKI Bisa Melamar Tenaga Ahli Jakarta Smart City, Ini Syaratnya

Megapolitan
Berkas yang Perlu Dipersiapkan Untuk Melamar Kerja di Jakarta Smart City

Berkas yang Perlu Dipersiapkan Untuk Melamar Kerja di Jakarta Smart City

Megapolitan
Bekasi Jadi Zona Merah Covid-19 Lagi, Ini Kata Wali Kota

Bekasi Jadi Zona Merah Covid-19 Lagi, Ini Kata Wali Kota

Megapolitan
Terkendala Cuaca Buruk, Penyelam Belum Bisa Lanjutkan Pencarian Sriwijaya Air SJ 182

Terkendala Cuaca Buruk, Penyelam Belum Bisa Lanjutkan Pencarian Sriwijaya Air SJ 182

Megapolitan
Proyek Terowongan Silaturahmi, Jalan Sekitar Istiqlal dan Katedral Dialihkan 20 Januari-31 Maret 2021

Proyek Terowongan Silaturahmi, Jalan Sekitar Istiqlal dan Katedral Dialihkan 20 Januari-31 Maret 2021

Megapolitan
Tim DVI Ungkap Kendala Proses Identifikasi Korban Sriwijaya Air SJ 182

Tim DVI Ungkap Kendala Proses Identifikasi Korban Sriwijaya Air SJ 182

Megapolitan
Update 19 Januari: Berkurang 139, Kini Ada 4.722 Pasien Covid-19 Dirawat di RSD Wisma Atlet

Update 19 Januari: Berkurang 139, Kini Ada 4.722 Pasien Covid-19 Dirawat di RSD Wisma Atlet

Megapolitan
Membandingkan Pelanggaran Prokes Rizieq Shihab Vs Raffi Ahmad-Ahok

Membandingkan Pelanggaran Prokes Rizieq Shihab Vs Raffi Ahmad-Ahok

Megapolitan
Gudang Dekorasi Pernikahan di Kembangan Terbakar

Gudang Dekorasi Pernikahan di Kembangan Terbakar

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X